LayarHijau.com – The Last House merupakan film Netflix yang memadukan horor, survival, dan misteri ketika sebuah keluarga harus bertahan hidup setelah terjebak di dalam rumah mereka sendiri selama lima tahun.
Film arahan Louis Leterrier ini dibintangi Wagner Moura sebagai Jason, Greta Lee sebagai Ann, Riley Chung sebagai Ruth, dan Noah Alexander Sosnowski sebagai Graham.
Cerita bermula ketika Seattle dilanda hujan ekstrem. Dalam situasi yang tidak biasa, air tiba-tiba membentuk sulur seperti tentakel yang mengunci rumah-rumah dari luar.
Bukan hanya rumah Ann dan Jason yang terdampak. Seluruh lingkungan mereka ikut terisolasi sehingga para penghuni tidak bisa meninggalkan rumah masing-masing.
Pada awalnya, tidak ada yang mengetahui penyebab fenomena tersebut. Berbagai dugaan pun muncul, termasuk kemungkinan bahwa pemerintah atau makhluk luar angkasa berada di balik kejadian itu.
Namun, situasi yang awalnya terasa seperti bencana misterius berubah menjadi perjuangan hidup dan mati.
Persediaan makanan keluarga mulai menipis. Ann dan Jason harus mencari cara untuk mendapatkan sumber makanan dan air tanpa bisa keluar dari rumah.
Jason kemudian memanfaatkan cerobong asap untuk memasang perangkap dan menangkap hewan yang berada di luar. Sementara itu, Ann berusaha menanam berbagai jenis sayuran di dalam rumah agar keluarga mereka tetap memiliki persediaan makanan.
Kehidupan mereka juga menjadi semakin menyedihkan ketika mereka terpaksa menembak anjing Golden Retriever kesayangan mereka, Cassidy. Tubuh anjing tersebut kemudian dibekukan untuk dijadikan makanan.
Waktu terus berjalan. Hari berubah menjadi minggu, minggu menjadi bulan, hingga akhirnya lima tahun berlalu.
Selama periode tersebut, keluarga Ann dan Jason berusaha mempertahankan kehidupan normal bagi anak-anak mereka meskipun terkurung di dalam rumah. Mereka bahkan mengandalkan DVD lama untuk menghibur anak-anak dan menjalani aktivitas seperti sekolah dari rumah.
Makhluk apa yang membuat keluarga terjebak?
Setelah bertahun-tahun melakukan pengamatan, Ruth mulai menemukan petunjuk mengenai makhluk yang berada di balik fenomena tersebut.
Makhluk-makhluk itu memiliki bentuk menyerupai Cthulhu, karakter monster fiksi ciptaan penulis horor H.P. Lovecraft. Cthulhu dikenal sebagai makhluk kosmik raksasa dengan karakteristik seperti gurita dan naga yang menjadi salah satu ikon terbesar dalam karya Lovecraft.
Namun, makhluk dalam The Last House bukanlah Cthulhu itu sendiri. Mereka merupakan makhluk misterius dari laut dalam yang memiliki kemampuan mengendalikan air dan hujan.
Ruth justru tidak yakin bahwa makhluk tersebut sepenuhnya jahat.
Salah satu makhluk yang dilihatnya terlihat seperti mencoba berkomunikasi. Jason juga mengalami kejadian aneh ketika air hujan membentuk telapak tangan di kaca jendela, seolah-olah air tersebut memiliki kesadaran.
Meski demikian, makhluk-makhluk tersebut tetap menjadi ancaman bagi manusia.
Mereka membuat para penghuni lingkungan tersebut terisolasi dan akhirnya kelaparan. Salah satu makhluk bahkan menyerang seorang pelari yang berusaha mencari tempat berlindung.
Ketika sebuah makhluk kemudian masuk ke rumah keluarga tersebut, situasi menjadi semakin buruk. Air laut yang dibawanya menghancurkan tanaman yang selama ini menjadi salah satu sumber makanan keluarga.
Ruth kemudian mengemukakan teori bahwa makhluk-makhluk tersebut bukan berasal dari luar angkasa.
Menurutnya, sebagian besar lautan masih belum dieksplorasi manusia. Karena itu, legenda tentang makhluk laut seperti Leviathan atau Kraken mungkin saja memiliki dasar yang nyata.
Ruth beranggapan bahwa makhluk-makhluk tersebut bukan sedang datang untuk menaklukkan dunia manusia.
Mereka mungkin justru sedang mengambil kembali wilayah yang sebenarnya merupakan habitat mereka.
Film memberikan petunjuk yang mendukung teori tersebut melalui adegan pembuka yang memperlihatkan kawasan pesisir dipenuhi sampah dan berbagai benda buatan manusia.
Dengan demikian, kehancuran yang terjadi di Seattle dapat dibaca sebagai konsekuensi dari konflik antara manusia dan makhluk yang selama ini hidup di laut dalam.
Namun, film tidak memberikan penjelasan lengkap mengenai asal-usul makhluk tersebut ataupun alasan pasti mengapa mereka menyerang manusia.
Bagaimana ending The Last House?
Menjelang akhir film, salah satu makhluk kembali mendatangi rumah keluarga Ann dan Jason.
Kali ini, keluarga tersebut sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman tersebut. Mereka memasang berbagai jebakan di dalam rumah, menggunakan bom molotov, serta menyiapkan harpun untuk melawan makhluk itu.
Jason akhirnya berhasil menjebaknya.
Dalam situasi tersebut, Jason mengancam akan membunuh makhluk itu jika tidak membuka jalan keluar bagi keluarganya.
Namun, Ruth memohon agar ayahnya tidak membunuhnya.
Jason akhirnya memilih untuk melepaskan makhluk tersebut.
Keputusan itu kemudian menjadi titik balik bagi keluarga mereka.
Setelah makhluk tersebut dilepaskan, ia memberikan tanda kepada makhluk-makhluk lainnya. Keluarga Ann dan Jason akhirnya mendapatkan kesempatan untuk meninggalkan rumah yang telah menjadi penjara mereka selama lima tahun.
Pada saat yang sama, fondasi rumah yang selama ini menjadi bagian dari misteri akhirnya runtuh.
Hujan berhenti dan matahari kembali muncul.
Ketika keluarga tersebut keluar, mereka mendapati Seattle telah berubah secara drastis. Kota tersebut hampir sepenuhnya terendam air, dengan ketinggian air yang membuat Space Needle tampak seperti berdiri di tengah lautan.
Lima makhluk laut kemudian terlihat bergerak menjauh di atas air dalam formasi menyerupai huruf V.
Keluarga itu kemudian menemukan sebuah perahu milik tetangga mereka yang telah meninggal.
Mereka menggunakan perahu tersebut untuk meninggalkan Seattle. Perahu yang sebelumnya bernama “Seas The Day” kemudian mereka ganti namanya menjadi “Cassidy”, untuk mengenang anjing keluarga yang sebelumnya terpaksa mereka korbankan demi bertahan hidup.
Film pun berakhir dengan keluarga tersebut berlayar menuju cakrawala.
Ending The Last House memperlihatkan bahwa keluarga Ann dan Jason akhirnya berhasil keluar dari rumah yang telah mengurung mereka selama lima tahun. Namun, film sengaja membiarkan sejumlah pertanyaan tetap terbuka, terutama mengenai asal-usul makhluk laut tersebut dan apa yang akan terjadi pada manusia setelah Seattle berubah menjadi wilayah yang terendam.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

