Posted in

Gaji Bintang Drama Pendek China Dikatakan Turun Hingga 90%, AI Jadi Salah Satu Penyebabnya?

Bagikan

Film crew shooting a scene with professional video camera and actress outdoors on a sunny day.

LayarHijau.com – Perbincangan tentang “musim dingin drama pendek” di industri hiburan China baru-baru ini ramai di media sosial. Tagar seperti “musim dingin drama pendek” dan “aktor drama pendek menganggur” bahkan sempat naik ke daftar trending dan memicu perhatian luas dari dalam maupun luar industri.

Menurut berbagai laporan yang beredar, kondisi ini dipicu oleh dua faktor besar. Di satu sisi, sejumlah platform utama seperti Hongguo Short Drama Platform dikabarkan mulai menyesuaikan strategi mereka dengan menghentikan secara massal proyek drama pendek live action. Akibatnya, jumlah produksi langsung turun hingga sekitar 50 persen. Selain itu, sistem pembagian keuntungan dengan jaminan minimum juga dilaporkan dihapus, sehingga ruang hidup bagi proyek drama pendek dengan aktor manusia semakin tertekan.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Di sisi lain, kemajuan teknologi AI dalam produksi drama pendek disebut membawa perubahan besar. Biaya produksi drama berbasis AI kini disebut bisa ditekan hingga kurang dari 1 persen dibandingkan drama dengan aktor manusia. Banyak perusahaan produksi akhirnya memilih beralih ke proyek AI untuk menekan risiko sekaligus meningkatkan potensi keuntungan. Dampaknya, permintaan produksi drama pendek dengan aktor manusia turun tajam dan membuat banyak aktor kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Gaji Aktor Turun Drastis

Salah satu pelaku industri drama pendek bernama Tian Jing mengatakan bahwa situasi ini sebenarnya belum bisa sepenuhnya disebut sebagai “musim dingin”, melainkan masa menunggu arah baru industri.

Menurutnya, banyak orang di industri sedang menunggu kepastian terkait aturan dan kebijakan baru. Proyek drama pendek memang masih berjalan, dan beberapa tim produksi tetap memulai syuting. Namun, ritme produksi kini menjadi jauh lebih lambat dan keputusan untuk memulai proyek baru dilakukan dengan lebih hati-hati.

Meski begitu, dampak AI terhadap industri tetap terasa jelas, terutama pada jumlah produksi dan bayaran aktor.

Tian Jing mengungkapkan bahwa sebelumnya ada aktor yang bisa mematok tarif sekitar 20.000 hingga 30.000 yuan per hari (sekitar Rp49 juta hingga Rp73 juta). Namun sekarang, ketika kesempatan kerja semakin sedikit, banyak dari mereka bahkan bersedia menerima bayaran hanya 2.000 hingga 3.000 yuan per hari (sekitar Rp4,9 juta hingga Rp7,3 juta).

Jika dibandingkan dengan tarif sebelumnya, penurunan ini berarti bayaran beberapa aktor drama pendek bisa turun hingga sekitar 90 persen.

Ia juga mengatakan bahwa permintaan terhadap aktor memang menurun cukup drastis. Jika dulu setiap hari bisa ada puluhan hingga ratusan tim produksi yang memulai syuting, kini jumlah tersebut jauh berkurang.

AI Mengubah Perhitungan Biaya Produksi

Selain berkurangnya jumlah produksi, banyak pelaku industri juga menaruh perhatian besar pada peluang yang dibawa oleh AI.

Menurut Tian Jing, biaya produksi satu drama pendek live action bisa digunakan untuk membuat jauh lebih banyak drama AI. Sebagai contoh, satu drama pendek live action dengan biaya minimal sekitar 300 ribu yuan (sekitar Rp735 juta) bisa setara dengan produksi sekitar sepuluh drama AI.

Dengan biaya yang sama, proyek AI dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan potensi pendapatannya tidak selalu lebih rendah. Dari sudut pandang bisnis, hal ini membuat banyak produser lebih tertarik untuk mengembangkan drama berbasis AI.

Menariknya, meskipun ia sendiri bekerja di proyek live action, Tian Jing mengakui bahwa drama pendek AI memang memiliki daya tarik tersendiri.

Ia mengatakan bahwa drama AI biasanya memiliki ritme cerita yang sangat cepat dan mudah ditonton dalam waktu singkat. Format seperti ini dianggap cocok untuk mengisi waktu luang karena penonton bisa langsung menonton tanpa perlu mengikuti cerita panjang.

Bukan Hanya Karena AI

Sementara itu, seorang produser bernama Hong Bei menilai bahwa penyebab kondisi sulit yang dialami industri drama pendek tidak hanya karena AI. Menurutnya, faktor yang lebih mendasar adalah berakhirnya masa “bonus industri” yang sebelumnya membuat banyak proyek mudah menghasilkan keuntungan.

Ia menjelaskan bahwa pada masa awal, investasi sekitar 600 ribu yuan (sekitar Rp1,47 miliar) masih bisa menghasilkan pendapatan hingga 1 juta yuan (sekitar Rp2,45 miliar). Namun sekarang, ada proyek dengan investasi yang sama yang hanya menghasilkan sekitar 10 ribu yuan (sekitar Rp24,5 juta). Bahkan ada juga proyek dengan investasi 870 ribu yuan (sekitar Rp2,13 miliar) yang hanya menghasilkan sekitar 40 ribu yuan (sekitar Rp98 juta).

Hong Bei juga menilai bahwa dalam beberapa tahun terakhir terlalu banyak pihak dari luar industri yang ikut masuk tanpa pengalaman yang cukup. Dengan ambang masuk yang sangat rendah, banyak proyek dibuat tanpa standar profesional yang jelas. Situasi ini membuat kondisi industri berubah drastis, dari sebelumnya mayoritas proyek menghasilkan keuntungan menjadi justru mayoritas mengalami kerugian.

Ketika banyak investor mengalami kerugian, jumlah produksi otomatis berkurang, yang pada akhirnya membuat aktor semakin sulit mendapatkan peran. Ditambah lagi dengan penghapusan jaminan pembagian keuntungan dari platform serta sistem penilaian yang semakin ketat, ruang keuntungan bagi rumah produksi kecil semakin menyempit. Kehadiran drama AI kemudian memperparah tekanan tersebut.

AI dan Aktor Manusia Diprediksi Akan Berdampingan

Meski demikian, Hong Bei percaya bahwa drama AI merupakan tren teknologi yang tidak bisa dihindari.

Ia menilai biaya produksi AI yang semakin rendah, proses produksi yang cepat, serta kemampuan menciptakan karakter dengan tampilan ideal membuat teknologi ini semakin menarik bagi produser. Seiring waktu, penonton juga mulai terbiasa dengan format tersebut, bahkan bisa jadi lebih menyukai karakter ideal yang diciptakan oleh AI.

Dalam jangka panjang, ia memprediksi bahwa jumlah drama AI kemungkinan akan jauh melampaui drama dengan aktor manusia, sehingga peluang kerja bagi banyak aktor drama pendek biasa bisa semakin terbatas.

Namun ia juga menegaskan bahwa drama dengan aktor manusia tidak akan benar-benar menghilang.

Menurutnya, kebutuhan akan konten hiburan selalu ada, hanya bentuknya yang terus berubah. Dari teater panggung hingga film, serial televisi, drama online, hingga drama pendek, semuanya menunjukkan bahwa industri hiburan selalu beradaptasi dengan teknologi baru.

Hong Bei mengatakan bahwa AI kemungkinan hanya akan menggantikan aktor yang tidak memiliki kemampuan akting kuat atau karakter yang menonjol. Sementara itu, aktor dengan kemampuan akting, daya tarik personal, dan kemampuan menyampaikan emosi tetap memiliki nilai yang tidak mudah digantikan oleh teknologi.

Pandangan serupa juga disampaikan oleh Tian Jing. Ia menilai bahwa drama AI dan drama pendek dengan aktor manusia kemungkinan besar akan terus hidup berdampingan.

Menurutnya, drama AI biasanya menonjol dalam tempo cerita yang cepat, emosi yang intens, dan format yang sangat langsung. Namun format tersebut juga cenderung mengikuti pola yang sama. Sebaliknya, drama dengan aktor manusia memiliki kekuatan pada ekspresi emosi, detail akting, dan kejutan cerita yang lebih kompleks.

Ia memprediksi bahwa di masa depan drama pendek live action akan terbagi menjadi dua jenis. Pertama adalah produksi dengan biaya besar yang mengandalkan kualitas cerita dan produksi. Kedua adalah proyek kecil dengan biaya rendah yang mencoba menghasilkan keuntungan dengan strategi produksi yang lebih efisien.

Dalam konteks ini, proyek kecil dengan biaya rendah kemungkinan akan paling terdampak oleh perkembangan AI, sementara drama berkualitas tinggi mungkin tetap memiliki ruang tersendiri di pasar.

Tian Jing juga menambahkan bahwa meskipun terlihat menjanjikan, industri drama AI juga tidak mudah dimasuki oleh semua pihak.

Ketika perusahaan besar dan tim teknologi profesional mulai terlibat, studio kecil atau tim amatir akan kesulitan bersaing. Ia bahkan mengibaratkan persaingan tersebut seperti siswa sekolah dasar yang harus bersaing dengan peneliti tingkat doktoral.

Menghadapi perubahan besar ini, Tian Jing memilih untuk tidak terburu-buru terjun ke produksi drama AI. Ia justru mempertimbangkan untuk kembali fokus pada produksi film, serial televisi, dan drama online berdurasi panjang.

Menurutnya, popularitas drama pendek dalam dua tahun terakhir membuat terlalu banyak orang masuk ke industri tersebut. Ketika tren mulai berubah, kondisi ini justru menjadi kesempatan untuk kembali ke bidang produksi video panjang yang dianggap lebih stabil dan matang.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *