Pemerintah China Rilis Aturan Baru Soal Top Billing di Drama China, Dorong Keadilan dan Peluang bagi Aktor Baru

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com – Dalam gelaran 2026 China Television Production Industry Conference pada 13 Maret, sebuah pengumuman besar resmi mengubah peta persaingan aktor di industri drama China melalui pernyataan Feng Shengyong, Direktur Divisi Drama Serial Televisi di National Radio and Television Administration (NRTA). Feng membahas arah kebijakan baru terkait penentuan top billing atau urutan nama aktor di kredit drama yang selama ini sering memicu sengketa panas, sebagai langkah tegas untuk menciptakan transparansi di dalam industri yang dianggap memiliki “area abu-abu” dalam kontrak aktor besar.

Selama ini, industri drama China memiliki tradisi yang sangat ketat sekaligus kompetitif dalam menentukan urutan nama aktor. Top billing biasanya ditentukan berdasarkan tingkat popularitas, nilai komersial (commercial value), hingga kekuatan basis penggemar seorang aktor. Namun, Feng Shengyong menegaskan bahwa ke depannya urutan nama tidak akan lagi didasarkan pada popularitas semata. “Prinsip umumnya adalah, urutan aktor berdasarkan jumlah goresan nama asli mereka,” ujar Feng.

Berdasarkan logika sistem penulisan Mandarin dan standarisasi yang umum diterapkan di Tiongkok, metode urutan goresan (姓氏笔画为序) biasanya menempatkan nama dengan jumlah goresan paling sedikit di posisi teratas. Sebagai gambaran, aktor dengan marga Wang (王) yang hanya memiliki 4 goresan secara logis akan menempati urutan lebih awal dibandingkan aktor bermarga Wei (魏) yang memiliki 17 goresan.

- Advertisement -

Namun, perlu ditekankan bahwa urutan ini bergantung sepenuhnya pada keputusan akhir NRTA, kecuali jika otoritas memilih sistem sebaliknya, yakni mengurutkan berdasarkan jumlah goresan terbanyak. Dengan aturan ini, posisi nama bukan lagi menjadi ajang adu kekuatan manajemen, melainkan standarisasi yang adil bagi semua pihak.

Tak hanya soal teknis penulisan nama, pemerintah juga mulai membuka jalan lebar bagi regenerasi talenta. Feng menambahkan bahwa pemerintah ingin melihat wajah-wajah baru di jajaran utama. “Kami akan membangun mekanisme untuk mempromosikan aktor baru, dengan pertimbangan agar beberapa posisi teratas diisi aktor pendatang baru,” tambahnya. Aturan baru ini mendorong transparansi dan profesionalisme, termasuk rencana pelatihan kolektif bagi seluruh tim kreatif utama sebelum proyek besar dimulai sebagai upaya meningkatkan kerja sama antar-pemeran.

Gebrakan di tahun 2026 ini terasa sangat kontras karena sebelum ini pemerintah hanya berperan sebagai penengah tanpa memberikan rumus baku yang pasti. Aturan baru 2026 dianggap sebagai langkah lebih jauh untuk menstandarisasi urutan billing, meningkatkan transparansi, dan secara aktif membuka peluang bagi aktor baru di kancah internasional.

- Advertisement -
Preorder Novel Hidden Love & The First Frost
Preorder Novel Hidden Love dan The First Frost Bahasa Indonesia sudah dibuka
- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments