Drama Forever and Ever: Bai Lu Bahas Adegan Mesra dan Adegan Paling Berkesan

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Dalam wawancara terbaru dengan iQiYi, Bai Lu membahas berbagai adegan dalam drama Forever and Ever. Dia juga membahas berbagai hal terkait karakter yang dia perankan dan diperankan oleh Ren Jialun.

Salah satu adegan mesra yang paling berkesan di hati para penonton adalah adegan intim kedua karakter utama dalam episode 15. Dalam adegan itu, keduanya bercinta saat pulang ke rumah setelah hujan yang lebat.

Adegan itu berkesan karena tidak hanya terlihat sangat romantis tapi disajikan dengan visual yang artistik. Bai Lu mengungkap jika adegan itu sangat detil dan sang sutradara memikirkan adegan itu dengan matang. “Dengan cahaya, hujan, detail, gerakan slow motion dan gerakan tangan kami. Adegan itu sangat sensual,” terang Bai Lu.

- Advertisement -

Sekalipun adegan itu adalah adegan yang sensual dan romantis, rupanya ada kejadian lucu selama syuting adegan itu. Bai Lu mengungkap jika dialog dalam adegan itu membuat dirinya dan Ren Jialun malu.  Karakter Ren Jialun berkata,” Tidak perlu menaikkan suhu ruangan begitu tinggi, kamu nanti akan berkeringat.”

“Saat kami melakukan adegan itu, saya tidak tahu apakah kamu (si reporter—red) memperhatikannya, adegan berubah menjadi slow motion. Dan bahu saya sedikit bergetar karena sebenarnya kami berdua tertawa. Begitu dialog itu selesai, kami berdua tertawa terbahak-bahak,” ujar Bai Lu.

Adegan lain yang berkesan adalah saat Shi Yi ingin buah delima saat mereka berdua tinggal di hotel. Maka Zhou Sheng Chen bangun pagi-pagi dan menaiki motor untuk mencari buah itu. Yang membuat Bai Lu berkesan adalah Ren Jialun menaiki sebuah sepeda motor listrik kecil berwarna pink. “ Dia (Zhou Sheng Chen) lalu mengupas buah itu. Semua karena detail ini, karena Zhou Sheng Chen sangat detail dan sensitif,” kata Bai Lu.

- Advertisement -

Sumber: YouTube iQiYi

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted