LayarHijau.com — Aktris AV Jepang Misaki Mayu mengungkap latar belakang keluarganya yang kaya dalam wawancara dengan media Jepang Nikkan SPA!. Ia lahir di Tokyo dari orang tua yang sama-sama pengusaha dan pernah tinggal di apartemen mewah dengan sewa 1,5 juta yen per bulan (sekitar Rp162 juta). Di rumah itu, urusan sehari-hari ditangani pekerja khusus.
Menurut Misaki, keluarganya semula menempati rumah mewah di pusat kota Tokyo, lalu pindah ke apartemen di lantai tinggi. Sejak kecil ia belajar piano, balet, dan tari cheerleading. Les piano menghabiskan 300 ribu yen per bulan (sekitar Rp32 juta), sedangkan les balet 350 ribu yen (sekitar Rp38 juta).
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Karena selalu diantar-jemput, Misaki baru belajar naik kereta setelah masuk SMP. Saat pertama kali masuk stasiun besar sendirian, ia bingung membedakan jenis kereta dan menangis di tempat. Ia bahkan sempat protes kepada ibunya, “Kenapa harus naik kereta?” Ia butuh sekitar sebulan untuk terbiasa.
Ia juga baru pertama kali masuk restoran sushi berjalan saat kelas 3 SMA. Misaki tidak tahu cara memakai layar pemesanan, menuang teh, maupun mengambil sushi dari ban berjalan, sehingga teman-temannya terkejut. Ia mengaku terlalu dimanja hingga kesulitan mengurus diri sendiri.
Soal alasannya menjadi aktris AV, Misaki menyebut dirinya mungkin saat itu “kehilangan akal sehat sesaat”. Ia mengaku menyukai tantangan dan tidak ingin menjalani hidup yang sama dengan orang lain. Di awal kariernya, ia sempat menyesal dan paling takut identitasnya diketahui keluarga.
Hingga kini orang tuanya belum tahu profesi sebenarnya. Ia hanya mengatakan bekerja sebagai pendamping minum di tempat hiburan malam. Orang tuanya heran karena ia tidak pernah dibiarkan hidup susah. Misaki menjelaskan, ia ingin mandiri secara finansial tetapi tidak mau menurunkan standar hidupnya, sehingga memilih mencari uang sendiri. Soal reaksi orang tuanya bila mengetahui kebenaran, ia berkata, “Kalau mereka tahu, mereka mungkin akan menangis.”
Misaki mengaku terbiasa makan hidangan mewah, tetapi menyukai bekal makan siang di lokasi syuting yang harganya sekitar 1.000 yen (sekitar Rp108 ribu). Ke depan, ia berharap terus disukai penggemar dan berkelakar ingin selalu diperlakukan seperti putri.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


