Gerakan Me Too di Jepang, Yuriko Yoshitaka Ungkapkan Kekecewaannya Terhadap Industri Hiburan  

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

Tidak mengherankan jika gerakan #MeToo mulai marak di Jepang. Negara itu sendiri menduduki peringkat ke-120 dalam hal kesetaraan gender, jatuh di belakang negara lain yang masuk ke dalam negara industrial Group of Seven. 

Kondisi ini ironis karena film Drive My Car yang disutradarai oleh Ryusuke Hamaguchi memenangkan Piala Oscar untuk Jepang, yang pertama dalam 13 tahun.  

Para sutradara lain menandatangani sebuah petisi dan yang lain berkata jika masalah ini adalah sebuah rahasia umum dalam industri film yang sudah lama ada. Perbedaannya adalah sekarang para korban berani bicara, daripada menderita dalam diam. 

- Advertisement -

Apalagi dengan pekerjaan dalam dunia film begitu kompetitif. Tidak hanya untuk profesi aktor dan aktris tapi termasuk asisten sutradara, editing, kostum, penerjemah, produksi dan lain-lain. Penyalahgunaan kekuasaan menjadi sesuatu yang lebih mudah terjadi. 

Sumber: Sina News, Japan Today. 

Share This Article
Subscribe
Notify of
guest
0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted