LayarHijau.com – Kartu Pokémon selama ini menjadi salah satu barang koleksi yang diburu penggemar, dengan sejumlah kartu langka terjual melalui lelang dengan harga fantastis. Namun, kali ini perhatian kolektor tertuju pada kartu dengan ilustrasi yang tidak dibuat oleh desainer resmi Pokémon, melainkan digambar sendiri oleh seorang anak asal Jepang yang saat itu baru berusia 6 tahun.
Kartu tersebut berhasil terjual dalam sebuah lelang daring dengan harga US$156.000 atau sekitar Rp2,5 miliar. Nilai jualnya yang tinggi tidak lepas dari kelangkaan kartu tersebut serta kondisinya yang mendapat nilai sempurna dari lembaga penilai kartu koleksi.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Kartu itu awalnya dibuat oleh Megu Taniguchi pada 2010 untuk mengikuti kontes desain Pokémon Zoroark yang diselenggarakan dalam rangka menyambut penayangan film Pokémon: Zoroark: Master of Illusions. Saat itu, Taniguchi yang masih berusia 6 tahun berhasil meraih juara pertama dalam kategori taman kanak-kanak.
Setelah desain tersebut selesai dibuat, kartu itu hanya dicetak sebanyak 100 lembar. Jumlah yang terbatas membuatnya sulit ditemukan di pasaran, terutama bagi kolektor yang ingin memiliki kartu dengan sejarah unik dalam perjalanan waralaba Pokémon.
Meski ilustrasinya tidak memiliki detail dan tampilan seperti kartu yang dirancang secara profesional, karya Taniguchi tetap menarik perhatian para kolektor. Nilai historis dan kelangkaannya menjadi daya tarik tersendiri, terlebih kartu tersebut merupakan hasil karya seorang anak yang berhasil memenangkan kompetisi resmi.
Salah satu kartu itu baru-baru ini terjual melalui lelang daring dengan harga US$156.000 atau sekitar Rp2,5 miliar. Kartu tersebut memperoleh nilai PSA 10, yaitu peringkat tertinggi dalam sistem penilaian kondisi kartu dari Professional Sports Authenticator (PSA).
Namun, penjualan tersebut tidak serta-merta berarti Taniguchi akan menerima bagian dari hasil lelang. Karena transaksi dilakukan melalui pasar sekunder, ia kemungkinan tidak memperoleh royalti dari penjualan kartu tersebut.
Meski demikian, harga fantastis yang dicapai kartu itu dapat menjadi bentuk pengakuan tersendiri terhadap kreativitas Taniguchi. Karya yang dibuatnya ketika masih berusia 6 tahun kini menjadi barang koleksi bernilai tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa dalam dunia kartu Pokémon, kelangkaan, kondisi, dan cerita di balik sebuah kartu dapat menjadi faktor penting yang menentukan harganya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


