Penjualan Smart TV Global, Hisense Duduki Posisi 2

Timotius Ari
Disclosure: Situs ini mungkin berisi tautan afiliasi, yang berarti kami bisa mendapatkan komisi jika kalian mengklik tautan tersebut dan melakukan pembelian. Kami hanya merekomendasikan produk atau layanan yang kami yakin bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih atas dukungan kalian!
VIDAA OS (Hisense USA)
Dukung Kami

Kami berusaha menghadirkan konten yang bisa tetap diakses semua orang tanpa batas.

Dukungan kecil dari kalian membantu kami tetap berjalan dan menjaga kemandirian.

Kalau kalian berkenan, dukungan bisa dimulai dari Rp5.000 lewat Trakteer.


- Advertisement -

LayarHijau.com—Hisense Group menjual lebih dari 24,5 juta TV pada 2022, menurut penelitian Omdia. Hal ini membuat produsen elektronik yang bermarkas di Qingdao, China itu menduduki posisi kedua dalam hal penjualan smart TV, mengalahkan TCL dan LG. Posisi pertama masih diduduki oleh Samsung.

Jumlah penjualan smart TV Hisense yang naik ini menjadi sebuah momentum bagi Hisense. Mereka ingin mendorong penetrasi sistem operasi TV berbasis Linux yang mereka kembangkan sendiri, VIDAA. Saat ini, VIDAA hanya dipakai dalam persentase kecil di dunia.

Pada Januari 2023 dalam acara CES, VIDAA Amerika Serikat (AS) mengumumkan jika mereka akan mentarget pasar AS yang saat ini didominiasi oleh Roku, TVOS lainnya.

- Advertisement -
Sumber: Nexttv.com

Lalu, pada Februari 2023, mereka berkata jika mereka akan berkompetisi dengan Roku secara langsung. Hisense sendiri tidak hanya memakai VIDAA pada produk smart TV mereka. Mereka juga menjual smart TV dengan Roku OS, Google TV, Android TV, Amazon Fire TV dan Xumo TV (sebelumnya dikenal sebagai Xclass TV, dikembangkan oleh Comcast/Charter).

Jika target VIDAA tercapai dan Hisense terus mempertahankan pangsa pasar global mereka, maka OS itu akan mengguncang perlombaan supremasi TVOS global, tulis nexttv.com.

- Advertisement -
Share This Article
Subscribe
Notify of
guest

0 Komentar
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments