LayarHijau.com – Kasus hilangnya influencer China Athena Liya, yang memiliki nama asli Kong Limei (孔丽梅), kembali menjadi sorotan setelah terungkapnya perkembangan penyelidikan terhadap sindikat penculikan lintas negara yang diduga beroperasi di Filipina. Athena disebut telah menjadi korban penculikan dan pembunuhan setelah dijebak untuk pergi ke Manila oleh sahabat dekatnya sendiri.
Athena dikenal sebagai influencer dengan jutaan pengikut di media sosial China. Perempuan kelahiran 1995 tersebut sebelumnya pernah meraih posisi ketiga dalam ajang Miss World Macau 2021 sebelum kemudian semakin dikenal sebagai figur internet.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Kasusnya menjadi perhatian setelah Athena menghilang pada Juni 2023. Selama bertahun-tahun, berbagai rumor mengenai keberadaannya beredar, termasuk klaim bahwa ia telah dijual ke Kamboja dan dipaksa bekerja di tempat hiburan malam.
Namun, perkembangan kasus sindikat penculikan yang melibatkan Liu Hanwen (刘瀚文) kembali membuka kemungkinan bahwa Athena sebenarnya telah tewas tidak lama setelah diculik di Filipina.
Dijebak sahabat sendiri untuk pergi ke Manila
Menurut laporan yang beredar, rencana terhadap Athena bermula dari kedekatannya dengan Li Yifei (李一菲), perempuan yang disebut telah membangun hubungan persahabatan dengannya sejak 2023.
Li Yifei disebut memperkenalkan diri sebagai perempuan dari keluarga berada dan sengaja membangun citra kehidupan mewah. Keduanya kemudian semakin dekat hingga pernah bepergian bersama ke London dan menjalani keseharian layaknya sahabat karib.
Pada akhir Mei 2023, Li Yifei disebut mengajak Athena pergi ke Manila untuk menenangkan diri setelah mengalami masalah percintaan. Ada pula laporan yang menyebut perjalanan tersebut dikaitkan dengan pekerjaan pemotretan atau iklan.
Athena awalnya sempat menolak karena kesibukan pekerjaan. Namun, setelah terus dibujuk, ia akhirnya menyetujui ajakan tersebut.
Li Yifei disebut telah meyakinkan Athena bahwa dirinya juga akan pergi ke Manila. Bahkan, menurut laporan yang beredar, berbagai persiapan perjalanan telah dilakukan sehingga Athena tidak memiliki alasan untuk mencurigai adanya jebakan.
Pada 16 Juni 2023, Athena kemudian terbang seorang diri menuju Manila.
Li Yifei justru membatalkan keberangkatannya setelah Athena berada di pesawat dengan alasan memiliki urusan keluarga. Ia disebut tetap mengatur seseorang untuk menjemput Athena setibanya di Filipina.
Namun, menurut hasil penyelidikan yang dilaporkan sejumlah media, keberangkatan Athena tersebut diduga memang telah dirancang sebagai bagian dari operasi penculikan. Li Yifei disebut memberikan informasi mengenai jadwal penerbangan dan data pribadi Athena kepada kelompok kriminal yang berada di Filipina.
Athena langsung diculik setelah tiba di Manila
Setelah pesawat Athena mendarat di Manila, ia disebut langsung didatangi sejumlah pria dan dibawa secara paksa menggunakan kendaraan.
Komunikasi Athena dengan keluarga kemudian terputus. Kelompok penculik disebut menyita perangkat komunikasinya dan menahannya di sebuah lokasi yang tidak diketahui.
Tidak lama kemudian, para penculik menggunakan akun komunikasi Athena untuk menghubungi keluarganya.
Mereka mengarang cerita bahwa Athena memiliki utang judi dalam jumlah besar di kasino dan meminta keluarga membayar uang tebusan agar dirinya dibebaskan.
Jumlah uang yang diminta mencapai US$800.000, atau sekitar Rp14,5 miliar berdasarkan kurs sekitar Rp18.100 per US$1 pada akhir Juli 2026.
Keluarga Athena disebut tidak sepenuhnya percaya dengan cerita mengenai utang judi tersebut. Orang-orang yang mengenalnya juga mengetahui bahwa Athena bukan seseorang yang dikenal gemar berjudi.
Namun, kelompok penculik disebut turut mengirimkan foto yang menunjukkan Athena dalam kondisi mengenaskan. Keluarganya akhirnya berusaha mengumpulkan uang yang diminta dan melakukan pembayaran secara bertahap.
Sejumlah laporan bahkan menyebut keluarga Athena sampai harus menjual aset untuk memenuhi tuntutan tersebut.
Uang tebusan dibayar, Athena tetap dibunuh
Harapan keluarga bahwa pembayaran tebusan akan membuat Athena dibebaskan ternyata tidak terwujud.
Menurut laporan yang muncul setelah perkembangan penyelidikan terhadap kelompok Liu Hanwen, sindikat tersebut diduga tetap membunuh Athena setelah menerima uang tebusan.
