Posted in

Ending Drama Overdo Berbeda Jauh dari Novel, Nasib Karakter Zhang Linghe Jadi Sorotan Penggemar

Bagikan

LayarHijau.com – Episode final Overdo (这一秒过火) versi fast track yang ditayangkan pada 5 Agustus menghadirkan akhir cerita yang berbeda jauh dari novel asli karya Fei Wo Si Cun, If I Hadn’t Met You in That Second (如果这一秒,我没遇见你). Perbedaan tersebut terutama terlihat pada nasib karakter Mu Rong Qingyi yang diperankan Zhang Linghe, komposisi keluarga Mu Rong Qingyi dan Ren Susu, serta arah konflik cerita.

Dalam versi drama, Mu Rong Qingyi memilih mengorbankan dirinya demi menyelamatkan banyak orang. Ia menghadapi musuh di sebuah pabrik air dan akhirnya gugur. Ren Susu yang diperankan Wang Churan kemudian hanya bisa menangis setelah membaca surat yang ditinggalkannya.

Salah satu kalimat dalam surat tersebut berbunyi, “Dulu selalu aku yang menunggumu. Kali ini, biarkan kamu yang menungguku.”

Adegan tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional dalam episode final. Namun, akhir cerita tersebut berbeda dari novel, yang memberikan nasib dan perjalanan akhir yang sangat berbeda kepada Mu Rong Qingyi.

Mu Rong Qingyi Gugur di Drama, Berbeda dengan Novel

Dalam versi drama, Mu Rong Qingyi mendapatkan akhir yang heroik. Ia pergi ke pabrik air untuk menghadapi musuh dan akhirnya mengorbankan hidupnya dalam perjuangan tersebut.

Sementara itu, Mu Rong Qingyi dalam novel tidak mengalami kematian seperti dalam drama.

Novel menceritakan bagaimana Ren Susu memilih membuat dirinya dianggap telah meninggal setelah menjalani pernikahan yang penuh konflik dengan Mu Rong Qingyi. Ia kemudian menghilang selama 17 tahun.

Setelah 17 tahun, Ren Susu kembali. Pada saat itu, Mu Rong Qingyi berada dalam kondisi kesehatan yang buruk setelah bertahun-tahun mengalami penderitaan emosional.

Pertemuan kembali mereka menjadi bagian penting dari akhir cerita novel. Keduanya memiliki kesempatan untuk menghadapi masa lalu dan menyelesaikan berbagai luka serta kesalahpahaman yang selama ini memisahkan mereka.

Dengan demikian, tragedi dalam novel tidak berbentuk kematian Mu Rong Qingyi dalam perjuangan.

Justru, kepahitan cerita terletak pada waktu yang telah hilang selama 17 tahun dan kenyataan bahwa kesempatan untuk kembali bersama datang setelah hubungan mereka mengalami begitu banyak kerusakan.

Drama mengubah tragedi tersebut menjadi pengorbanan.

Mu Rong Qingyi tidak mendapatkan kesempatan untuk menjalani pertemuan kembali seperti dalam novel. Ia justru meninggalkan Ren Susu melalui sebuah surat sebelum kisah mereka berakhir.

Dari Dua Anak Menjadi Satu Anak

Perubahan besar kedua terdapat pada keluarga Mu Rong Qingyi dan Ren Susu.

Dalam novel, pasangan tersebut memiliki dua anak, seorang putra dan seorang putri. Kisah mereka juga memiliki unsur penceritaan dari sudut pandang generasi berikutnya, sehingga hubungan Mu Rong Qingyi dan Ren Susu tidak hanya dilihat sebagai kisah pasangan, tetapi juga sebagai bagian dari sejarah keluarga.

Drama menghapus karakter anak perempuan tersebut dan hanya mempertahankan putra mereka, Le’an, yang berusia enam tahun.

Perubahan ini membuat struktur keluarga dalam versi drama berbeda dari novel.

Bagi pembaca sumber asli, penghapusan putri bukan sekadar mengurangi jumlah karakter. Keberadaan anak perempuan dalam novel memberikan perspektif tambahan terhadap hubungan kedua orang tuanya dan dampak dari pernikahan mereka terhadap generasi berikutnya.

Dari Kisah Pernikahan Tragis Menjadi Konflik Perjuangan

Perubahan ketiga menyangkut konflik utama cerita.

Novel If I Hadn’t Met You in That Second berfokus pada hubungan Mu Rong Qingyi dan Ren Susu, terutama pernikahan mereka yang penuh konflik, luka emosional, kesalahpahaman, dan konsekuensi dari hubungan tersebut.

Versi drama menambahkan konflik yang jauh lebih besar dengan memasukkan unsur perjuangan melawan penjajahan.

Menjelang ending, cerita tidak hanya berisi persoalan hubungan kedua tokoh utama. Konflik berkembang menjadi konspirasi, pengkhianatan, ancaman terhadap masyarakat, serta pengorbanan sejumlah karakter dalam menghadapi musuh.

Mu Rong Qingyi kemudian berakhir di pabrik air, sementara karakter lain juga mendapatkan alur pengorbanan masing-masing.

Perubahan tersebut membuat skala cerita drama jauh lebih luas dibandingkan novel.

Jika novel menempatkan hubungan Mu Rong Qingyi dan Ren Susu sebagai pusat tragedi, drama menggunakan kisah mereka sebagai bagian dari cerita yang juga membawa tema perjuangan dan pengorbanan demi kepentingan yang lebih besar.

Dua Versi Memberikan Tragedi yang Berbeda

Perbedaan tersebut membuat ending Overdo dan novel aslinya memiliki makna yang berbeda.

Dalam novel, tragedi Mu Rong Qingyi dan Ren Susu berkaitan dengan waktu yang terbuang, luka dalam pernikahan, serta pertemuan kembali setelah 17 tahun.

Dalam drama, tragedi mereka berujung pada pengorbanan Mu Rong Qingyi dan perpisahan permanen dengan Ren Susu.

Novel membuat Mu Rong Qingyi menghadapi konsekuensi dari hubungan masa lalunya setelah bertahun-tahun.

Drama membuatnya menutup perjalanan dengan tindakan heroik.

Karena itu, perbedaan ending bukan sekadar perubahan satu adegan. Nasib karakter utama, struktur keluarga, dan konflik yang mengantarkan mereka menuju akhir cerita semuanya telah mengalami perubahan.

Ketidakpuasan Pembaca Novel Sudah Muncul Sejak Awal Penayangan

Perdebatan mengenai perubahan cerita tersebut sebenarnya bukan baru muncul setelah episode final.

Overdo mulai tayang pada 19 Juli, dan sejak awal penonton yang mengenal novel sudah mempertanyakan besarnya perubahan dalam adaptasi.

Salah satu keluhan yang muncul menggambarkan perbedaan tersebut secara ekstrem: “Selain nama para karakternya, sudah tidak ada hubungannya dengan novel.”

Keluhan tersebut berkaitan dengan perubahan besar terhadap karakter dan konflik utama.

Dalam novel, Mu Rong Qingyi merupakan karakter yang sangat dominan dan kontroversial. Hubungannya dengan Ren Susu menjadi pusat dari kisah cinta yang penuh luka dan konflik.

Drama mengubah banyak aspek karakter tersebut dan memberikan latar belakang yang lebih tragis. Ren Susu juga dibuat lebih aktif dengan memberikan unsur balas dendam dan konflik yang tidak menjadi pusat cerita dalam novel.

Alur yang awalnya berfokus pada hubungan penuh luka kemudian diperluas dengan misteri, balas dendam, konflik keluarga, dan perjuangan melawan penjajahan.

Karena itulah sebagian pembaca merasa bahwa perubahan tersebut sudah melewati batas adaptasi dan menjadi cerita baru yang hanya menggunakan dasar karakter serta latar dari karya asli.

Kontroversi Bahkan Dimulai dari Opening

Selain perubahan cerita, Overdo juga sempat menghadapi kritik sejak episode perdana karena opening yang menggunakan teknologi AI.

Opening tersebut mendapat kritik dari penonton dan menjadi bahan pembicaraan di media sosial. Tim produksi kemudian menggantinya dengan versi baru yang menggunakan pengambilan gambar langsung.

Peristiwa tersebut memperkuat perdebatan mengenai kualitas adaptasi, meskipun persoalan opening dan perubahan cerita merupakan dua hal yang berbeda.

Bagi sebagian penggemar novel, masalah utamanya tetap terletak pada perubahan substansi cerita.

Mereka berharap hubungan dan karakter utama yang menjadi inti novel tetap dipertahankan, sementara perubahan tambahan seharusnya digunakan untuk memperluas dunia cerita, bukan mengganti fondasi utamanya.

Penonton Baru Justru Memiliki Respons Berbeda

Di sisi lain, perubahan tersebut tidak otomatis membuat semua penonton menolak drama.

Penonton yang tidak memiliki keterikatan dengan novel cenderung menilai Overdo sebagai drama yang berdiri sendiri. Alur yang lebih cepat, konflik yang lebih besar, unsur misteri, serta kisah balas dendam justru menjadi daya tarik bagi sebagian penonton.

Hal ini membuat respons terhadap drama terbagi menjadi dua kelompok.

Pembaca novel membandingkan drama dengan cerita yang mereka kenal dan mempertanyakan kesetiaan adaptasinya. Sementara penonton yang tidak membaca novel lebih banyak menilai apakah cerita versi drama mampu memberikan hiburan dan konflik yang menarik.

Dengan ditayangkannya episode final melalui fast track pada 5 Agustus, perbedaan tersebut kini semakin jelas.

Drama memberikan Mu Rong Qingyi akhir berupa pengorbanan dan perpisahan, sedangkan novel membawa karakter tersebut ke arah pertemuan kembali setelah 17 tahun.

Pada akhirnya, Overdo menghadirkan dua versi cerita dengan titik akhir yang sangat berbeda: novel menempatkan tragedi pada luka hubungan dan waktu yang hilang, sementara drama mengubahnya menjadi kisah pengorbanan di tengah konflik perjuangan.

Perbedaan itulah yang kini kembali menjadi sorotan pembaca novel setelah cerita versi drama resmi mencapai ending.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted