LayarHijau.com – Kebijakan China yang menghapus batas maksimal 40 episode untuk drama kembali menjadi perbincangan setelah topik “batas 40 episode drama panjang dihapus” mendadak masuk dalam daftar pencarian terpopuler di Weibo.
Menariknya, kebijakan tersebut sebenarnya bukan aturan baru. Penghapusan batas 40 episode merupakan bagian dari kebijakan National Radio and Television Administration (NRTA) China bertajuk “Sejumlah Langkah untuk Lebih Memperkaya Konten di Layar Televisi dan Mendorong Penyediaan Konten Audiovisual Radio dan Televisi”, yang dikenal sebagai “21 Langkah Radio dan Televisi”.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Kebijakan tersebut telah diterbitkan pada Agustus 2025. Dengan demikian, ketika pembahasannya kembali ramai di Weibo pada Agustus 2026, aturan tersebut sebenarnya sudah berjalan selama sekitar satu tahun.
Kemunculan kembali kebijakan lama ini kemudian memicu perdebatan di kalangan warganet. Respons mereka tidak sepenuhnya negatif ataupun positif karena persoalannya berkaitan dengan bagaimana sebuah cerita seharusnya menentukan jumlah episode yang dibutuhkan.
Batas 40 Episode Dihapus
Salah satu perubahan utama dalam “21 Langkah Radio dan Televisi” adalah penghapusan batas keras 40 episode untuk satu drama.
Sebelumnya, batas tersebut dapat membuat cerita dengan alur yang membutuhkan ruang lebih panjang harus disesuaikan dengan jumlah episode yang tersedia. Akibatnya, muncul kekhawatiran bahwa bagian tertentu dari cerita harus dipadatkan atau bahkan dipotong agar keseluruhan drama dapat memenuhi ketentuan jumlah episode.
Dengan aturan baru, drama tidak lagi dibatasi harus berhenti pada 40 episode. Selama naskah secara keseluruhan lolos proses pemeriksaan dan memenuhi persyaratan yang berlaku, sebuah produksi dapat memiliki jumlah episode lebih banyak apabila memang dibutuhkan oleh ceritanya.
Kebijakan tersebut pada dasarnya memberikan keleluasaan kepada kreator untuk menentukan panjang cerita berdasarkan kebutuhan materi, bukan semata-mata berdasarkan batas jumlah episode.
Selain penghapusan batas episode, “21 Langkah Radio dan Televisi” juga memberikan sejumlah kelonggaran lain. Drama yang dibuat dalam beberapa musim tidak lagi harus memiliki jeda satu tahun secara wajib sehingga platform dapat menyesuaikan jadwal penayangan dengan kondisi pasar.
Aturan mengenai proporsi drama kostum di slot prime time televisi dan halaman utama platform juga dilonggarkan. Kebijakan tersebut turut membuka peluang untuk mengadaptasi karya-karya unggulan dari luar negeri, termasuk karya Jepang dan Korea Selatan.
Untuk drama berbentuk antologi dan sitcom, pemerintah juga melakukan uji coba mekanisme pemeriksaan secara bertahap. Dalam skema tersebut, episode dapat diajukan untuk pemeriksaan secara bertahap sehingga proses produksi dan penayangan menjadi lebih fleksibel.
Warganet Terbelah soal Panjang Pendeknya Cerita
Penghapusan batas 40 episode kemudian memunculkan dua pandangan yang berbeda di kalangan penonton.
Di satu sisi, ada warganet yang menganggap penghapusan batas tersebut sebagai langkah yang sudah lama dibutuhkan. Mereka menilai cerita seharusnya memiliki jumlah episode sesuai kebutuhan alurnya. Jika sebuah kisah membutuhkan lebih dari 40 episode untuk diceritakan secara utuh, tidak seharusnya bagian penting dari cerita dipotong hanya demi memenuhi batas episode.
Pandangan tersebut berkaitan dengan kritik yang selama ini muncul terhadap sejumlah drama yang dianggap terlalu banyak memangkas atau memadatkan alur cerita.