Laporan yang beredar menyebut kelompok tersebut tidak berniat membebaskan korban sejak awal karena khawatir Athena telah mengetahui terlalu banyak mengenai cara kerja jaringan mereka. Setelah menerima uang, korban disebut kemudian dibunuh dan jenazahnya dibuang.
Klaim mengenai nasib Athena ini muncul setelah Liu Hanwen, yang disebut sebagai salah satu pemimpin utama sindikat penculikan tersebut, ditangkap di Amerika Serikat dan kemudian dipulangkan ke China.
Pada 20 Juli 2026, Kementerian Keamanan Publik China mengumumkan bahwa tersangka utama kasus penculikan dan pembunuhan warga China di luar negeri dengan nama keluarga Liu telah diserahkan kepada kepolisian China setelah menjalani proses di Amerika Serikat. Laporan Caixin menyebut kasus Liu berkaitan dengan penculikan dan pembunuhan dua eksekutif perusahaan China di Filipina pada Juni 2024 serta penyelidikan lintas negara yang melibatkan China, Filipina, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
Sejumlah laporan kemudian mengaitkan jaringan tersebut dengan hilangnya Athena pada 2023. Media yang memberitakan perkembangan ini menyebut Athena sebagai salah satu korban lain yang diduga dibunuh oleh kelompok tersebut.
Rumor Athena dijual ke Kamboja diduga hanya pengalih perhatian
Setelah Athena menghilang, muncul berbagai kabar mengenai keberadaannya.
Salah satu rumor yang paling banyak beredar menyebut Athena telah dijual ke Kamboja dan dipaksa bekerja di tempat hiburan malam. Informasi tersebut sempat membuat publik menduga Athena menjadi korban perdagangan manusia.
Namun, laporan terbaru menyebut cerita tersebut justru diduga merupakan bagian dari upaya sindikat untuk mengalihkan perhatian.
Kelompok penculik disebut sengaja menyebarkan informasi palsu mengenai Athena agar keluarga, publik, dan aparat mencari korban ke arah yang salah. Dengan demikian, keberadaan Athena dan nasib sebenarnya dapat disembunyikan lebih lama.
Selama lebih dari tiga tahun, keberadaan Athena pun tetap menjadi misteri.
Li Yifei masih menjadi buronan
Di tengah terbongkarnya jaringan penculikan tersebut, keberadaan Li Yifei menjadi salah satu pertanyaan terbesar.
Menurut laporan yang beredar, Li Yifei diduga berperan sebagai pihak yang mendekati Athena, membangun kepercayaan, mengatur perjalanan ke Filipina, serta memberikan informasi mengenai korban kepada jaringan penculik.
Dengan kata lain, Athena diduga tidak menjadi korban secara acak. Ia disebut sengaja dipilih dan dijebak melalui orang yang sudah dipercayainya sebagai sahabat.
Setelah Athena menghilang, Li Yifei disebut menghapus akun-akun media sosialnya dan menghilang. Hingga Agustus 2026, ia masih disebut belum ditangkap.
Penting dicatat bahwa nama Li Yifei sebagai pihak yang menjebak Athena berasal dari laporan mengenai perkembangan kasus dan belum dapat disamakan dengan putusan pengadilan terhadap dirinya.
Terbongkarnya jaringan penculikan lintas negara
Kasus Athena juga berkaitan dengan penyelidikan yang lebih luas terhadap jaringan Liu Hanwen.
Liu disebut melarikan diri ke Amerika Serikat setelah kasus penculikan dan pembunuhan di Filipina pada 2024. Penyelidikan kemudian melibatkan aparat dari sejumlah negara.
Salah satu anggota jaringan, yang menggunakan nama samaran Li Na, dilaporkan ditangkap di Korea Selatan pada September 2024. Penangkapan tersebut menjadi salah satu bagian dari penyelidikan lintas negara terhadap kelompok tersebut.
Sementara itu, Liu akhirnya ditangkap di Amerika Serikat dan pada 20 Juli 2026 dipulangkan ke China untuk menghadapi proses hukum. Media China melaporkan bahwa penyelidikan terhadap jaringan tersebut masih mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam lebih banyak kasus penculikan.
Perkembangan tersebut kemudian membuat kasus Athena kembali diperbincangkan. Setelah selama bertahun-tahun keluarganya tidak mengetahui nasibnya, laporan mengenai penyelidikan sindikat Liu kini mengarah pada dugaan bahwa Athena telah meninggal sejak 2023.
Jika rangkaian laporan tersebut terbukti melalui proses penyidikan dan persidangan, kasus Athena menjadi contoh ekstrem bagaimana jaringan kriminal dapat memanfaatkan hubungan personal untuk menjebak korban.
Dalam kasus ini, orang yang dipercaya sebagai sahabat justru diduga menjadi pintu masuk menuju jaringan penculikan, sementara keluarga korban telah membayar uang tebusan sekitar US$800.000 atau Rp14,5 miliar, tetapi Athena tetap tidak kembali.
Hingga kini, nasib Li Yifei dan sejauh mana keterlibatannya dalam operasi tersebut masih menjadi bagian penting yang harus diungkap aparat.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


