LayarHijau.com – Dunia hiburan China kembali diramaikan dengan aksi penggemar yang memicu perdebatan luas di internet. Fan club resmi aktris muda Zhou Ye membuat langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan meluncurkan voting untuk aksi “0 cloud theater booking” terkait drama barunya, Dream of Golden Years (你好1983).
Aksi ini dengan cepat menjadi topik panas di berbagai platform media sosial China seperti Weibo, Douyin, dan Xiaohongshu. Dalam waktu singkat, pembahasan terkait keputusan tersebut menembus lebih dari satu miliar pembacaan dan menjadi salah satu isu hiburan paling kontroversial saat ini.
Menurut laporan yang beredar, tujuan utama aksi “0 cloud theater booking” ini adalah untuk memprotes ketidakadilan distribusi sumber daya promosi dari pihak platform. Meski berperan sebagai pemeran utama wanita dalam drama Dream of Golden Years, para penggemar menilai bahwa selama masa promosi, perhatian justru lebih banyak diberikan kepada pemeran utama pria.

Beberapa pengguna internet bahkan menyusun perbandingan materi promosi yang dirilis oleh akun resmi platform. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen materi promosi berfokus pada pemeran pria, sementara konten khusus yang menampilkan Zhou Ye terbilang sangat sedikit. Selain itu, ada juga laporan bahwa beberapa acara live yang awalnya dijadwalkan melibatkan Zhou Ye tiba-tiba dibatalkan oleh platform dan diganti dengan promosi yang berfokus pada pemeran pria.
Hal lain yang memicu kemarahan penggemar adalah dugaan pembatasan trafik pada topik terkait Zhou Ye. Akibatnya, popularitas pribadi sang aktris dinilai tidak sejalan dengan popularitas drama yang dibintanginya.
Alih-alih melakukan protes agresif, fan club Zhou Ye memilih pendekatan yang lebih rasional. Mereka mengadakan voting internal di kalangan penggemar untuk menentukan apakah dukungan berupa “cloud theater booking” harus dihentikan sepenuhnya.
Hasilnya, lebih dari 90 persen peserta voting mendukung keputusan “0 cloud theater booking”. Artinya, para penggemar sepakat untuk tidak lagi membeli atau mendanai paket penayangan massal secara daring demi meningkatkan angka popularitas drama tersebut.
Untuk memahami arti penting langkah ini, perlu diketahui bahwa “cloud theater booking” saat ini telah menjadi bagian dari ekosistem promosi di industri hiburan China. Metode ini awalnya berasal dari industri film sebagai bentuk promosi skala kecil, sebelum akhirnya diperkenalkan ke dunia drama dan variety show sekitar tahun 2023.
Dalam praktiknya, “cloud theater booking” berarti penggemar, kreator, atau brand membeli paket keanggotaan VIP atau akses menonton khusus di platform video, lalu membagikannya secara gratis kepada penonton lain dengan durasi menonton yang sudah ditentukan. Cara ini bertujuan meningkatkan jumlah penonton sekaligus mendongkrak data popularitas platform.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, praktik tersebut dinilai berubah menjadi mekanisme yang tidak sehat. Apa yang awalnya bersifat sukarela kini dianggap sebagai “operasi dasar” industri. Bahkan, banyak penggemar merasa terpaksa mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk meningkatkan data demi membantu idola mereka mendapatkan lebih banyak sumber daya promosi.
Kondisi ini menciptakan siklus yang dianggap tidak sehat: siapa yang mengeluarkan uang lebih banyak akan memiliki data lebih tinggi, dan pada akhirnya berpeluang mendapatkan lebih banyak sumber daya dari platform.
Keputusan fan club Zhou Ye untuk melakukan “0 cloud theater booking” dipandang sebagai upaya pertama untuk memutus pola tersebut. Dengan menolak membeli popularitas melalui uang, mereka ingin menegaskan bahwa dukungan terhadap artis seharusnya tidak bergantung pada manipulasi data.
Gerakan ini pun memicu diskusi lebih luas tentang model ekonomi penggemar di industri hiburan China. Banyak pengamat menilai aksi tersebut membuka kembali perdebatan tentang ketergantungan platform terhadap data buatan yang didorong oleh pengeluaran penggemar.
Selain itu, kasus ini juga menyoroti masalah lain seperti dugaan manipulasi data, distribusi sumber daya yang tidak adil, hingga kecenderungan industri yang terlalu menekankan angka popularitas dibanding kualitas konten.
Bagi sebagian pihak, langkah para penggemar Zhou Ye dianggap sebagai contoh sikap yang lebih rasional dalam budaya fandom yang sering kali dipenuhi kompetisi angka dan pengeluaran besar. Namun di sisi lain, aksi ini juga memicu perdebatan tentang seberapa besar pengaruh fandom terhadap mekanisme promosi industri hiburan.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, aksi “0 cloud theater booking” ini telah menjadi salah satu momen paling dibicarakan dalam industri hiburan China tahun ini, sekaligus memicu refleksi baru tentang hubungan antara platform, artis, dan penggemar di era ekonomi fandom.










