LayarHijau.com — Kuartal ketiga biasanya menjadi masa panen bagi perusahaan drama China karena bertepatan dengan musim tayang liburan musim panas. Tahun ini efeknya terbatas. Dari tujuh perusahaan drama yang tercatat di bursa daratan China, hanya dua yang benar-benar untung dari bisnis dramanya, menurut laporan keuangan kuartal ketiga 2026 yang dirangkum Sohu Entertainment pada 5 November.
Bagi penonton internasional, angka-angka ini menjelaskan mengapa pasokan judul baru dari sejumlah rumah produksi besar China terasa menipis. Beberapa perusahaan nyaris tidak merilis drama baru sepanjang kuartal ketiga, dan sumber menyebut penurunan produksi serta kesulitan penayangan terjadi di seluruh industri.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Dua rumah produksi yang untung dari drama adalah Huace Film & TV dan Xingfu Lanhai. Huace mencatat pendapatan 1,21 miliar yuan (sekitar Rp3,2 triliun) selama sembilan bulan pertama, naik 16,47 persen. Laba bersih untuk pemegang saham induk hanya 177 juta yuan (sekitar Rp467 miliar), naik 0,88 persen. Pada kuartal ketiga saja, pendapatan Huace melonjak 109,97 persen menjadi 527 juta yuan (sekitar Rp1,4 triliun), tetapi laba bersihnya turun 82,97 persen menjadi 9,81 juta yuan (sekitar Rp26 miliar).
Huace adalah produser Swords Into Plowshares (太平年), drama sejarah yang tayang global mulai 23 Januari 2026 menurut pernyataan perusahaan. Dalam presentasi di Asia TV Forum & Market pada Desember 2025, Huace menyebut telah mendistribusikan kontennya ke lebih dari 200 negara dan wilayah. Namun, sumber menyebut peran drama bagi laba Huace terbatas. Bisnis daya komputasi kini menjadi salah satu penopang pendapatan utamanya, dengan pendapatan 160 juta yuan (sekitar Rp422 miliar) pada semester pertama.
Xingfu Lanhai mencatat laba bersih kuartal ketiga 803 ribu yuan (sekitar Rp2,1 miliar) dengan pendapatan 212 juta yuan (sekitar Rp560 miliar). Dorongan datang dari dua drama yang selesai tayang bersamaan di televisi dan platform daring. Pertama, Zhang Jian – The Legendary Entrepreneur (江海潮生), drama sejarah tentang pengusaha dan pendidik yang dikenal sebagai tokoh industri modern China pada akhir era Dinasti Qing hingga awal era republik. Kedua, Wind-Born Warriors (兵自风中来), drama tentang kehidupan militer. Penjualan tiket bioskop musim panas ikut membantu karena perusahaan ini juga menjalankan bisnis bioskop. Pada sembilan bulan pertama, perusahaan tetap rugi bersih 37,7 juta yuan (sekitar Rp99 miliar).
Perfect World ikut untung secara keseluruhan, tetapi labanya datang dari gim. Divisi filmnya rugi bersih 4,14 juta yuan (sekitar Rp10,9 miliar) karena sedikit karya yang tayang dan diakui sebagai pendapatan. Tiga perusahaan lain, yaitu Ciwen Media, Huanrui Century, dan Baina Qiancheng, juga rugi. Penyebab utamanya sama: hampir tidak ada karya baru yang tayang pada kuartal ketiga. Ciwen Media paling terdampak karena 97,28 persen pendapatannya pada semester pertama berasal dari drama.
Daftar drama yang menunggu tayang sebenarnya tidak sedikit. Huace, Perfect World, Baina Qiancheng, Huanrui Century, dan Ciwen Media masing-masing menyiapkan beberapa judul. Namun Sohu Entertainment mengingatkan bahwa daftar rencana belum berarti pendapatan, karena waktu tayang, syarat pembelian platform, dan respons pasar masih belum pasti. Bagi penonton luar negeri, artinya jadwal tayang judul-judul itu di platform internasional juga belum bisa dipastikan.
Perusahaan-perusahaan ini kini mencari sumber pendapatan di luar drama panjang. Sumber menyebut drama pendek, daya komputasi, manajemen artis, dan proyek yang menggabungkan drama dengan gim sebagai jalur yang sudah terbukti. Bagi penonton, pergeseran ini bisa berarti ruang produksi drama panjang yang lebih sempit, sementara drama pendek mendapat porsi lebih besar. Dua perusahaan yang tercatat di bursa Hong Kong tidak masuk hitungan karena hanya menerbitkan laporan semester dan tahunan.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.







