LayarHijau.com—Administrasi Radio dan Televisi Nasional Tiongkok—atau yang secara internasional dikenal sebagai National Radio and Television Administration (NRTA)—secara resmi memberikan peringatan keras kepada para pelaku industri hiburan dalam simposium bertajuk “Estetika Sehat dalam Drama Televisi” pada 2 April 2026. Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bagi para raksasa hiburan untuk segera membenahi tren kreatif yang dianggap mulai menyimpang dari nilai-nilai seni yang sesungguhnya.
Acara yang dipimpin oleh Departemen Drama Televisi ini dihadiri oleh jajaran petinggi platform streaming raksasa seperti iQIYI, Mango TV, Tencent Video, dan Youku. Fokus utama dalam pertemuan tersebut adalah desakan agar industri segera menghentikan fenomena pemujaan visual, di mana penampilan fisik aktor sering kali dianggap lebih penting daripada kualitas cerita itu sendiri. Pemerintah secara tegas melarang praktik industri yang hanya mengandalkan aktor yang modal tampang atau jual visual semata.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Selain kritik terhadap penampilan, NRTA juga menyoroti ketergantungan industri terhadap para artis yang hanya memiliki popularitas tinggi di media sosial namun minim kemampuan peran. Fenomena ini dianggap merusak standar kualitas karena banyak rumah produksi yang memaksakan aktor “viral” untuk mengisi peran utama, meskipun hasil akhirnya sering kali membuahkan akting kaku yang tidak berjiwa.
Pergeseran dari Dominasi Bintang ke Kekuatan Naskah
Menanggapi masalah tersebut, pemerintah mewajibkan adanya transformasi radikal dalam sistem produksi drama. Industri diminta secara tegas untuk meninggalkan “sistem pusat bintang” yang selama ini memberikan kuasa terlalu besar kepada artis papan atas dalam menentukan arah kreatif sebuah proyek, yang sering kali justru merusak alur cerita aslinya.
Sebagai gantinya, seluruh ekosistem produksi harus beralih ke sistem yang sepenuhnya berpusat pada kekuatan naskah. Perubahan ini bertujuan untuk mengembalikan prinsip bahwa konten adalah raja, di mana naskah yang solid harus menjadi acuan utama dalam proses pembuatan drama. Hal ini diharapkan dapat menjawab keresahan penonton yang mendambakan tontonan berkualitas dengan alur cerita yang masuk akal.

Sejalan dengan penguatan naskah, aspek karakterisasi juga menjadi perhatian serius. NRTA menginginkan agar setiap tokoh dalam drama diciptakan sebagai sosok yang memiliki kedalaman emosi yang nyata. Tuntutan dasarnya sangat telak: setiap pemain wajib memiliki kemampuan untuk menghidupkan karakter dengan penjiwaan yang tulus, sehingga peran yang mereka bawakan tidak terasa lempeng dan bisa menyentuh perasaan penonton.
Kritik Tajam terhadap Riasan dan Estetika yang Berlebihan
Di sisi lain, pihak otoritas juga melontarkan kritik tajam terhadap estetika produksi—yang mencakup pakaian, riasan, dan properti—yang belakangan ini dinilai mulai kehilangan logika. Banyak drama yang dianggap terlalu memaksakan penampilan pemain agar terlihat selalu sempurna dan “terpoles” secara berlebihan melalui penggunaan makeup tebal yang tidak sesuai dengan situasi dalam adegan.
Ketidaksesuaian ini sering kali membuat karakter terlihat tidak alami, misalnya saat seorang aktor tetap tampil dengan riasan sempurna dan rambut tertata rapi meskipun karakternya sedang berada dalam situasi sulit atau peperangan. Tren estetika yang dangkal ini diperintahkan untuk segera ditinggalkan dan diganti dengan konsep keindahan yang lebih sederhana, alami, dan memiliki makna yang lebih dalam.
Langkah perbaikan estetika ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat identitas budaya nasional. Pemerintah ingin drama Tiongkok mampu menampilkan gaya khas yang lebih sehat dan berwibawa, sekaligus menunjukkan kepercayaan diri budaya yang kuat tanpa harus terjebak dalam polesan visual atau penggunaan filter wajah yang berlebihan hanya demi estetika semu.
Membangun Tontonan yang Lebih Berjiwa dan Tahan Lama
Menutup simposium tersebut, pemerintah menekankan bahwa kebutuhan masyarakat akan drama televisi tidak pernah terbatas pada wajah-wajah rupawan saja. Penonton justru merindukan cerita yang tahan lama untuk diikuti, di mana kualitas penulisan dan kekuatan akting menjadi alasan utama mengapa sebuah drama tetap membekas di hati pemirsa dalam jangka panjang.
Guna memastikan aturan ini berjalan, NRTA akan bekerja sama dengan asosiasi industri dan platform penyiaran untuk memperketat pengawasan serta memberikan pelatihan profesional bagi para praktisi seni. Seluruh proses kreatif, mulai dari tahap penulisan hingga penayangan, akan diawasi secara ketat agar tetap berada pada jalur estetika yang sehat dan bertanggung jawab.
Melalui kebijakan baru ini, pemerintah berharap integritas cerita dan kualitas akting akan kembali menjadi standar mutlak dalam industri. Popularitas instan dan kekuatan modal besar tidak lagi diperbolehkan mendikte kualitas karya seni, demi terciptanya tayangan yang tidak hanya menjual visual, tetapi juga memberikan kesan mendalam bagi masyarakat luas.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


