Artis film China, Zhang Ziyi mulai merambah dunia TV lewat drama terbarunya yang tayang pada Sabtu. Tapi, tidak seperti penghargaan yang dia perolah saat tampil dalam film-film sutradara kenamaan seperti Zhang Yimou dan Ang Le, drama itu malah memperoleh respon negatif. Para penonton bereaksi negatif melihat akting artis berusia 41 tahun itu memerankan gadis remaja.
Kesenjangan usia itu memicu perdebatan di media sosial tentang apakah artis paruh baya layak memerankan karakter muda. Sebagai drama TV pertama Zhang Ziyi, Monarch Industry memicu rasa penasaran dari para penonton di China saat tayang perdana pada Sabtu minggu lalu.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Drama berjumlah 68 episode itu mengisahkan kehidupan seorang putri bangsawan dari usia muda hingga dewasa. Pada awal drama, Zhang terlihat memerankan karakter itu saat berusia 15 tahun. Dia mencoba yang terbaik untuk memerankan seorang remaja. Tapi rupanya usahanya dianggap gagal oleh banyak penonton.
Saat ini, drama itu sudah merilis 12 episode hingga saat ini. Di Douban, Monarch Industry memperoleh rating 6.0 dari total 10 poin. Dari puluhan ribu ulasan di situs itu, sebagian besar berfokus pada akting Zhang memerankan karakter yang jauh lebih muda.
“Dia harusnya memberikan artis lain yang lebih muda sebuah kesempatan dibandingkan bersikeras memerankan seorang remaja padahal dia berusia 40 lebih. Karakter itu membuat saya merasa tidak nyaman,” tulis seorang penonton dilansir dari Global Times China.
Keluhan para penonton itu memicu perdebatan yang meluas hingga membahas para artis berusia tua yang memerankan para wanita muda. Beberapa artis yang ikut terseret dalam perdebatan ini adalah Zhou Xun dan Liu Xiaoqing.
Beberapa suara yang berpendapat jika usaha para artis ini mengabaikan usia mereka dan memerankan karakter yang lebih muda adalah usaha yang sia-sia. Sedangkan beberapa netizen yang lain menyuarakan persetujuan mereka. Para netizen ini beranggapan jika mereka berani menantang diri sendiri memerankan semua jenis karakter. Usia dianggap bukanlah alasan dari kegagalan akting.
Shi Wenxue, seorang dosen dan kritikus budaya di the Beijing Film Academy setuju dengan suara yang mendukung para artis. Dia mengungkap jika para artis berusia paruh baya bisa memerankan karakter yang lebih muda dengan baik. Tapi mereka perlu menemukan karakter yang pas.
Sedangkan rating drama itu yang rendah tidaklah semata karena kesalahan Zhang Ziyi. Ada faktor lain seperti misalnya genre drama kerajaan sudah mulai membuat masyarakat jenuh. Selain itu, tema drama itu adalah tentang pertumbuhan seorang wanita dan ikatan emosional yang dia miliki dengan beberapa pria. Shi beranggapan jika model cerita di mana semua pria jatuh cinta pada pemeran utama wanita dianggap sebagai model yang usang.
Ruyi’s Royal Love in the Palace yang terdiri dari 87 episode, dibintangi oleh Zhou Xun yang berusia 40 tahunan. Drama itu juga mengalami dilema yang sama saat tayang pada 2018. Saat Zhou memerankan Ruyi, kaisar wanita Dinasti Qing (1644-1911) saat remaja, banyak penonton mengungkapkan kekecewaan mereka.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


