LayarHijau.com – Masalah warisan, cicilan rumah, dan hak waris Barbie Hsu yang meninggal dunia pada Februari tahun lalu masih terus menjadi sorotan publik. Almarhumah diketahui memiliki sejumlah properti mewah, termasuk rumah di kawasan Xinyi, Taipei, dan sebuah hunian di area National Art Museum. Sementara suami saat ini, DJ Koo (Koo Jun-yup), memilih melepaskan hak warisnya, mantan suami Barbie Hsu, Wang Xiaofei, sempat mengambil alih cicilan bulanan. Namun, kabar terbaru menyebutkan bahwa properti tersebut terancam dilelang oleh pengadilan jika tidak segera dijual.
Ibu Barbie Hsu, yang saat ini masih menempati hunian di area National Art Museum, membenarkan kabar bahwa properti tersebut berpotensi dilelang. Ia menjelaskan bahwa Barbie Hsu sebenarnya telah membeli rumah tersebut sebelum menikah sebagai bentuk bakti kepadanya, namun sertifikat rumah tidak pernah dibalik nama.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
“Karena saat itu, semua orang tidak pernah menyangka jika Barbie akan pergi lebih dulu,” ungkap Ibu Barbie Hsu.
Karena bukan merupakan ahli waris yang sah secara hukum, Ibu Barbie Hsu tidak dilibatkan dalam setiap pertemuan dengan pengacara. Hal ini membuatnya terancam harus terusir dari rumah yang ia tinggali jika proses lelang eksekusi benar-benar terjadi. Menghadapi kemungkinan tersebut, ia mengungkapkan kekhawatirannya kepada media dengan nada sedih.
“Karena saya tidak mendapatkan warisan, dan kondisi saya sudah sangat drop serta lemah, biarlah mereka yang punya hak waris yang mengurusnya sendiri. Saya akan diusir dari rumah yang dibeli dengan uang hasil jerih payah saya. Saya tidak mengerti bagaimana putusan pengadilan ini, saya tidak bisa menjawab! Terima kasih,” curhatnya.
Kondisi finansial Barbie Hsu saat meninggal ternyata menyisakan beban cicilan yang besar. Dilaporkan bahwa saldo rekening Barbie Hsu hanya tersisa 2 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp1 miliar). Sayangnya, jumlah tersebut bahkan tidak cukup untuk membayar cicilan bulanan rumah mewah di Xinyi yang mencapai 1 juta hingga 1,09 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp500 juta hingga Rp545 juta) setiap bulannya.
Sebelumnya, DJ Koo (Koo Jun-yup) telah menyatakan pengunduran dirinya dari hak waris. Kini, ia lebih sering menghabiskan waktu dengan mengunjungi makam Barbie Hsu. Mantan suami Barbie Hsu, Wang Xiaofei, kemudian mengambil alih cicilan rumah di Xinyi dengan rencana bahwa properti tersebut pada akhirnya akan diwariskan kepada kedua anak mereka. Total warisan Barbie Hsu dibagi dua pertiga untuk anak-anaknya yang masih di bawah umur melalui rekening kepercayaan yang didirikan Wang Xiaofei. Sementara sepertiga bagian untuk DJ Koo (Koo Jun-yup) yang dapat dikelola sesuai keinginannya.
Di sisi lain, total aset warisan Barbie Hsu diperkirakan mencapai nilai yang fantastis. Laporan media menyebutkan total warisan tersebut bernilai sekitar 1 miliar Dolar Taiwan (sekitar Rp500 miliar). Rinciannya meliputi properti senilai 660 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp330 miliar), yang terdiri dari rumah mewah di Xinyi seharga 450 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp225 miliar) dan tempat tinggal Ibu Barbie Hsu saat ini seharga 210 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp105 miliar). Sisanya, lebih dari 300 juta Dolar Taiwan (sekitar Rp150 miliar), berupa perhiasan dan barang berharga lainnya.
Meskipun total asetnya besar, Ibu Barbie Hsu membenarkan bahwa saldo rekening putri bungsunya memang tidak banyak. Ia menilai hal itu wajar karena setelah menikah, Barbie Hsu tidak lagi bekerja aktif dan harus menggunakan uangnya untuk membesarkan anak-anak serta membiayai proses hukum dengan Wang Xiaofei.
“Saya hanya meminta tempat tinggal, tapi malah dipaksa pindah,” tambahnya.
Kisah pembagian warisan ini tentu menyita perhatian publik, mengingat posisi Ibu Barbie Hsu yang tidak memiliki hak waris secara hukum namun terancam kehilangan tempat tinggal. Bagaimana menurut kalian mengenai situasi yang menimpa keluarga Barbie Hsu ini?
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


