Layarhijau.com – Drama kolosal The First Jasmine (莫离) akhirnya resmi tayang di episode pamungkas. Sayangnya, bukannya mendapat pujian, akhir dari drama ini malah memancing amarah di berbagai media sosial Tiongkok. Bukan karena kejutan di akhir cerita yang mengecewakan, melainkan karena perlakuan tidak adil terhadap pemeran utama pria, Cheng Lei.
Tagar mengenai “Cheng Lei di 5 episode terakhir The First Jasmine cuma dapat jatah main 3 menit per episode” sukses menjadi tajuk utama perbincangan di media sosial Tiongkok. Banyak penggemar yang geram dan menuding pihak produksi membuat Cheng Lei, yang memerankan Mo Xiuyao, hanya jadi “pelengkap penderita” alias figuran di drama yang ia bintangi.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Rata-rata Cuma 3 Menit per Episode
Berdasarkan hitung-hitungan teliti dari warganet Tiongkok yang menonton frame demi frame, total durasi tayang Cheng Lei di 5 episode terakhir (dengan total durasi lebih dari 200 menit) hanya sekitar 15 menit!
Itu berarti ia hanya muncul rata-rata 3 menit per episode. Parahnya, ada satu episode di mana ia muncul kurang dari 2 menit. Banyak penonton yang heran dan menyayangkan, “Ini pemeran utama apa figuran kok perlakuannya begini? Nggak banget deh!”
Adegan Pertarungan Pamungkas Cuma 5 Detik!
Puncak kekecewaan para penggemar terjadi saat adegan klimaks. Pertarungan pamungkas antara sang pria utama dan tokoh antagonis yang seharusnya jadi sorotan utama, malah dipangkas habis-habisan hingga hanya menyisakan 5 detik!
Bandingkan dengan adegan kilas balik antara pemeran wanita dan pemeran pria kedua yang kebagian durasi hingga 5 menit penuh. Kontras yang sangat jauh ini bikin warganet Tiongkok emosi.
Netizen pun menuding pihak produksi melakukan “penipuan”. “Pas promosi gembor-gembor pakai Cheng Lei buat narik massa, pas tayang malah dihapus. Nggak hormati aktor banget!” tulis seorang warganet kesal di media sosial.
Dedikasi 5 Bulan Berujung Apes
Rasa sakit hati para penggemar semakin menjadi mengingat dedikasi Cheng Lei untuk drama ini. Ia diketahui menghabiskan waktu syuting selama hampir 5 bulan.
Belum lagi, ia harus bertahan di tengah cuaca panas mencapai 40 derajat Celsius dengan mengenakan baju zirah perang yang sangat berat. Berbagai adegan perang, aksi gantung kawat, hingga bela diri tingkat tinggi semuanya ia lakukan sendiri tanpa pemeran pengganti.
“Syuting 5 bulan, capek-capek di panas terik, eh hasilnya cuma 15 menit. Sakit banget lihatnya,” keluh para penggemar. Meski begitu, mereka tetap bangga. “Walau sedikit, tapi setiap detik yang muncul itu aktingnya berasa banget. Justru dari sedikitnya jatah layar, kualitas aktingnya lewat tatapan mata makin kelihatan,” bela mereka.
Dikarenakan Fokus pada Tokoh Wanita Utama?
Di tengah badai kritik di media sosial Tiongkok, muncul pula opini dari sebagian penonton yang mencoba melihat dari sisi lain. Mereka menilai The First Jasmine sejatinya adalah drama dengan sudut pandang tokoh wanita utama.
Di episode akhir, banyak sekali alur cerita pendukung dan nasib para karakter lain yang harus diselesaikan. Sehingga, kompromi durasi untuk pemeran pria utama dianggap sebagai pilihan ritme cerita yang mau tidak mau harus diambil.
“Sebenarnya ceritanya tetap utuh kok, cuma ya memang kurang puas aja kalau buat fans Cheng Lei. Mungkin memang keterbatasan durasi tayang juga, bukan sengaja ngejelekin aktornya,” ucap salah satu penonton yang mencoba berempati.
Hingga artikel ini diturunkan, pihak produksi The First Jasmine masih bungkam dan belum memberikan tanggapan resmi terkait polemik pemotongan durasi yang menimpa Cheng Lei ini.
Bagaimana menurut kalian? Apakah pemotongan durasi Cheng Lei murni kebutuhan cerita atau memang ada permainan di belakang layar? Tulis pendapat kalian di kolom komentar!
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


