Posted in

Android TV Memudar, Google TV Mulai Ambil Alih

Bagikan

LayarHijau.com—Android TV dirilis pada 2014 oleh Google dengan harapan dan ekspektasi tinggi. Tapi, pada tahap awal, platform itu menghadapi masa yang sangat sulit sebelum akhirnya mengalami perkembangan yang signifikan. Lucunya, saat Android TV mulai sukses, Google memiliki ide lain dengan merilis Google TV.

Selama 10 tahun terakhir, Android TV menjadi OS utama yang dipakai oleh produsen smart TV seperti Hisense, Sony, TCL, Nvidia dan lain-lain. Pada 2020, dari sepuluh smart TV yang ada di pasaran, tujuh di antaranya memakai Android TV.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Tapi pada tahun yang sama, Google merilis Google TV pada perangkat Chromecast with Google TV. OS baru ini sebenarnya dibuat berdasarkan Android TV. Hal ini menimbulkan kebingungan di antara para pengguna.

Perbedaan mencolok di antara kedua OS itu selain tampilannya adalah Google TV lebih fokus pada rekomendasi untuk para pengguna, tulis GizChina.

Transisi dua tahun

Google menjual produk smart TV dengan dua OS itu di pasaran. Tapi mereka mengatakan jika Google TV akan menggantikan Android TV.

Awalnya, transisi itu diklaim Google butuh waktu dua tahun. Jadi seharusnya pada 2021, Google mulai mendorong para produsen TV untuk mulai mengadopsi OS baru mereka. Tapi hingga saat ini, masih banyak produsen yang menjual smart TV dengan Android TV OS.

Produsen TV mulai beralih ke Google TV

Sekalipun demikian, beberapa produsen mulai beralih ke Google TV. Sony adalah produsen pertama yang mengambil langkah ini. Strategi tersebut kemudian ditiru oleh TCL pada 2021. Lalu pada 2022, Hisense ikut bergabung. Perubahan ini mulai terlihat di Amerika Serikat (AS) di mana situs Best Buy mengungkap jika Google TV mulai mendominasi jumlah TV baru di sana.

Hal yang sama juga dialami oleh proyektor. Beberapa tahun ini, sebagian besar proyektor pintar dilengkapi dengan Android TV. Tapi hal ini mulai berubah diawali dengan Leica. Pada CES 2023, Leica merilis proyektor pertama di dunia dengan sistem Google TV.

TV box dan dongle juga mulai mengikuti tren ini. Contohnya adalah Tvision Hub yang dirilis T-Mobile, operator seluler di AS. Brand seperti Mecool juga mulai merilis TV box dengan Google TV dengan TV Stick KD3 dan KM7 Plus. Brand seperti Realme dan Skyworth juga merilis TV stick dengan Google TV.

Android TV masih hidup

Tapi Android TV masih hidup. Tampilan antar muka itu masih digunakan di berbagai perangkat. Bahkan tahun ini, masih ada produsen TV yang merilis smart TV dengan Android TV di beberapa wilayah. Sedangkan di beberapa wilayah seperti Afrika, Taiwan dan China, Google TV masih belum tersedia. Sementara di Indonesia, fitur utama Google TV yang mengandalkan rekomendasi juga belum tersedia pada smart TV dengan Google TV.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *