Posted in

Sutradara My Sassy Girl Ungkap Naskah Film Hanya Selesai dalam 5 Hari, Butuh Setahun untuk Yakinkan Jun Ji-hyun

Bagikan

LayarHijau.com – Sutradara My Sassy Girl, Kwak Jae-yong, membagikan sejumlah cerita menarik mengenai proses kreatif di balik film romantis Korea yang hingga kini masih dikenang sebagai salah satu karya ikonik perfilman Korea. Ia menjadi salah satu pembicara dalam seminar penulisan skenario yang digelar Taipei Film Academy pada 2026.

Seminar tersebut merupakan hasil kerja sama Taipei Film Commission dan Taiwan Mobile. Acara ini menghadirkan tiga pembicara dari Korea Selatan, yaitu Kwak Jae-yong, penulis skenario My Mister dan My Liberation Notes, Park Hae-young, serta produser Hwang Ra-kyung.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Kwak Jae-yong membahas konsep “integrasi penulisan dan penyutradaraan” sekaligus mengungkap bagaimana My Sassy Girl (2001) tercipta. Menurutnya, naskah film tersebut ternyata hanya membutuhkan waktu lima hari untuk diselesaikan.

Salah satu adegan paling terkenal dalam film itu juga ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadinya. Dalam adegan tersebut, karakter perempuan yang diperankan Jun Ji-hyun memaksa Gyeon-u, yang diperankan Cha Tae-hyun, untuk mengganti sepatunya dengan sepatu hak tinggi setelah mereka terlibat dalam sebuah insiden di jalan.

Kwak mengungkapkan bahwa adegan tersebut mengambil inspirasi dari interaksinya sendiri dengan sang istri. Pengalaman sehari-hari tersebut kemudian diolah menjadi bagian dari cerita yang akhirnya menjadi salah satu momen ikonik My Sassy Girl.

Ia juga menceritakan proses panjang untuk mendapatkan Jun Ji-hyun sebagai pemeran utama. Kwak mengatakan dirinya membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk meyakinkan sang aktris agar bersedia membintangi film tersebut.

Persoalan kostum bahkan turut menjadi bagian dari proses terbentuknya chemistry antara Kwak dan Jun Ji-hyun. Ketika terjadi perbedaan pendapat mengenai kostum, Kwak dan Jun Ji-hyun akhirnya pergi bersama ke kawasan Dongdaemun untuk mencari pakaian yang sesuai.

Menurut Kwak, pengalaman tersebut membantu dirinya dan Jun Ji-hyun menemukan pemahaman yang lebih baik mengenai karakter serta arah film. Proses di balik layar itu kemudian ikut membangun kerja sama yang menjadi salah satu kekuatan My Sassy Girl.

Dalam pembahasan mengenai gaya penyutradaraannya, Kwak juga menyebut pengaruh sutradara Taiwan Hou Hsiao-hsien dan film A City of Sadness. Ia mengatakan dirinya terinspirasi oleh cara film tersebut menggunakan ketidaksesuaian atau pergeseran posisi dalam sebuah adegan untuk membangun penceritaan melalui gambar.

Kwak kemudian mengungkapkan bahwa My Sassy Girl dan film romantisnya yang lain, The Classic, memiliki satu gagasan utama yang serupa, yaitu “kebetulan” yang terasa seperti bagian dari takdir.

Selain Kwak, seminar tersebut juga menghadirkan Park Hae-young yang berbicara mengenai pendekatan dalam penulisan cerita komersial. Penulis My Mister dan My Liberation Notes itu mengatakan dirinya tidak sengaja menyesuaikan cerita demi mengikuti selera penonton luar negeri.

Park menekankan pentingnya menulis berdasarkan “keinginan yang ada di dalam hati” karena menurutnya apa yang benar-benar diinginkan seorang penulis juga dapat menjadi sesuatu yang dirasakan banyak orang.

Saat membahas My Liberation Notes, Park bahkan menggambarkannya sebagai drama untuk “I people”, merujuk pada orang-orang yang cenderung introvert. Menurutnya, inti dari penulisan bukan sekadar membuat berbagai trik cerita, melainkan membangun karakter yang membuat penonton ingin terus mengikuti mereka dan merasakan kebahagiaan bersama karakter tersebut.

Park juga menyinggung perkembangan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kreatif. Ia memandang perkembangan tersebut secara optimistis dan mengatakan bahwa jika suatu saat AI mampu menyentuh hati manusia melalui tulisannya, para kreator dapat bekerja sama dengan AI. Dalam pandangannya, hal tersebut justru dapat membuat proses menulis menjadi sebuah pengalaman yang lebih menyenangkan.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *