Posted in

Janji Jeremy Xu dan Meng Ziyi Terwujud di Blossoms of Power, Perankan Karakter dengan Hubungan Cinta-Benci

Bagikan

LayarHijau.com – Ada sebuah janji yang akhirnya menemukan jalannya sendiri. Dua hingga tiga tahun lalu, saat masih mempromosikan drama Royal Rumours (花琉璃轶闻), Jeremy Xu dan Meng Ziyi sama-sama mengutarakan harapan untuk kembali dipasangkan dalam drama kostum. Namun, mereka tidak ingin sekadar mengulang formula yang sama. Keduanya ingin memainkan kisah yang lebih emosional, tentang cinta yang bercampur kebencian, penyesalan, dan takdir.

Harapan itu akhirnya menjadi kenyataan lewat Blossoms of Power (百花杀). Dalam wawancara eksklusif bersama Sohu Entertainment News, Jeremy Xu mengaku tidak menyangka kesempatan itu benar-benar datang. Baginya, reuni dengan Meng Ziyi bukan sekadar kembali bekerja dengan lawan main lama, tetapi juga seperti memenuhi sebuah janji yang pernah mereka ucapkan bertahun-tahun sebelumnya.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

“Hidup memang seperti itu, sangat ajaib, penuh rasa takdir. Mimpi itu akhirnya menjadi kenyataan,” kata Jeremy Xu saat mengenang kerja sama mereka untuk kedua kalinya.

Saat Royal Rumours tayang pada 2023, Jeremy Xu dan Meng Ziyi dikenal sebagai pasangan yang memiliki chemistry ringan dan natural. Karena itulah, banyak penggemar berharap keduanya kembali dipasangkan. Blossoms of Power menjawab harapan tersebut, tetapi dengan dinamika yang sama sekali berbeda. Jika hubungan mereka di Royal Rumours dipenuhi momen manis dan komedi romantis, kali ini mereka justru dipertemukan dalam kisah yang dibangun di atas luka, obsesi, pengorbanan, dan cinta yang tidak pernah benar-benar bisa dimiliki.

Xiao Changqing, Pangeran yang Hancur karena Cinta

Dalam wawancara itu, Jeremy Xu juga berbicara panjang mengenai karakter Xiao Changqing, sosok yang ia perankan di Blossoms of Power. Ketika diminta memilih label yang paling menggambarkan karakternya, ia tidak ragu memilih dua julukan yang menurutnya paling tepat.

“Penjahat yang gila tetapi paling mencintai, dan pangeran tragis yang hancur sekaligus gila. Menurut saya dua itu yang paling cocok. Rasa hancurnya benar-benar menggambarkan Pangeran Kelima Xiao Changqing dan kesan paling langsung yang diterima penonton.”

Bagi Jeremy Xu, Xiao Changqing bukanlah antagonis yang jahat tanpa alasan. Di balik semua keputusan ekstrem yang diambilnya, terdapat seseorang yang terus hidup bersama penyesalan, rasa kehilangan, dan cinta yang tidak pernah bisa ia lepaskan. Karena itulah, ia menilai karakter tersebut jauh lebih rumit daripada sekadar tokoh jahat.

Pandangan itu kembali terlihat ketika Jeremy Xu ditanya mengenai perasaan Xiao Changqing terhadap Gu Qingzhi.

“Seratus persen adalah obsesi, tetapi juga seratus persen cinta.”

Ketika pewawancara kemudian menanyakan apakah perasaan itu berbeda terhadap Shen Xihe, Jeremy Xu justru memberikan jawaban yang sederhana.

“Di hati saya, mereka adalah orang yang sama. Tidak ada perbedaan sama sekali.”

Jawaban itu memperlihatkan bagaimana Jeremy memahami karakter Xiao Changqing. Baginya, sosok yang dicintai karakter tersebut tidak pernah berubah. Yang berubah hanyalah keadaan dan takdir yang membuat cinta itu berakhir sebagai tragedi.

Lahirnya Adegan “Mengapa Bukan Aku?”

Salah satu adegan yang paling banyak dibicarakan penonton adalah dialog emosional Xiao Changqing, “Mengapa harus Xiao Huayong, bukan aku?” Jeremy Xu mengungkapkan bahwa adegan tersebut ternyata mengalami perubahan saat proses syuting.

Awalnya, naskah menggunakan pendekatan berbeda. Emosi karakter dirancang muncul ketika api membakar lukisan-lukisan yang disimpan Xiao Changqing. Namun karena keterbatasan kondisi di lokasi syuting, adegan itu tidak memungkinkan untuk diwujudkan seperti rencana semula.

Jeremy Xu kemudian berdiskusi langsung dengan Meng Ziyi.

“Awalnya dialog ‘Mengapa bukan aku?’ seharusnya diucapkan Qingqing. Rasanya emosi adegannya tidak benar-benar terangkat. Jadi saya mencoba menukar dialognya menjadi ‘Mengapa Xiao Huayong, bukan aku?’.”

Perubahan spontan itu justru melahirkan salah satu adegan yang kini dianggap sebagai momen paling menyayat hati dalam Blossoms of Power.

Adegan yang Paling Menguras Emosi

Jeremy Xu mengaku sebenarnya hampir setiap adegan Xiao Changqing meninggalkan rasa “hancur” bagi dirinya. Namun ada beberapa momen yang paling membekas.

Yang pertama adalah ketika Xiao Changqing akhirnya menyadari identitas Gu Qingzhi. Yang kedua adalah adegan hujan ketika ia memohon kepada kaisar agar keluarga Gu diampuni.

Namun, menurut Jeremy Xu, adegan yang paling istimewa justru berada di akhir cerita.

“Ada satu adegan yang menurut saya akan menjadi sesuatu yang luar biasa dalam perjalanan karier saya, yaitu adegan penutup Xiao Changqing di episode terakhir.”

Ia tidak menjelaskan secara rinci isi adegan tersebut, tetapi mengaku momen itu menjadi puncak dari seluruh kehancuran emosional karakter yang telah ia bangun sejak awal drama.

Meng Ziyi Membuat Xiao Changqing Menjadi Hidup

Bagi Jeremy Xu, reuni dengan Meng Ziyi bukan hanya soal nostalgia.

Ia bahkan memberikan pujian yang sangat besar kepada lawan mainnya.

“Saya benar-benar tidak menyangka masih memiliki kesempatan bekerja sama lagi dengan Ziyi. Saya ingin mengatakan terima kasih. Justru karena ada Shen Xihe yang diperankan Ziyi, barulah ada Xiao Changqing milik Jeremy Xu.”

Jeremy Xu menjelaskan bahwa mereka sudah tidak bertemu sekitar dua hingga tiga tahun sejak menyelesaikan promosi Royal Rumours. Namun begitu kembali berada di lokasi syuting, semua terasa begitu alami.

Pengalaman bekerja sama sebelumnya membuat mereka tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali menemukan ritme permainan.

“Mungkin karena kami pernah bekerja sama dan memiliki begitu banyak kenangan indah. Ketika bertemu lagi, saya langsung bisa masuk ke dalam kondisi karakter.”

Yang lebih mengejutkan, Jeremy Xu mengaku dirinya beberapa kali menangis ketika menjalani adegan bersama Meng Ziyi.

“Setiap kali bertemu dia, setiap kali kami memiliki adegan bersama di lokasi syuting, saya selalu menangis tanpa alasan yang jelas. Mungkin itu karena hubungan antarkarakter, atau mungkin juga karena saya teringat perjalanan syuting kami beberapa tahun lalu.”

Pengakuan itu memperlihatkan bahwa chemistry yang terlihat di layar ternyata juga lahir dari kedekatan profesional yang telah dibangun sejak proyek sebelumnya.

Membayangkan Takdir yang Berbeda

Meski Blossoms of Power menyuguhkan kisah cinta yang tragis, Jeremy Xu ternyata masih menyimpan versi akhir yang ingin ia lihat untuk Xiao Changqing dan Gu Qingzhi.

Ia membayangkan sebuah kisah cinta yang melampaui ruang dan waktu.

“Saya selalu menyukai kisah cinta yang melintasi galaksi dan ruang-waktu. Dua orang berada di garis waktu yang berbeda, atau dipisahkan bertahun-tahun cahaya, tetapi tetap bertemu karena cinta yang paling murni. Kalau bisa, saya ingin Xiao Changqing dan Gu Qingzhi memiliki kisah seperti itu.”

Jeremy Xu bahkan bercanda bahwa dalam cerita, Xiao Changqing telah berdoa dan memohon selama tiga tahun demi bisa bertemu kembali dengan perempuan yang dicintainya. Sayangnya, doa itu seolah “salah alamat” dan justru membawa perempuan tersebut kepada orang lain.

Berharap Bertemu Lagi untuk Ketiga Kalinya

Meski baru saja menyelesaikan kerja sama kedua mereka, Jeremy Xu sudah membayangkan kemungkinan kembali dipasangkan dengan Meng Ziyi pada proyek berikutnya.

Namun kali ini ia ingin meninggalkan dunia wuxia dan drama kostum.

Ia mengatakan ingin memainkan drama modern, dengan dirinya sebagai seorang tentara atau polisi, sementara Meng Ziyi memerankan seorang pengacara atau dokter.

Melihat chemistry yang kembali mendapat banyak pujian lewat Blossoms of Power, harapan itu tentu bukan sesuatu yang mustahil. Jika Royal Rumours menjadi awal perjalanan mereka sebagai pasangan layar, dan Blossoms of Power memperlihatkan sisi hubungan yang lebih kelam dan tragis, bukan tidak mungkin penonton suatu hari nanti akan kembali melihat Jeremy Xu dan Meng Ziyi dipertemukan dalam kisah yang sama sekali berbeda.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Sources0
Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *