LayarHijau.com – Pernahkah kamu sangat menantikan sebuah drama karena pemeran wanitanya favoritmu, tapi saat posternya dirilis, nama aktor pria yang lebih dulu disebut, lebih besar, atau lebih menonjol? Banyak penonton perempuan langsung merasa: “Kok dia jadi pemeran utama cadangan, sih?”
Inilah yang disebut top billing—urutan nama aktor atau aktris dalam kredit dan materi promosi. Nama yang muncul pertama biasanya dianggap lebih penting atau dominan, dan ini sangat memengaruhi persepsi industri dan penonton.
Kontroversi soal siapa yang pantas mendapat top billing kembali muncul dalam drama terbaru The Imperial Ballad / Court Royal Ballad (御廷谣) yang dibintangi Wu Jinyan dan Chen Zheyuan. Perlu diingat, judul resmi dramanya belum ditentukan.
Drama di Balik Drama
Produser Yu Zheng menyatakan bahwa Chen Zheyuan “tidak mau jadi nomor dua”, sehingga akhirnya mereka ditempatkan sebagai pemeran utama setara, atau ping fan. Namun dalam praktiknya, fans tetap bisa merasakan siapa yang lebih “utama” berdasarkan urutan nama, ukuran font, durasi layar, bahkan posisi di poster.
Wu Jinyan sendiri dikenal lewat Story of Yanxi Palace (延禧攻略), serta membintangi drama sejarah The Double (莫语云间), yang kini semakin mendapat sorotan berkat perannya yang kuat. Sementara itu, Chen Zheyuan memang sedang naik daun, tetapi belum terbukti mampu memimpin drama sebagai pemeran utama tunggal.
Bagi sebagian penonton perempuan, keputusan menyamakan posisi keduanya justru terasa seperti “mengurangi nilai” Wu Jinyan sebagai aktris yang sudah lebih berpengalaman.
Ketika Nama yang Pertama Dianggap Lebih Penting
Ini bukan kali pertama isu top billing memicu kontroversi. Dalam drama Qiao Chu (且试楚), misalnya, aktris Chen Duling dipasangkan dengan Zhou Yiran dan diberi status pemeran utama sejajar. Padahal, cerita aslinya berfokus pada karakter perempuan. Fans pun merasa Chen Duling “diturunkan” demi memberi ruang kepada aktor pria.

Begitu pula dalam Who Rules the World (且试天下), yang awalnya dipromosikan sebagai kisah tentang tokoh wanita kuat, namun dalam tayangannya karakter Zhao Lusi lebih sering diselamatkan daripada memimpin. Cerita pun beralih fokus ke karakter pria. Fans merasa harapan awal mereka dikhianati.
Di Balik Penentuan Urutan Nama
Dari sudut produksi, faktor yang menentukan top billing bisa sangat kompleks, antara lain:
Popularitas komersial (traffic): Aktor yang sedang viral bisa menuntut posisi utama meski perannya tidak sentral secara naratif.
Isi kontrak & negosiasi agensi: Banyak agensi memasukkan klausul billing di awal negosiasi.
Pengaruh investor: Investasi terhadap aktor tertentu bisa menentukan posisi mereka sebagai “bintang utama”.
Perubahan arah cerita: Skenario awal bisa memprioritaskan karakter perempuan, tapi setelah revisi atau tekanan pasar, fokus bisa bergeser ke karakter pria.

Contoh nyata dari isu klaim top billing ganda terjadi di Chinese Paladin 4 (仙剑四), di mana Ju Jingyi dan Chen Zheyuan dilaporkan memiliki klausul kontrak yang sama-sama menyebut mereka sebagai pemeran utama pertama—hingga memicu kebingungan publik dan perlu klarifikasi dari pihak terkait.
Penutup
Bagi banyak perempuan, urusan top billing bukan hanya soal nama di poster, tapi tentang bagaimana kerja keras, prestasi, dan kontribusi seorang aktris dihargai—atau justru dipinggirkan demi strategi pasar.
Sumber: Artikel ini berdasarkan laporan asli dari Sohu:










