LayarHijau.com – Pembahasan mengenai ending drama China Against the Current kembali ramai di Weibo pada 5 Oktober. Menurut jadwal WeTV, pengguna VIP Express sudah dapat menyaksikan hingga episode 47 sekaligus episode terakhir pada 5 Oktober, sedangkan pengguna VIP tanpa Express baru dapat menyaksikan episode terakhir pada Jumat, 9 Oktober.
SPOILER: Informasi mengenai ending drama dan nasib akhir sejumlah karakter utama di bawah ini berasal dari pembahasan serta unggahan pengguna Weibo di China. Informasi tersebut belum dapat dipastikan keakuratannya dan bisa saja berbeda dari versi resmi episode terakhir.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Salah satu pembahasan yang menjadi perhatian adalah hashtag #兰香在睡梦中离世 yang berarti “Lanxiang meninggal dalam tidurnya”. Sejumlah netizen juga membahas nasib beberapa karakter utama dan mengunggah rekaman adegan dari episode terakhir.

Salah satu unggahan panjang dari netizen membahas Han Liang, yang disebut sebagai karakter yang benar-benar membuat penonton sulit menerima kenyataan. Han Liang awalnya digambarkan sebagai seorang cendekiawan lembut yang pernah mengirim pesan kepada Lanxiang dari balik tembok. Ia kemudian menduduki jabatan tinggi sebagai menteri.
Namun, pada malam bersalju, Han Liang berlutut di luar ruang belajar kekaisaran dan akhirnya meninggal karena kedinginan pada usia 39 tahun. Netizen tersebut menggambarkan nasibnya sebagai seorang pejabat sipil yang mempertaruhkan nyawanya demi menyampaikan nasihat atau teguran kepada penguasa.
Ia tetap mempertahankan integritasnya, tetapi akhirnya kalah oleh intrik politik istana. Netizen itu menilai, “Untung saja Lanxiang tidak menikah dengannya, kalau tidak, bagaimana dia bisa menanggung penderitaan seperti ini?”

Nasib Lanxiang sendiri disebut sebagai bagian yang paling menyakitkan. Setelah Lin Jinqi meninggal, Lanxiang hidup seorang diri selama 34 tahun hingga mencapai usia 80 tahun.
Di masa tuanya, ia terus menulis naskah opera, sedikit demi sedikit mencatat kisah keluarga Shen agar suatu hari keluarga tersebut dapat dipulihkan nama baiknya dari ketidakadilan yang mereka alami. Menurut unggahan tersebut, 113 tahun kemudian, rakyat terus mengajukan permohonan dari generasi ke generasi hingga akhirnya kaisar memulihkan nama baik keluarga Shen.
Netizen itu menilai, “Dia sudah menunggunya, tetapi juga tidak benar-benar mendapatkannya.” Angka 113 tahun tersebut merujuk pada waktu yang berlalu hingga keluarga Shen mendapatkan rehabilitasi, bukan usia Lanxiang.
Bagian yang paling menyentuh bagi netizen tersebut adalah cara Lanxiang meninggal. Ia tidak mengalami penderitaan akibat penyakit dan tidak harus melalui perpisahan yang memilukan. Setelah menyelesaikan bagian terakhir dari naskah opera yang ditulisnya, Lanxiang pergi tidur dengan tenang dan meninggal dalam tidurnya.
Ia tetap memegang janji tali merah yang pernah dibuatnya dengan Lin Jinqi sepanjang sisa hidupnya. Satu per satu orang yang dikenalnya meninggal, tetapi Lanxiang tetap mengingat mereka semua.
Karena itu, ending tersebut disebut sebagai “ending terbaik, tetapi juga ending yang paling kesepian”. Semua orang telah pergi dan hanya Lanxiang yang masih mengingat mereka.
Menurut unggahan tersebut, Lanxiang meninggal tanpa harus mengalami penderitaan karena penyakit ataupun perpisahan yang memilukan. Setelah menulis bagian terakhir dari naskah operanya, ia pergi tidur dengan tenang.
Pembahasan mengenai Lin Jinqi juga berkaitan dengan diskusi netizen di Weibo pada 25 September lalu. Saat itu, hashtag #兰香如故BE# atau “ending buruk Lanxiang Rugu” sempat menjadi pembahasan, terutama terkait nasib Lanxiang dan Lin Jinqi.
Salah satu rumor yang banyak dibicarakan menyebutkan bahwa Lin Jinqi hanya akan hidup hingga usia 50 tahun dan Lanxiang kemudian menjalani hidup seorang diri selama 34 tahun setelah kematiannya.
