LayarHijau.com – Drama kostum terbaru berjudul The Palace Stewardess resmi mengumumkan dimulainya proses syuting pada 16 Maret 2026 di Hengdian World Studios pada 16 Maret 2026. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, pihak produksi juga mengungkap jajaran pemeran utama yang langsung memicu perhatian besar di dunia maya. Ding Yuxi dan Song Zuer dipastikan memimpin drama ini sebagai pemeran utama dengan posisi setara.
Tak lama setelah kabar tersebut dirilis, dua tagar terkait drama ini langsung melesat ke puncak trending topic. Dalam waktu sekitar dua jam saja, topik yang berkaitan dengan drama tersebut mencatat lebih dari 700 juta pembacaan. Kolom komentar pun dipenuhi berbagai reaksi antusias, dengan banyak penonton menyebut drama ini sebagai calon “kuda hitam” dalam jajaran drama kostum mendatang.
Drama The Palace Stewardess (司宫令 / Si Gong Ling) merupakan proyek drama kostum kelas S+ dari Tencent Video yang sejak tahap pengembangannya sudah mendapat perhatian besar. Berbeda dari banyak drama kostum romantis yang mendominasi pasar dalam beberapa tahun terakhir, drama ini berfokus pada perjalanan karier seorang pejabat perempuan di lingkungan istana Dinasti Song, sekaligus menggambarkan kehidupan dan budaya istana pada masa tersebut.
Salah satu sorotan terbesar dari pengumuman ini adalah kolaborasi pertama antara Ding Yuxi dan Song Zuer. Keduanya dikenal memiliki popularitas tinggi sekaligus kemampuan akting yang kuat. Song Zuer sebelumnya dikenal melalui berbagai drama kostum dan sering mendapat pujian karena aktingnya yang natural serta pesonanya di layar.
Dalam drama The Palace Stewardess (司宫令 / Si Gong Ling), Song Zuer memerankan Wu Zhenzhen, seorang gadis dari kalangan rakyat biasa yang awalnya bekerja sebagai juru masak. Dengan kemampuan memasak yang luar biasa, ia berhasil masuk ke lingkungan istana dan perlahan naik dalam sistem jabatan hingga akhirnya menjadi pejabat penting. Karakter ini menuntut perkembangan yang besar, mulai dari sosok gadis sederhana hingga perempuan yang matang dan bijaksana dalam menghadapi dinamika politik istana.
Sementara itu, Ding Yuxi memerankan Zhao Ai, pangeran kedua yang di permukaan tampak hangat dan santai, tetapi sebenarnya memiliki visi politik dan tanggung jawab besar terhadap negara. Karakter ini diperkirakan akan memainkan peran penting dalam perjalanan Wu Zhenzhen selama berada di istana.
Selain jajaran pemeran utama, hal lain yang menarik perhatian publik adalah pendekatan estetika Dinasti Song yang diangkat dalam drama ini. The Palace Stewardess (司宫令 / Si Gong Ling) diadaptasi dari novel berjudul sama karya Milan Lady, yang sebelumnya pernah dipuji oleh People’s Daily sebagai salah satu karya sastra daring dengan riset sejarah yang kuat.
Cerita drama ini mengambil latar sistem jabatan istana Dinasti Song yang dikenal sebagai “Six Bureaus and Twenty-Four Offices” atau sistem enam biro dan dua puluh empat departemen istana. Sistem ini merupakan struktur administrasi khusus yang mengatur berbagai urusan internal istana, termasuk urusan pakaian, makanan, ritual, hingga kebutuhan sehari-hari keluarga kerajaan.
Untuk menghadirkan gambaran yang autentik, tim produksi melakukan riset mendalam terhadap berbagai catatan sejarah dan buku kuno yang membahas kehidupan rumah tangga, budaya kuliner, serta etiket sosial pada masa tersebut. Beberapa referensi yang digunakan antara lain teks klasik seperti Wushi Zhongkui Lu dan Shanjia Qinggong yang mencatat berbagai tradisi kuliner dan kehidupan domestik pada era Song.
Beberapa unsur budaya yang akan ditampilkan antara lain tradisi menghias rambut dengan bunga, jamuan teh khas istana, hingga berbagai hidangan klasik dari era Song. Karena itu, drama ini bahkan disebut-sebut akan menghadirkan gambaran tentang kekayaan budaya kuliner Dinasti Song.
Dari berbagai foto proses syuting yang beredar, terlihat bahwa tim produksi memberikan perhatian besar pada detail kostum dan properti. Busana khas Dinasti Song seperti beizi dan rok berlapis dirancang dengan gaya sederhana namun elegan. Warna yang digunakan juga cenderung lembut dan tidak mencolok, sesuai dengan estetika Dinasti Song yang dikenal halus dan penuh kesederhanaan.
Berbagai detail lain, mulai dari bentuk kerah pakaian hingga model hiasan rambut, juga disebut mengikuti referensi dari artefak sejarah. Pendekatan ini membuat drama tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan budaya tradisional kepada penonton modern.
Dari sisi cerita, The Palace Stewardess (司宫令 / Si Gong Ling) menawarkan pendekatan yang berbeda dibanding drama istana pada umumnya. Alih-alih berfokus pada konflik perebutan kekuasaan antar perempuan, drama ini menyoroti sistem karier pejabat perempuan di istana serta perjalanan Wu Zhenzhen dalam mencari ibunya yang menghilang.
Dalam proses tersebut, ia mengikuti seleksi untuk masuk ke biro dapur istana dan menggunakan keahliannya dalam memasak sebagai jalan untuk bertahan sekaligus berkembang di lingkungan yang penuh persaingan. Melalui kecerdasan dan ketekunannya, ia perlahan membangun reputasi hingga akhirnya mencapai posisi tertinggi sebagai pejabat utama istana.
Drama ini juga menekankan nilai pertumbuhan pribadi dan solidaritas antar perempuan. Pendekatan tersebut dianggap memberi perspektif baru dalam genre drama kostum yang selama ini sering identik dengan intrik perebutan kekuasaan.
The Palace Stewardess (司宫令 / Si Gong Ling) digarap oleh tim produksi berpengalaman. Sutradara Wang Chengxin dikenal dengan gaya penceritaan yang kuat, sementara naskahnya ditulis oleh Wang Hong yang sebelumnya terlibat dalam drama populer Rattan.
Dengan jadwal syuting sekitar 120 hari, tim produksi berharap dapat menghadirkan drama dengan kualitas produksi tinggi. Jika prosesnya berjalan lancar, drama ini diperkirakan akan menjadi salah satu drama kostum yang paling dinantikan ketika nantinya dirilis dan berpotensi menjadi salah satu drama besar di pasar drama kostum.
Catatan editor: Update judul dari The Palace Order menjadi The Palace Stewardess sesuai judul yang dirilis WeTV.










