Posted in

Stephen Chow Lepas Bisnis Bioskop di China Cuma Rp2.100, Ternyata Perusahaannya Merugi

Bagikan

LayarHijau.com – Stephen Chow melepas bisnis bioskopnya di China dengan nilai transaksi yang hanya setara sekitar Rp2.100. Perusahaan yang menjadikan bintang film Hong Kong tersebut sebagai pemegang saham utama, Bigao Group (8220), baru-baru ini mengumumkan penjualan seluruh kepemilikannya di Bigao Cinemas Investment Limited dengan nilai transaksi HK$1 atau sekitar Rp2.100.

Nilai tersebut merupakan harga transaksi untuk seluruh kepemilikan perusahaan, bukan harga satu lembar saham. Setelah transaksi selesai, Bigao Cinemas Investment Limited tidak lagi menjadi anak perusahaan Bigao Group dan laporan keuangannya tidak akan lagi dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan grup.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Bigao Cinemas Investment Limited selama ini terutama menjalankan bisnis bioskop di China. Pelepasan seluruh kepemilikan tersebut membuat Bigao Group tidak lagi menjalankan bisnis bioskop, sehingga Stephen Chow juga tidak lagi memiliki kepentingan bisnis bioskop di China melalui grup tersebut.

Perusahaan Bioskop Mengalami Kerugian

Keputusan menjual perusahaan tersebut berkaitan dengan kondisi keuangannya. Pada tahun fiskal sebelumnya, Bigao Cinemas Investment Limited mencatat pendapatan sekitar HK$2,25 juta atau sekitar Rp4,7 miliar.

Namun, perusahaan tersebut juga mencatat kerugian operasional sekitar HK$1,2 juta atau sekitar Rp2,5 miliar.

Kondisi keuangan perusahaan kemudian menjadi salah satu pertimbangan Bigao Group dalam memutuskan pelepasan bisnis tersebut.

Bigao Group mengatakan keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kinerja keuangan serta meninjau bisnis dan kondisi operasional grup. Menurut perusahaan, penjualan tersebut dinilai tepat karena dapat memperkuat arus kas dan memperbaiki likuiditas.

Dengan melepas bisnis bioskop tersebut, Bigao Group juga dapat mengalokasikan kembali sumber dayanya ke peluang bisnis lain yang saat ini tersedia.

Bukan Berarti Bigao Group Hanya Mendapat HK$1

Meski nilai transaksi yang tercantum hanya HK$1 atau sekitar Rp2.100, angka tersebut tidak berarti Bigao Group sekadar menerima Rp2.100 dari pelepasan perusahaan tersebut.

Per 31 Agustus 2026, kelompok perusahaan yang menjadi objek transaksi tercatat memiliki liabilitas bersih sekitar HK$8,6 juta atau sekitar Rp18,1 miliar. Karena itu, transaksi tersebut berkaitan dengan pengalihan bisnis beserta posisi keuangan perusahaan yang dilepas.

Bigao Group memperkirakan transaksi tersebut justru dapat menghasilkan keuntungan sekitar HK$5,4 juta atau sekitar Rp11,3 miliar yang dapat diatribusikan kepada pemilik perusahaan.

Dengan demikian, HK$1 atau sekitar Rp2.100 merupakan nilai transaksi yang disepakati untuk pengalihan seluruh kepemilikan perusahaan. Angka tersebut tidak menggambarkan nilai aset atau seluruh kondisi keuangan bisnis bioskop yang dilepas.

Stephen Chow Kembali dengan Film Baru

Pelepasan bisnis bioskop ini terjadi ketika Stephen Chow kembali menjadi sorotan di industri film. Tahun ini, film terbarunya Kung Fu Soccer (功夫女足) dirilis setelah penantian panjang dari karya film panjang sebelumnya.

Film terbaru tersebut menjadi proyek layar lebar Stephen Chow setelah The New King of Comedy (新喜剧之王) pada 2019. Jarak antara kedua film tersebut mencapai sekitar tujuh tahun.

Sebelumnya, Stephen Chow sempat aktif merilis sejumlah film dalam periode yang lebih berdekatan. Ia terlibat dalam Journey to the West: Conquering the Demons pada 2013, The Mermaid pada 2016, Journey to the West: The Demons Strike Back pada 2017, dan The New King of Comedy pada 2019.

Kini, Bigao Group telah mengakhiri keterlibatannya dalam bisnis bioskop di China dan berencana mengalokasikan sumber daya ke peluang lain. Di sisi lain, Stephen Chow tetap melanjutkan aktivitasnya di industri hiburan melalui proyek-proyek filmnya.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

SourcesHK01

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *