LayarHijau.com – Drama China The Early Spring (早春晴朗) yang dibintangi Jing Boran dan Sun Qian menjadi salah satu drama paling sukses pada musim panas 2026. Drama ini bahkan menduduki posisi kedua Top Global Netflix untuk kategori serial non-English. Di balik chemistry romantis keduanya, terdapat adegan emosional yang membuat Sun Qian benar-benar merasa patah hati saat menyelesaikan proses syuting.
Adegan tersebut merupakan pengambilan gambar terakhir Sun Qian sebelum ia menyelesaikan seluruh proses produksi The Early Spring. Jadi, yang dimaksud bukan adegan terakhir Shang Zhitao dalam urutan cerita, melainkan adegan terakhir yang dilakukan Sun Qian sebelum ia resmi menyelesaikan syuting untuk drama tersebut.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Dalam adegan itu, Shang Zhitao telah kembali ke Harbin setelah bertahun-tahun berpisah dari Luan Nian. Luan Nian kemudian datang untuk mengejarnya dan berusaha memperbaiki hubungan mereka.
Luan Nian mempertanyakan keputusan Shang Zhitao yang pergi meninggalkannya dan mengingatkan bahwa selama enam tahun terakhir, bukan hanya Shang Zhitao yang telah berusaha. Keduanya kemudian berpelukan sambil menangis di tengah salju.
Namun, Shang Zhitao tetap menolak permintaan Luan Nian untuk kembali bersama dan akhirnya pergi meninggalkannya.
Bagi Sun Qian, melakukan adegan tersebut sebagai pekerjaan terakhirnya untuk drama itu membuat perpisahan dengan karakter Shang Zhitao terasa semakin berat. Ia mengatakan bahwa The Early Spring adalah drama yang paling membuatnya merasa patah hati sepanjang kariernya.
Sun Qian juga merasa sangat dekat dengan Shang Zhitao karena memiliki banyak kesamaan dengan karakter tersebut. Keduanya sama-sama berasal dari Harbin dan pergi ke Beijing untuk berjuang membangun kehidupan mereka.
Karena itu, ketika seluruh proses syuting berakhir, Sun Qian mengaku perasaannya bukan sekadar sedih karena meninggalkan sebuah drama. Ia menggambarkan suasana hatinya pada hari pesta penutupan syuting sebagai sesuatu yang “seperti patah hati”, sangat sakit dan membuatnya merasa hancur secara emosional.
Perasaan tersebut tampaknya juga tidak langsung hilang setelah kamera berhenti merekam. Adegan perpisahan di tengah salju menjadi momen terakhir Sun Qian berada di lokasi syuting sebagai Shang Zhitao, sehingga tangisan dalam adegan tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses dirinya melepaskan karakter itu.
Menariknya, Jing Boran juga mendapatkan adegan emosional sebagai pengambilan gambar terakhirnya sebelum menyelesaikan syuting. Dalam adegan tersebut, Luan Nian pergi melihat aurora bersama teman-temannya setelah berpisah dari Shang Zhitao.
Ia kemudian mencoba menelepon Shang Zhitao, tetapi mendapati nomor telepon perempuan yang dicintainya itu sudah tidak aktif. Luan Nian pun menangis sambil mengungkapkan perasaannya.
“Kita sudah berjanji akan melihat aurora bersama, tetapi kamu menghilang. Aku tidak pantas dicintai. Aku hanya ingin memberitahumu bahwa aku mencintaimu,” ujar Luan Nian dalam adegan tersebut.
Pilihan adegan terakhir ini terasa semakin menarik karena Jing Boran dan Sun Qian sama-sama harus mengakhiri perjalanan mereka di lokasi syuting melalui adegan yang sangat emosional, meski situasinya berbeda.
Di luar adegan tersebut, Jing Boran sebelumnya juga mengakui bahwa proses syuting adegan intim bersama Sun Qian sempat terasa canggung. Ia bahkan mengatakan bahwa menonton adegan tersebut setelah selesai justru terasa lebih canggung dibandingkan ketika mereka merekamnya.
“Waktu syuting memang cukup canggung, tetapi saya tidak menyangka saat menontonnya justru akan terasa lebih canggung lagi,” kata Jing Boran.
Ia menjelaskan bahwa banyak adegan pada tahap awal produksi membuat dirinya tidak menyangka akan tiba-tiba harus melakukan adegan intim. Jing Boran bahkan sempat berolahraga di lokasi syuting untuk mempersiapkan kondisi fisiknya.
The Early Spring sendiri memiliki cukup banyak adegan intim antara Jing Boran dan Sun Qian. Produksi drama tersebut sampai mendatangkan intimacy coordinator untuk membantu proses pengambilan gambar, terutama karena kedua aktor untuk pertama kalinya menjalani adegan dengan skala seperti itu.
Dengan chemistry keduanya yang begitu kuat, adegan perpisahan di salju dan adegan aurora menjadi penutup emosional bagi perjalanan Jing Boran dan Sun Qian di lokasi syuting. Bagi Sun Qian khususnya, menyelesaikan pengambilan gambar terakhir sebagai Shang Zhitao ternyata terasa seperti benar-benar harus mengucapkan selamat tinggal kepada seseorang yang sudah begitu dekat dengannya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