Hal yang paling banyak dibicarakan saat itu adalah kemungkinan bahwa Lin Jinqi meninggal ketika Lanxiang justru sedang berada di titik paling mencintainya. Jika benar demikian, perpisahan mereka bukan terjadi karena cinta yang memudar atau berubah, melainkan karena kematian datang ketika perasaan Lanxiang terhadap Lin Jinqi masih berada pada titik terdalam.
Hal tersebut membuat 34 tahun yang dijalani Lanxiang seorang diri terasa semakin menyakitkan.
Perjalanan Lanxiang sendiri menjadi salah satu alasan ending tersebut terasa tragis. Ia memulai kisah sebagai seorang pelayan yang berhati-hati, kemudian perlahan menjadi perempuan utama di keluarga Lin yang mampu mengurus rumah tangga dan menghadapi berbagai persoalan keluarga.
Pada akhirnya, setelah mendapatkan kehidupan dan cinta yang selama ini ia perjuangkan, Lanxiang justru harus kehilangan Lin Jinqi dan menjalani sisa hidupnya tanpa orang yang dicintainya.
Sementara itu, ending drama tersebut memiliki perbedaan penting dengan versi novel. Dalam novel, karakter utama perempuan bernama Chen Xianglan, yang sebenarnya adalah Shen Jialan, cucu seorang Grand Secretary keluarga Shen.
Setelah meninggal dalam kehidupan sebelumnya, ia terlahir kembali pada era yang sama sebagai Chen Xianglan dari keluarga Chen dan bekerja sebagai pelayan di keluarga Lin. Tokoh utama pria dalam novel bernama Lin Jinlou, bukan Lin Jinqi seperti dalam drama.
Dalam versi novel, Xianglan dan Lin Jinlou menikah. Setelah itu, keduanya mengetahui bahwa Xianglan sedang mengandung. Di tengah kehamilannya, Xianglan mengungkapkan kepada Lin Jinlou bahwa dirinya sebenarnya adalah Shen Jialan dan menceritakan masa lalunya serta tragedi yang menimpa keluarga Shen.
Keluarga Shen sebelumnya dihukum akibat perebutan kekuasaan. Kakek dan para laki-laki dalam keluarga tersebut dieksekusi, sedangkan nenek, ibu, dan sejumlah perempuan lainnya memilih mengakhiri hidup mereka.
Ketika hukuman terhadap keluarga Shen dijatuhkan, Shen Jialan sudah menikah dan harus menjalani pengasingan bersama suaminya. Suaminya kemudian meninggal karena sakit dalam perjalanan. Jialan akhirnya meninggal dalam kemiskinan.
Saat berada di pengasingan, ia pernah berdoa di hadapan Guanyin dan berjanji bahwa jika ada seseorang yang membantu memulihkan nama baik serta memberikan pemakaman yang layak kepada keluarga Shen, ia akan terlahir kembali dalam kehidupan berikutnya sebagai pelayan untuk melayani orang tersebut.
Janji itu kemudian berkaitan dengan kelahirannya kembali sebagai Chen Xianglan dan kehidupannya di keluarga Lin.
Perbedaan tersebut membuat ending versi drama terasa jauh lebih tragis dibandingkan novel. Dalam novel, Xianglan dan Lin Jinlou tetap bersama hingga akhir, bahkan kehamilan Xianglan menjadi bagian penting menjelang penutup cerita.
Mereka juga bersama-sama mengucapkan perpisahan kepada keluarga Shen. Sementara dalam drama, Lanxiang harus menjalani 34 tahun terakhir hidupnya seorang diri setelah Lin Jinqi meninggal.
Seorang netizen kemudian menilai bahwa makna judul Mandarin drama tersebut, Lanxiang Rugu, baru benar-benar terasa di bagian akhir. 兰香 (Lanxiang) merupakan nama karakter utama perempuan, sekaligus secara harfiah berarti “keharuman anggrek”, dengan 兰 berarti “anggrek” dan 香 berarti “harum”.
Karena itu, netizen tersebut menilai, “Keharumannya tetap ada, tetapi orangnya sudah tiada.” Ungkapan tersebut merupakan permainan makna pada 兰香 sebagai nama Lanxiang sekaligus makna literalnya, bukan terjemahan dari judul internasional Against the Current.
Menurut netizen tersebut, kisah Han Liang, ketidakadilan yang dialami keluarga Shen, dan kehidupan Lanxiang semuanya terangkum dalam empat karakter judul Mandarin tersebut. Takdir yang dimulai dengan surat perceraian atau pemutusan hubungan dan berakhir dengan janji tali merah itu dipenuhi ketidakberdayaan.
Bagi netizen tersebut, makna Lanxiang Rugu baru benar-benar terasa setelah kisah Lanxiang mencapai ending.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


