Gerakan Me Too di Jepang, Yuriko Yoshitaka Ungkapkan Kekecewaannya Terhadap Industri Hiburan  

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Pada 6 April 2022, aktris Jepang Yuriko Yoshitaka menulis di media sosial untuk mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi hiburan di Jepang dan perilaku beberapa sutradara di sana. “Dalam kondisi seperti ini, saya mendengar beberapa nama yang tidak ingin saya dengar. Hal ini sangat buruk. Bagaimana kalian bisa menggunakan posisi superior kalian untuk menipu mereka yang ingin mengejar mimpi? Benar-benar ikut prihatin terhadap para korban. Melihat nama-nama ini, mereka akan menderita dalam waktu yang lama. Saya merasa terluka memikirkan hal ini,” tulis Yuriko.  

“Masyarakat akan berpikir jika industri hiburan seperti ini, jadi saya benar-benar sedih untuk mereka yang penuh antusiasme dalam berkreasi,” lanjutnya. 

Sekalipun aktris cantik itu tidak menyebutkan nama, tapi masyarakat yang mengikuti industri hiburan di Jepang tahu apa yang dia maksud. Dia mengkritik dan mengungkapkan kekecewaan terhadap fakta jika beberapa sutradara dituduh melakukan kekerasan seksual dan memakai posisi mereka untuk memaksa para aktris dan aktor untuk berhubungan badan. 

- Advertisement -

Krisis #MeToo saat ini memang tengah terjadi di Jepang. Beberapa pelaku industri hiburan mengungkapkan kasus pelecehan seksual yang pernah mereka alami. 

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted