LayarHijau.com – Tim drama China The Early Spring (早春晴朗) menggelar seminar pembahasan karya di Beijing pada 15 Oktober 2026. Dalam acara tersebut, Jing Boran dan Sun Qian berbagi pengalaman mengenai proses membangun karakter, pendekatan akting, hingga makna di balik perjalanan mereka menghidupkan kisah cinta Luan Nian dan Shang Zhitao.

Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Salah satu hal yang disoroti Jing Boran adalah peran fashion dalam membentuk karakter Luan Nian. Menurutnya, gaya busana bukan sekadar pelengkap penampilan, melainkan bahasa visual yang membantu penonton memahami kepribadian tokoh bahkan sebelum ia berbicara.
“Gaya busana adalah bahasa visual yang paling langsung. Sebelum tokoh berbicara, penonton sudah bisa menangkap karakternya,” ujar Jing Boran.
Ia menjelaskan bahwa warna, bahan, potongan pakaian, dan aksesori dapat mencerminkan profesi sekaligus perubahan karakter batin seseorang. Karena itu, setiap detail penampilan Luan Nian dirancang untuk mendukung penggambaran sosoknya, termasuk sisi yang tidak selalu diungkapkan melalui dialog.
“Warna busananya, bahan, potongan, dan aksesori, semua detail ini mencerminkan profesinya serta perubahan karakter batinnya,” jelas Jing.
Ia juga berharap pendekatan tersebut dapat memperlihatkan bagaimana busana mampu menyampaikan cerita dan emosi secara lebih mendalam.
“Dengan begitu, busana bukan lagi sekadar desain, melainkan sosok yang bisa dilihat dan dirasakan,” tambahnya.
Jing Boran Ingin Menghadirkan Luan Nian yang Tidak Klise
Dalam seminar tersebut, Jing Boran juga membahas pendekatannya dalam memerankan Luan Nian. Ia tidak ingin menghadirkan karakter itu sebagai sosok CEO yang sempurna dan terasa jauh dari kehidupan nyata.
Luan Nian memiliki pembawaan kuat dan daya tarik tersendiri, tetapi di balik penampilannya yang berwibawa, ia juga mempunyai kelemahan. Ia bahkan bisa terlihat canggung ketika harus mengungkapkan perasaan cinta.
Jing berusaha menampilkan sisi tajam, rapuh, dan lembut karakter tersebut tanpa membuat ekspresinya terasa berlebihan. Baginya, akting bukan tentang memperlihatkan setiap emosi secara gamblang kepada penonton, melainkan menahan ekspresi sambil tetap mempertahankan emosi yang mendasarinya.
Pendekatan ini juga berkaitan dengan pemilihan busana. Penampilan Luan Nian tidak hanya menunjukkan status atau profesinya, tetapi turut membantu menggambarkan pergulatan batin dan perkembangan karakternya.
Jing mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan karakter tersebut terjadi pada waktu yang tepat. Setelah bertahun-tahun mengumpulkan pengalaman sebagai aktor, ia merasa lebih siap memerankan sosok yang matang dan memiliki kompleksitas emosional.
Ia pun terlibat lebih mendalam dalam proses kreatif untuk menghadirkan Luan Nian sebagai manusia yang memiliki kelemahan, pergulatan, dan perkembangan, bukan sekadar karakter dengan label tertentu.
Sun Qian Ceritakan Tantangan Menghidupkan Kisah Cinta 10 Tahun
Sementara itu, Sun Qian membagikan pengalamannya memerankan Shang Zhitao dan membangun dinamika hubungan dengan Luan Nian. Salah satu tantangan yang ia soroti adalah bagaimana para pemain harus menghidupkan kisah cinta selama sepuluh tahun dalam waktu syuting yang relatif singkat.
“Tiga bulan, ya. Saya sengaja menggunakan kata ‘panjang’, karena dalam waktu tiga bulan, kami harus menghidupkan kisah cinta selama sepuluh tahun,” ungkap Sun Qian.
Menurutnya, proses tersebut membutuhkan banyak usaha. Para pemain harus saling mengenal karakter, menjalani dinamika hubungan yang penuh tarik ulur, menghadapi kesalahpahaman, hingga perlahan menurunkan pertahanan diri.
Sun Qian mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya berusaha memberikan ketulusan terbaik kepada karakter yang mereka perankan. Ia juga menekankan bahwa proses tersebut tidak hanya melibatkan para aktor, tetapi turut didukung produser dan penulis naskah yang membangun dunia cerita.
Baginya, kolaborasi itulah yang membuat karakter dalam drama dapat terasa hidup dan meninggalkan kesan bagi penonton.
“Saya rasa, inilah daya tarik drama berdurasi panjang. Sutradara membangun mimpi, penulis naskah menciptakan dunia tersebut, dan aktor membuat karakter tetap hidup dengan caranya sendiri,” tutur Sun Qian.
Pernyataan tersebut memperlihatkan pandangannya terhadap proses kreatif sebuah drama. Cerita yang kuat membutuhkan kerja sama antara sutradara, penulis naskah, aktor, dan seluruh tim yang terlibat agar karakter dapat berkembang secara meyakinkan.
Sun Qian Berterima Kasih atas Cinta Penonton
Selain berbicara tentang proses akting, Sun Qian juga menyampaikan rasa terima kasih kepada penonton yang telah mendukung The Early Spring. Ia mengaku bersyukur memperoleh kesempatan memerankan Shang Zhitao, bekerja bersama rekan-rekan yang tepat, serta terlibat dalam cerita yang berarti baginya.
Ia turut mengapresiasi sambutan penonton terhadap drama tersebut dan menilai dukungan mereka menjadi bagian penting dari perjalanan seluruh tim.
“Kami berterima kasih atas cinta kalian. Yang membuat kami lebih bahagia adalah kalian mencintai kami begitu besar,” ujar Sun Qian.
Menutup pernyataannya, ia menyampaikan harapan yang selaras dengan judul drama tersebut. Ia berharap kebahagiaan yang dirasakan penonton tidak berhenti setelah kisah Luan Nian dan Shang Zhitao berakhir.
“Jadi, ke depannya, bukan hanya The Early Spring yang cerah. Mulai sekarang, semoga setiap hari selalu cerah,” katanya.
Pemaparan Jing Boran dan Sun Qian dalam seminar The Early Spring memperlihatkan dua sisi dari proses menghidupkan karakter. Jing menyoroti bagaimana fashion dapat menjadi bahasa visual untuk menyampaikan kepribadian dan emosi yang tersembunyi, sedangkan Sun Qian menekankan pentingnya ketulusan akting dan kolaborasi tim kreatif dalam menghadirkan kisah yang mampu menyentuh penonton.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


