Posted in

Cerita Zhang Yuxi Tolak Cinta Cowok Saat SMA Berujung Dibully

Bagikan

LayarHijau.com – Aktris Tiongkok Zhang Yuxi, yang dikenal lewat perannya dalam Love and Redemption (琉璃) dan Intense Love (韞色過濃), kembali menarik perhatian publik setelah tampil di acara Ride the Wind 2024 (乘風2024). Wajahnya yang mungil dan fitur wajahnya yang menawan membuatnya dijuluki sebagai “wajah drama TV ideal”. Namun di balik citranya yang glamor, ternyata Zhang menyimpan luka lama yang tak diketahui publik.

Baru-baru ini, dalam sebuah siaran langsung, Zhang Yuxi mengenang pengalaman pahit saat masa sekolah menengah. Ia mengaku pernah menjadi korban kekerasan brutal hanya karena menolak cinta seorang teman laki-laki.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

“Waktu itu aku menolak pernyataan cinta seorang cowok, dan dia malah ngumpulin beberapa teman laki-laki lain. Mereka menungguku di depan gerbang sekolah, mengepungku, dan menendang-nendang kakiku bergantian,” cerita Zhang. “Celana putih yang kupakai hari itu penuh bekas sepatu dan noda.”

Yang membuat banyak warganet makin terenyuh adalah bagaimana Zhang tetap tenang bahkan saat mengingat momen penuh trauma itu. Ia mengaku tidak melawan saat diserang, bahkan sengaja menjatuhkan diri saat ditendang untuk meredam situasi.

“Aku benar-benar nggak ngelawan, karena takut kalau makin ribut, situasinya bakal makin parah,” jelasnya.

Beruntung, seorang ibu pemilik toko di sekitar lokasi kejadian melihat insiden tersebut dan segera turun tangan. Ia mengancam akan melapor ke polisi, membuat para pelaku ketakutan dan melarikan diri.

Meski peristiwa itu sangat serius, Zhang menceritakannya dengan gaya bercanda yang membuat para penonton justru merasa lebih sedih. Ia berkata, “Mungkin karena aku terlalu cantik, jadi dibully. Kesel sih… tapi sebenernya enggak terlalu sakit juga.” Ia bahkan mempertanyakan masa depan para pelaku, “Dengan EQ segitu, kira-kira mereka bisa nikah enggak ya?”

Respons para penonton pun sangat emosional. Banyak yang mengungkapkan empati mendalam, seperti komentar, “Dia ceritanya sambil ketawa, tapi kita yang nangis.” Ada pula yang menulis, “Ini jelas-jelas perundungan berat,” dan “Menolak cinta bukanlah kesalahan, kenapa harus dibalas kekerasan seperti itu?”

Tak sedikit pula yang mengaitkan insiden tersebut dengan pengalaman Zhang Yuxi di tahun 2015 saat tampil di variety show Grade One (一年級). Kala itu, seorang peserta laki-laki menyatakan cintanya secara terbuka, dan meski ditolak, tetap terus mengejar Zhang hingga akhirnya ia memilih mundur dari acara tersebut karena tak tahan dengan gangguan tersebut. Warganet menyebutnya sebagai “trauma masa sekolah yang kembali terulang”.

Kisah ini kembali memicu diskusi tentang kekerasan dalam dunia pendidikan, serta tekanan sosial yang seringkali dihadapi perempuan hanya karena penampilan atau karena menolak cinta. Banyak yang menyuarakan bahwa kecantikan bukanlah alasan untuk dibenci atau disakiti, dan bahwa masyarakat harus mulai lebih sadar tentang pentingnya empati dan batasan pribadi.

Sumber: World Journal

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *