Posted in

The Early Spring Jadi Sorotan, Apakah Intimacy Coordinator Sudah Umum Digunakan dalam Drama China?

Bagikan

LayarHijau.com – Kehadiran intimacy coordinator atau koordinator adegan intim dalam The Early Spring (《早春晴朗》) memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana sebenarnya drama China menangani adegan ciuman, pelukan dan adegan intim lainnya selama proses syuting.

Drama yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian tersebut disebut sebagai drama China daratan pertama yang secara resmi melibatkan intimacy coordinator dalam proses produksinya.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Sosok yang dipercaya menangani pekerjaan tersebut adalah aktris Taiwan Tsai Jia-yin (蔡嘉茵), yang sebelumnya pernah terlibat sebagai intimacy coordinator dalam serial Taiwan Netflix Let’s Talk About CHU (《愛愛內含光》). Tsai Jia-yin juga dikenal sebagai pemeran utama film Heavy Craving (《大餓》), yang membuatnya meraih penghargaan Best New Actor di Taipei Film Awards 2019.

Lantas, apakah penggunaan intimacy coordinator sudah menjadi hal yang umum dalam drama China?

Belum.

The Early Spring dan Kehadiran Intimacy Coordinator

The Early Spring diadaptasi dari novel berjudul sama karya Gu Niang Bie Ku (姑娘别哭) di Jinjiang Literature City.

Ceritanya berpusat pada Shang Zhi Tao (Sun Qian), seorang perempuan yang baru memasuki dunia kerja, dan Luan Nian (Jing Boran), atasannya yang dikenal tajam dan keras.

Hubungan keduanya kemudian berkembang dari hubungan antara atasan dan bawahan menjadi hubungan rahasia yang berlangsung selama enam tahun. Karena cerita tersebut mengeksplorasi hubungan romantis, ketertarikan fisik dan tarik-ulur emosional antara dua karakter dewasa, adegan intim menjadi bagian yang perlu dirancang secara khusus.

Di sinilah Tsai Jia-yin dilibatkan sebagai intimacy coordinator atau koordinator adegan intim.

Profesi ini bukan sekadar orang yang mengajari aktor bagaimana melakukan adegan ciuman. Intimacy coordinator merupakan profesional yang membantu sutradara dan aktor merencanakan adegan yang melibatkan kontak fisik intim agar koreografi, batasan dan tujuan adegan sudah dibicarakan sebelum kamera mulai merekam.

Dalam pekerjaan tersebut, koordinator dapat membaca naskah, memahami hubungan antarkarakter, kemudian berdiskusi dengan sutradara mengenai bagaimana sebuah adegan seharusnya menyampaikan emosi dan perkembangan hubungan.

Setelah itu, gerakan fisik dapat dirancang dan diuji terlebih dahulu. Tsai Jia-yin pernah menjelaskan proses kerja yang melibatkan pemeran pengganti untuk mencoba posisi dan gerakan sebelum aktor utama masuk ke tahap latihan.

Detail posisi tubuh dan titik kontak kemudian dapat didokumentasikan sehingga semua pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai koreografi adegan.

Dengan demikian, intimacy coordinator tidak menggantikan sutradara. Sutradara tetap menentukan kebutuhan artistik sebuah adegan, sedangkan koordinator membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam gerakan fisik yang terencana dan disepakati.

Bukan Untuk Membuat Adegan Lebih Vulgar

Keberadaan intimacy coordinator juga tidak otomatis berarti The Early Spring ingin menampilkan adegan yang lebih berani.

Justru fokusnya adalah bagaimana adegan intim dapat digunakan untuk menggambarkan perubahan hubungan kedua karakter.

Tsai Jia-yin menjelaskan bahwa dinamika antara Shang Zhi Tao dan Luan Nian berubah sepanjang cerita.

Pada awalnya, posisi kekuasaan keduanya relatif seimbang. Namun, ketika sisi tidak percaya diri Shang Zhi Tao mulai terlihat, dinamika tersebut ikut berubah.

Kemudian, ketika Luan Nian menyadari bahwa dirinya semakin bergantung kepada Shang Zhi Tao, hubungan mereka kembali mengalami perubahan.

Perubahan semacam itu dapat diterjemahkan melalui bahasa tubuh.

Jarak antara dua karakter, posisi tangan, cara menyentuh, durasi tatapan, ritme gerakan dan berbagai detail kecil lainnya dapat digunakan untuk menunjukkan perubahan hubungan tanpa harus mengandalkan keterbukaan tubuh.

Dengan kata lain, intimacy coordinator membantu memastikan bahwa kontak fisik bukan sekadar “gerakan romantis”, tetapi memiliki fungsi dalam cerita.

Mengapa Profesi Ini Belum Umum di Drama China?

Penggunaan intimacy coordinator masih relatif baru dalam drama China daratan.

Salah satu alasannya berkaitan dengan bagaimana industri sebelumnya menangani adegan semacam ini. Ketika belum ada profesional khusus untuk menangani adegan intim, pengarahan biasanya dilakukan oleh sutradara berdasarkan kebutuhan adegan dan pengalaman mereka.

Artinya, ketika sebuah adegan membutuhkan aktor untuk berpelukan, berciuman atau melakukan kontak fisik tertentu, sutradara dapat memberikan arahan secara langsung kepada para pemeran.

Model tersebut tentu tidak berarti selalu bermasalah. Banyak adegan dapat diselesaikan tanpa persoalan.

Namun, pendekatan tersebut juga membuat batas antara kebutuhan artistik dan batas fisik aktor lebih bergantung pada komunikasi antara sutradara dan pemeran di lokasi syuting.

Kehadiran intimacy coordinator menawarkan lapisan profesional tambahan: kebutuhan artistik tetap berasal dari sutradara, tetapi proses menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi kontak fisik dapat ditangani oleh orang yang memang memiliki keahlian khusus dalam adegan intim.

Tiga Contoh Kasus di Drama China

Kondisi tersebut dapat dilihat lebih jelas melalui beberapa contoh produksi drama China yang menghadapi persoalan berbeda dalam menangani adegan intim, yakni The First Jasmine (《莫离》), Dazzling (《耀眼》), dan Veil of Shadows (《月鳞绮纪》).

Ketiganya menunjukkan bahwa persoalan adegan intim dalam drama China bukan hanya mengenai bagaimana adegan tersebut dimainkan oleh aktor, tetapi juga bagaimana adegan tersebut diarahkan, dibatasi dan akhirnya disesuaikan dengan proses produksi.

The First Jasmine

Dalam The First Jasmine (《莫离》), yang dibintangi Bai Lu dan Cheng Lei, salah satu adegan ciuman disebut awalnya dirancang dengan gerakan yang dikenal sebagai “koala hug”.

Dalam posisi tersebut, pemeran pria menopang bagian pinggang pemeran wanita dan mengangkat tubuhnya.

Namun, gerakan tersebut kemudian diubah karena pertimbangan terkait proses pemeriksaan. Versi yang lebih konservatif akhirnya digunakan, dengan tangan pemeran pria hanya melingkari pinggang pemeran wanita.

Kasus ini memperlihatkan bahwa koreografi adegan intim yang dirancang ketika syuting belum tentu dapat dipertahankan sampai versi final yang ditayangkan.

Dazzling

Contoh lain adalah Dazzling (《耀眼》), drama yang dibintangi Guan Xiaotong dan Li Yunrui.

Dalam materi yang menjadi dasar pembahasan ini, salah satu potongan adegan ciuman Dazzling disebut sempat mendapatkan perhatian besar di platform video pendek, dengan jumlah penayangan harian mencapai sekitar 230 juta.

Namun, ketika memasuki proses pemeriksaan, durasi adegan intim tersebut disebut terlalu panjang sehingga harus mengalami perubahan hingga tiga kali.

Akibatnya, adegan ciuman dalam versi yang akhirnya ditayangkan mengalami pemotongan.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara adegan yang dibuat dan direkam oleh tim produksi dengan adegan yang akhirnya dilihat penonton.

Veil of Shadows

Sementara itu, Veil of Shadows (《月鳞绮纪》) memberikan contoh yang berbeda, yakni persoalan mengenai siapa yang memberikan arahan secara langsung ketika tidak ada intimacy coordinator.

Pada Maret 2025, sebuah video dari lokasi syuting drama tersebut memperlihatkan sutradara Guo Jingming memberikan arahan adegan kepada Ju Jingyi.

Dalam video tersebut, posisi tubuh Guo Jingming terlihat hampir seperti memeluk sang aktris, sementara sikunya berada di bagian cekungan pinggang Ju Jingyi.

Sebagian warganet menganggap kontak fisik tersebut masih merupakan bagian dari pengarahan gerakan dalam sebuah adegan. Namun, sebagian lainnya menilai tindakan tersebut sudah melewati batas.

Perdebatan tersebut tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa Guo Jingming melakukan pelanggaran. Persoalan yang muncul adalah batas antara pengarahan profesional dan kontak fisik yang dianggap tidak perlu atau membuat aktor tidak nyaman.

Di sinilah kasus tersebut relevan dengan pembahasan mengenai intimacy coordinator.

Ketika tidak ada profesional khusus, sutradara dapat menjadi pihak yang secara langsung menjelaskan atau memperagakan kebutuhan gerakan kepada aktor. Hal tersebut dapat berjalan dengan baik selama batas dan kebutuhan adegan dipahami semua pihak, tetapi juga dapat menimbulkan perdebatan mengenai sejauh mana kontak fisik diperlukan.

Apa yang Berubah dengan Adanya Intimacy Coordinator?

Perbedaan utama bukanlah siapa yang memiliki keputusan artistik.

Sutradara tetap bertanggung jawab menentukan bagaimana sebuah adegan harus terasa dan apa yang ingin disampaikan kepada penonton.

Perbedaannya adalah adanya profesional khusus yang membantu mengubah gagasan tersebut menjadi koreografi fisik.

Misalnya, jika sutradara menginginkan sebuah adegan menunjukkan bahwa karakter pria mulai kehilangan kendali emosional terhadap perasaannya, intimacy coordinator dapat membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi pilihan posisi tubuh, jarak, sentuhan atau gerakan yang dapat dilakukan aktor.

Pada saat yang sama, batas fisik aktor dapat dibicarakan terlebih dahulu.

Dalam metode kerja Tsai Jia-yin, hal tersebut termasuk membahas bagian tubuh yang boleh disentuh, tingkat keterbukaan yang disepakati serta berbagai kebutuhan teknis yang berkaitan dengan adegan.

Ia juga pernah menjelaskan proses “uji sensitivitas” untuk mengetahui kemungkinan alergi aktor terhadap material tertentu yang digunakan dalam adegan.

Dengan adanya pembicaraan tersebut sejak awal, aktor tidak harus menerima perubahan kontak fisik secara mendadak ketika kamera sudah siap.

Bagaimana Dengan Penyensoran?

Kehadiran intimacy coordinator tentu tidak menghilangkan persoalan lain yang dihadapi drama China daratan, yaitu proses penyensoran.

The First Jasmine dan Dazzling menunjukkan bahwa adegan intim yang sudah direkam masih dapat mengalami perubahan sebelum ditayangkan.

Karena itu, intimacy coordinator bukan seseorang yang bertugas membantu produksi “melewati batas” penyensoran.

Justru sebaliknya, keberadaannya dapat membantu tim menemukan cara untuk menyampaikan ketegangan romantis tanpa bergantung sepenuhnya pada adegan yang eksplisit.

Ketika keterbukaan tubuh memiliki batas yang ketat, detail seperti tatapan, jarak, posisi tangan, gerakan tubuh dan ritme interaksi dapat menjadi semakin penting.

Dalam konteks tersebut, adegan intim yang dirancang dengan baik tidak harus berarti adegan yang semakin vulgar.

Apakah Drama China Akan Menggunakan Intimacy Coordinator Secara Lebih Luas?

Kasus The Early Spring menunjukkan adanya kemungkinan perubahan dalam cara produksi drama China menangani adegan intim.

Namun, berdasarkan kondisi yang terlihat saat ini, intimacy coordinator belum dapat disebut sebagai profesi yang sudah umum atau menjadi standar wajib dalam drama China daratan.

The Early Spring justru menarik perhatian karena keterlibatan Tsai Jia-yin merupakan langkah yang masih relatif tidak biasa.

Sementara itu, The First Jasmine, Dazzling dan Veil of Shadows menunjukkan tiga persoalan berbeda yang dapat muncul dalam produksi tanpa sistem koordinator adegan intim yang terstruktur: perubahan koreografi karena pemeriksaan, pemotongan adegan setelah proses pemeriksaan, serta perdebatan mengenai batas kontak fisik ketika sutradara memberikan arahan langsung kepada aktor.

Pada akhirnya, intimacy coordinator bukanlah profesi yang bertujuan membuat adegan romantis menjadi lebih berani.

Fungsinya adalah membantu memastikan bahwa adegan yang melibatkan kontak fisik memiliki tujuan artistik yang jelas, koreografinya dipersiapkan dengan baik, dan batas para aktor dibicarakan sebelum proses syuting.

The Early Spring karena itu menjadi kasus yang menarik bukan semata-mata karena kemungkinan adanya adegan intim yang lebih berani, melainkan karena drama tersebut memperkenalkan pendekatan yang masih relatif baru bagi produksi drama China daratan.

Jika pendekatan ini nantinya semakin banyak digunakan, perubahan terbesarnya mungkin bukan terletak pada seberapa jauh adegan intim dapat ditampilkan, tetapi pada bagaimana adegan tersebut dirancang dan bagaimana batas aktor dihormati selama proses produksinya.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *