LayarHijau.com – Drama China Blossoms of Power (百花杀) akhirnya menayangkan episode terakhir lebih awal untuk pelanggan VIP Tencent Video pada Sabtu, 26 Juli. Ending drama yang dibintangi Meng Ziyi dan He Yu ini menghadirkan perpaduan adegan tragis dan manis yang sukses menguras emosi penonton. Namun, meski banyak penggemar memuji akhir bahagia pasangan utama, tidak sedikit pula yang mengkritik cara cerita mencapai klimaksnya. Pengorbanan dua sosok yang menjadi “suami” Shen Xihe di dua kehidupan berbeda pun menjadi salah satu bagian yang paling banyak diperbincangkan.
Peringatan spoiler: Artikel ini mengandung pembahasan lengkap mengenai ending Blossoms of Power.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Pengorbanan Xiao Huayong Berakhir dengan Perpisahan Menyayat Hati
Pada episode 32 hingga 36, kudeta besar mengguncang istana. Putra Mahkota Xiao Huayong (He Yu) terluka parah dalam perebutan kekuasaan. Saat berusaha melindungi istrinya, Shen Xihe (Meng Ziyi), ia kembali terkena tusukan pedang di bagian vital.
Keduanya kemudian terjatuh di tengah hamparan salju. Shen Xihe hanya bisa menyaksikan suaminya memuntahkan darah dan mengembuskan napas terakhir di depan matanya. Dalam kondisi kehabisan tenaga, ia tak mampu bangkit dan hanya bisa menangis histeris di samping jasad Xiao Huayong. Adegan perpisahan tersebut menjadi salah satu momen paling menguras emosi sepanjang drama.
Meski kehilangan orang yang dicintainya, Shen Xihe memilih tetap tegar demi anak yang sedang dikandungnya.
Pengorbanan Xiao Changqing Menuntaskan Takdir Cinta Kehidupan Sebelumnya
Di tengah situasi yang masih kacau, Pangeran Xin Xiao Changqing (Jeremy Xu/Xu Zhengxi) memimpin pemberontakan. Namun, pemberontakan itu bukan dilakukan demi merebut takhta untuk dirinya sendiri.
Menjelang ajalnya, terungkap bahwa Xiao Changqing sengaja mempertaruhkan nyawanya agar Shen Xihe dan anaknya dapat naik takhta tanpa hambatan. Pengorbanannya menjadi jalan bagi ibu dan anak tersebut untuk memperoleh kekuasaan secara sah.
Xiao Changqing akhirnya meninggal di pelukan Shen Xihe. Shen Xihe kemudian mengungkap bahwa pemberontakan yang dilakukan suaminya di kehidupan sebelumnya itu merupakan cara terakhir untuk membuka jalan agar dirinya dan sang putra dapat naik takhta dengan aman. Dengan kematiannya, kisah cinta tragis pasangan dari kehidupan sebelumnya itu pun benar-benar berakhir.
Shen Xihe Menjadi Ibu Suri
Setelah semua konflik berakhir, Shen Xihe diangkat sebagai Ibu Suri, sementara putranya naik takhta sebagai kaisar.
Di bawah kepemimpinan ibu dan anak itu, kerajaan digambarkan memasuki masa pemerintahan yang stabil dan damai. Meski demikian, Shen Xihe tidak pernah benar-benar melupakan Xiao Huayong.
Saat malam tiba, ia kerap mengenang sang suami dan bahkan bermimpi mereka bertiga hidup bersama sebagai keluarga bahagia. Mimpi tersebut justru semakin menegaskan rasa kehilangan yang masih ia pendam.
Xiao Huayong Kembali Setelah Empat Tahun
Empat tahun kemudian, Shen Xihe tiba-tiba mencium aroma khas yang selalu melekat pada Xiao Huayong. Ia mengikuti aroma tersebut hingga akhirnya menemukan seorang pria yang rambutnya mulai memutih berdiri di bawah sebuah pohon.
Pria itu ternyata adalah Xiao Huayong.
Terungkap bahwa ia sebenarnya tidak meninggal saat kudeta. Luka berat dan racun yang dideritanya membuatnya berkali-kali berada di ambang kematian. Selama empat tahun ia menjalani pengobatan dan bertahan hidup berkat kerinduannya untuk kembali bertemu Shen Xihe.
Pada adegan terakhir, keduanya saling menatap dengan mata berkaca-kaca sebelum akhirnya berpelukan erat di bawah pohon. Momen reuni yang telah dinanti selama empat tahun itu membuat banyak penonton ikut larut dalam emosi.
Happy Ending Dipuji, tetapi Alur Cerita Tuai Kritik
Meski Shen Xihe dan Xiao Huayong akhirnya kembali bersama, ending Blossoms of Power justru menuai reaksi beragam di kalangan penonton Tiongkok.
Banyak penonton memuji reuni pasangan utama sebagai penutup yang memuaskan setelah rangkaian tragedi yang mereka alami. Namun, sebagian lainnya menilai Shen Xihe dan putranya hampir sepenuhnya bergantung pada pengorbanan dua “suami” dalam hidupnya. Mereka menyoroti bagaimana Shen Xihe dapat mempertahankan takhta berkat Xiao Huayong yang berpura-pura mati sekaligus berhasil bertahan hidup, serta Xiao Changqing yang rela mengorbankan nyawanya untuk membuka jalan bagi ibu dan anak tersebut naik takhta.
Selain itu, meski paruh akhir drama berfokus pada intrik politik dan perebutan kekuasaan, banyak penonton menilai konflik tersebut kurang kompleks dan strategi politiknya terasa terlalu sederhana. Akibatnya, sebagian penonton merasa potensi cerita tidak dimanfaatkan secara maksimal meski ending romantisnya berhasil memuaskan banyak penggemar.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


