LayarHijau.com — Komikus Jepang Koiike Rimo menikahi gurunya sendiri, Masaki Mamoru, yang berusia 41 tahun lebih tua darinya. Masaki adalah komikus legendaris era 1970-an sekaligus sutradara animasi yang terlibat dalam penggarapan anime Astro Boy dan Kimba the White Lion. Kisah pernikahan mereka kini dibukukan dalam manga yang terbit pada 29 Mei lalu, termasuk kehidupan setelah Masaki didiagnosis demensia tipe Alzheimer.
Koiike bertemu Masaki saat belajar di sekolah khusus manga, tempat Masaki mengajar. Ia menikahi gurunya itu pada usia 28 tahun. Keduanya resmi mendaftarkan pernikahan pada 2010. Baru tiga tahun setelah menikah, Masaki didiagnosis menderita demensia tipe Alzheimer.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Koiike mengenang bahwa saat pertama masuk sekolah manga, ia sama sekali tidak tahu Masaki pernah menyutradarai film animasi dan merupakan tokoh legendaris di dunia manga. Di kelas pertama, Masaki meminta para murid pemula untuk “menggambar empat halaman dulu”. Setelah membaca hasilnya, Masaki berkata kepadanya, “Saya pembaca pertamamu, sekaligus penggemarmu.” Koiike langsung terpikat.
Masaki bisa bersikap keras. Ia pernah mengatakan bahwa Koiike tidak mampu menggambarkan perasaan tokoh karena selama 20 tahun hidupnya berjalan seperti itu. Meski begitu, setiap tugas dikumpulkan, Masaki menepuk kepala muridnya sambil berkata, “Kerja bagus.” Koiike masih menyimpan pesan sang guru, “Saat bimbang, tanyakan pada hatimu.”
Setelah lulus, Koiike merasa punya tugas untuk mendampingi Masaki dan pindah ke dekat rumah gurunya tanpa diminta.
Manga tersebut berjudul Dakara Watashi wa 41-sai Toshiue no Otto to Kurashitemasu — Karena Itulah Aku Hidup Bersama Suami yang 41 Tahun Lebih Tua. Tebalnya sekitar 180 halaman. Penyusunan alur dan sketsa awal memakan waktu hampir satu tahun, dan penyelesaian gambar bersih memakan waktu setengah tahun. Buku ini terutama menggambarkan keseharian pernikahan mereka. Bagian akhirnya memuat kehidupan setelah sang suami mengalami demensia dan perawatannya. Gaya gambarnya lembut dan menggemaskan, sehingga tidak terasa berat.
Dalam wawancara dengan media Jepang Daily Shincho (via Yahoo Taiwan), Koiike mengungkapkan bahwa pada awalnya ia enggan membuka kondisi suaminya kepada publik. Namun ia merasa bersalah karena terus menyembunyikannya. Ia akhirnya memberanikan diri bercerita kepada teman-teman lama sang suami dalam sebuah upacara peringatan seorang komikus senior. Reaksi mereka di luar dugaan: semua menanggapinya dengan wajar dan menganggap kondisi itu tak terelakkan di usia sekarang. Koiike pun merasa lega. Sejak itu ia membagikan keseharian merawat suaminya di Facebook.
Salah satu sahabat lama Masaki adalah Kitsukawa Yukio, salah satu pendiri majalah musik Rockin’on yang kini menjabat pemimpin redaksi majalah Equal. Kitsukawa mengunjungi Masaki sambil membawa buku bergambar, tetapi Masaki sudah tidak mengenalinya dan tidak memberi respons. Setelah membaca karya Koiike, Kitsukawa memujinya sebagai murid yang pantas dari Masaki. Ia lalu mengajak Koiike menggambar manga pendek untuk majalah Equal. Isinya kemudian diperluas dan diterbitkan sebagai buku tersendiri.
Kini Masaki, yang berusia 85 tahun, rutin mengunjungi pusat perawatan harian setiap hari. Meski mengidap demensia, kondisi fisiknya masih bugar dan ia tidak kesulitan naik-turun tangga. Di pusat perawatan, ia disukai banyak orang. Bahkan bila ada lansia yang sedang gelisah, orang itu akan tenang begitu Masaki mendekat.
Sesekali Koiike menunjukkan karya-karya lama Masaki kepadanya. Namun Masaki sudah tidak tahu bahwa itu hasil gambarnya sendiri dan hanya membacanya seperti buku bergambar. Ia pun tidak tahu bahwa Koiike adalah istrinya. Koiike berkelakar bahwa suaminya mungkin hanya menganggapnya orang manis yang entah mengapa selalu ada di sampingnya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


