Terakhir diperbarui pada 27/09/2021 oleh Timotius Ari
Dibandingkan dengan pernyataan pemerintah dan pemberitaan media, menggunakan drama TV untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang betapa berbahayanya kejahatan terorganisir dan apa yang dilakukan pemerintah untuk membasminya lebih mudah dipahami, kata Xu Hao, seorang pengacara dari Beijing Jingsh Lawn Firm.
Xu berkata dokumen hukum dan laporan tertulis sulit dibaca masyarakat karena dipenuhi istilah teknis dan beberapa kasus rumit juga sulit dibahas sepenuhnya dengan waktu terbatas yang tersedia untuk pemberitaan media di TV.
[taxopress_relatedposts id=”1″]“Tapi serial TV seperti Crime Crackdown brbeda, karena mereka punya cukup waktu dan ruang kreatif untuk menunjukkan kisah-kisah nyata lebih jelas kepada masyarakat,” katanya.
Li Lisha, seorang hakim dari divisi sipil di Beijing Haidian District People’s Court setuju. Bersama dengan rekan-rekannya, Li melakukan berbagai cara untuk mendidik masyarakat tentang hukum. Mulai dari menyebar brosur hingga menulis artikel online, jadi mereka bisa memperingatkan masyarakat tentang jenis baru dari pinjaman untuk mencegah risiko ekonomi, tapi efeknya tidaklah seperti harapannya.
“Tapi drama itu berhasil melakukannya. Seperti ditunjukkan dalam drama itu, beberapa pinjaman ilegal, terutama pinjaman yang mengharuskan para wanita memberikan foto-foto mereka tidak berbaju sebagai jaminan untuk pinjaman pada beberapa platform pinjaman online, ditunjukkan kepada para penonton, yang menimbulkan perhatian masyarakat dan dengan cepat menjadi topik hangat di media sosial China,” terang Li.
Banyak netizen berkata mereka menyadari seriusnya dampak pinjaman online ilegal dari drama itu, menambahkan jika mereka akan lebih hati-hati dan waspada saat menerima informasi pinjaman online.
“Serial drama itu seperti kelas terbuka untuk hukum,” kata Li.
“Drama itu meningkatkan kesadaran hukum masyarakat dan membagikan tips berguna untuk melindungi hak legal dan menarik minat masyarakat kepada hukum dengan cara yang bisa mereka pahami dengan mudah,” lanjut hakim itu.
Shi Minqi, 27, seorang tenaga penjualan di Guangdong, berkata drama itu membuatnya memahami jika aktivitas ilegal seringkali disamarkan. “Saya terpukau dengan setiap detil dari jalan ceritanya, setiap episode mengajarkan kepada saya betapa pentingnya hukum itu,” katanya.
Shi juga menonton beberapa drama China lain terkait pemberantasan kejahatan beberapa tahun belakangan ini, termasuk In The Name of the People, tentang gerakan anti korupsi pemerintah dan Silent Truth, yang mengisahkan cerita seorang jaksa penuntut yang menolong banding seorang pria untuk menegakkan keadilan setelah orang itu didakwa secara salah.
“Saya belajar banyak dari drama-drama ini. Mereka tidak hanya menunjukkan seberapa besar usaha pihak berwenang dalam melawan kejahatan, tapi juga menolong saya tahu bagaimana melindungi diri saya saat peristiwa berbahaya serupa terjadi,” terang wanita itu.