in ,

Drama Lay Zhang, Crime Crackdown Diangkat Dari Kisah Nyata

Beli masker artis Korea Duckbill, diskon 80%, klik di sini .

Galeri Video

Pemberantasan kejahatan terorganisir adalah subyek dari sebuah drama online yang rupanya diangkat dari kisah nyata. Lebih dari dua tahun lalu, berita sensasional tentang sidang Sun Xiaoguo, seorang pemimpin geng yang dihukum mati untuk beberapa kejahatan tingkat tinggi menarik perhatian Li Eryun, seorang produser veteran yang mencari inspirasi segar untuk karyanya.

Dipasangkan dengan beberapa berita utama terkait usaha China dalam kampanye tiga tahun untuk memberantas kejahatan terkait geng dan organisasi kejahatan sejenis, yang dimulai pada 2018, Li dan produser lainnya Huang Xing tertarik dengan ide untuk memproduseri sebuah kisah melawan geng.

Artikel terkait

Sekalipun China saat ini kerap memproduksi drama dan film, tapi cerita tentang pemberantasan kejahatan terorganisir masih menjadi subyek yang jarang dibahas.

“Kami menemukan jika sulit menemukan naskah berkualitas dalam dua atau tiga tahun,” kata Li.

Memperoleh dukungan dari the Commision for Political and Legal Affairs of the Communist Party of China Central Committee, Li dan Huang berhasil mencari informasi detil tentang beberapa kasus paling dikenal di negara itu. Hal inilah yang mendasari ide dalam memproduseri drama Crime Crackdown, sebuah drama yang terdiri dari 28 episode.

Tayang di WeTV Indonesia dengan judul Menyapu Badai Gelap, drama itu segera menjadi populer. Paska tamatnya You Are My Glory, drama ini menduduki posisi pertama selama beberapa waktu. Sejak tayang pada 9 Agustus hingga saat ini, drama itu sudah ditonton 2,7 miliar kali. Drama itu juga menjadi salah satu drama yang paling sering dibahas di Sina Weibo.

Dua produser di atas menggandeng Sun Honglei, Lay Zhang Yixing dan Liu Yijun dan sutradara Wu Bai untuk menggarap drama ini. Crime Crackdown mengisahkan tentang tim khusus yang ditugaskan oleh pemerintah pusat untuk menyelidiki sebuah misteri yang belum terpecahkan selama 14 tahun di sebuah kota fiksi.

Dipenuhi berbagai kejutan, drama ini menunjukkan betapa rumitnya jaringan geng, yang dilindungi oleh para pejabat korup hingga menjadi ancaman bagi warga lokal dengan berbagai kejahatan serius. Mulai dari praktek lintah darat, hingga perkosaan berkelompok dan pembunuhan.

Sebagian besar syuting dilakukan di provinsi Hunan. Seluruh prosedur syuting dilakukan selama tiga bulan. Tim drama memperoleh panduan detil dan tepat waktu dari pihak penegak hukum.

“Kami tidak punya cukup pengalaman untuk menangani subyek yang menantang seperti ini,” kata Huang.

“Sebagai sebuah tribut untuk pelawan kejahatan, yang mempertaruhkan hidup mereka di garis depan, kami percaya kisah ini harusnya menggambarkan tema yang serius dan memuja nilai-nilai positif. Kami juga perlu menambahkan beberapa elemen hiburan atau humor untuk menarik lebih banyak penonton. Penting untuk menangani hal ini dengan keseimbangan,” lanjutnya.

Sutradara Wu menjelaskan cara tim kreatif melakukan hal ini. Misalnya seorang karakter pendukung dalam drama ini terlihat menakutkan dengan luka panjang di sebagian wajahnya. Tapi dia selalu membawa termos warna pink. Hal ini membuat para penonton bertanya-tanya tentang masa lalunya.

Li berkata jika beberapa petugas dari badan penegak hukum memandu mereka dengan dekat dari awal penulisan naskah hingga syuting, memberikan kru masukan untuk memastikan semua detil dari istilah hukum hingga judul semuanya akurat dan menyakinkan.

Wu berkata jia belajar banyak dari melihat video rekaman sidang seorang pejabat korup yang digelar berbulan-bulan lamanya.

“Dalam minggu pertama, rambutnya sebagian besar hitam dengan sebagian kecil beruban. Tapi rambutnya benar-benar beruban tiga bulan kemudian karena stres yang berat. Saya sangat terkejut melihat perubahan ini. Saya menulis detail ini untuk seorang karakter dalam drama,” kata Wu.

Supaya para aktor bisa menjiwai karakternya, beberapa pemeran diminta untuk tinggal bersama polisi untuk memperoleh informasi langsung. Contohnya, artis Wu Yue meneliti bagaimana memerankan seorang petugas polisi senior dengan tinggal bersama seorang wakil kepala biro keamanan publik wanita.

Wu Bai, sang sutradara berkata dia juga menggunakan teknik close up dan teknik fotografi spesial untuk menangkap perubahan emosional pada wajah para karakternya dan sengaja meninggalkan beberapa misteri yang tidak terpecahkan supaya para penonton menebak kebenarannya.

“Contohnya, salah satu misteri yang paling sering dibahas adalah siapa ayah kandung Sun Xing (penjahat utama dalam drama). Yang menarik, kami mengubah ide ini beberapa kali selama prosedur kreasi. Untuk kami, hal ini selalu menjadi perjalanan memecahkan teka-teki saat menulis naskah,” kata Wu bai tentang formulanya untuk menarik para penonton yang penasaran.

Drama itu juga memperoleh perhatian di luar negeri. Beberapa penonton asing meminta subtile Bahasa Inggris di situs MyDramaList.

Sumber: China Daily.

Tidak ingin ketinggalan informasi terbaru tentang drama, anime, game dan film favorit kalian? Ikuti Layar Hijau di Facebook, Twitter, Instagram dan YouTube. Dukung kami dengan memberi donasi.

Bagikan artikel
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading…

0

Syuting Princess Agents Season 2 Kembali Dirumorkan Sedang Dipersiapkan

Kesan Pertama Simu Liu Bertemu Tony Leung di Lokasi Syuting Shang-Chi