Namun, di sisi lain, sebagian warganet justru khawatir penghapusan batas tersebut dapat menjadi celah bagi produksi drama yang terlalu panjang. Kekhawatiran mereka bukan terhadap cerita panjang itu sendiri, melainkan terhadap kemungkinan sebuah drama menambah episode tanpa benar-benar memiliki materi cerita yang kuat.
Salah satu komentar yang ramai dibahas menyebut bahwa jika drama kini diperbolehkan memiliki lebih dari 40 episode, penonton bahkan tidak berani membayangkan seberapa banyak bagian yang nantinya akan digunakan sebagai pengisi.
Warganet lainnya menilai jumlah episode sebenarnya bukan persoalan utama.
Ada yang berpendapat bahwa drama dengan 70 episode tetap bisa menjadi tontonan menarik jika ceritanya kuat, sementara drama 16 episode sekalipun dapat terasa buruk jika alurnya tidak menarik.
Dengan kata lain, perdebatan yang muncul bukan sekadar mengenai apakah drama seharusnya memiliki 40 episode atau lebih, tetapi mengenai apakah panjang sebuah drama benar-benar sesuai dengan kebutuhan ceritanya.
Sebagian warganet juga menyoroti bahwa dokumen yang kini kembali viral tersebut sebenarnya sudah diterbitkan pada tahun sebelumnya. Karena itu, mereka mempertanyakan mengapa kebijakan yang telah berjalan selama sekitar satu tahun baru kembali menjadi topik besar di Weibo.
Drama Panjang Tetap Bisa Menarik Penonton
Meski perdebatan mengenai jumlah episode terus berlangsung, data penonton menunjukkan bahwa drama dengan cerita panjang tidak otomatis kehilangan daya tarik.
Berdasarkan laporan China Viewing Big Data (CVB) mengenai performa drama televisi domestik pada paruh pertama 2026 yang dirilis National Radio and Television Administration pada Juli, sejumlah drama dengan durasi panjang tetap mencatat performa kuat.
Drama The Lead (《主角》), misalnya, disebut menduduki posisi pertama dalam daftar rating drama televisi nasional pada slot prime time CCTV.
Sementara itu, Good Times Together (《好好的时光》) dan Swords into Plowshares (《太平年》) juga masuk jajaran teratas, masing-masing berada di posisi kedua dan ketujuh. The Lead dan Swords into Plowshares masing-masing memiliki 48 episode.
Data tersebut menunjukkan bahwa panjang sebuah drama tidak dengan sendirinya menentukan apakah sebuah produksi akan berhasil atau tidak. Drama dengan jumlah episode banyak tetap dapat menarik perhatian apabila cerita, karakter, dan eksekusinya mampu mempertahankan minat penonton.
Bukan Soal Panjang atau Pendek, tetapi Kualitas Cerita
Pada akhirnya, penghapusan batas 40 episode tidak berarti semua drama China harus dibuat lebih panjang.
Justru, kebijakan tersebut memberikan kesempatan kepada kreator untuk menentukan durasi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan cerita. Kisah yang memang membutuhkan ruang lebih panjang tidak perlu dipadatkan hanya demi memenuhi batas episode, sementara cerita yang dapat diselesaikan dengan lebih singkat juga tidak memiliki alasan untuk diperpanjang tanpa kebutuhan naratif.
Perdebatan warganet memperlihatkan bahwa penonton sebenarnya tidak sekadar mempermasalahkan jumlah episode. Mereka menginginkan cerita yang terasa utuh, tetapi pada saat yang sama tidak ingin dipaksa menonton episode tambahan yang hanya berfungsi memperpanjang durasi.
Kekhawatiran tersebut menjadi semakin relevan di tengah persaingan dengan drama daring, microdrama, dan konten berbasis AI yang menawarkan cerita dengan durasi jauh lebih singkat.
Karena itu, penghapusan batas 40 episode pada akhirnya hanya menyelesaikan persoalan mengenai ruang bagi sebuah cerita. Apakah kelonggaran tersebut akan menghasilkan drama yang lebih utuh atau justru produksi yang terlalu panjang tetap bergantung pada kualitas naskah dan keputusan kreatif masing-masing tim produksi.
Bagi penonton, persoalannya sederhana: bukan berapa banyak episode yang dimiliki sebuah drama, melainkan apakah setiap episode memang layak ada.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


