LayarHijau.com – Tepat pada pukul 00.00 31 Oktober 2025, Zhao Lusi resmi kembali ke dunia musik dengan nama panggung “Rosy Zhao Lusi”, merilis single pertama dari dua lagu barunya yang dijadwalkan rilis pekan ini. Lagu berjudul Black Veil Bride itu langsung mencatat hasil impresif: hanya dalam waktu 10 menit setelah perilisan, lagu ini mencatat lebih dari 10 ribu koleksi di platform QQ Music. Dalam tiga jam, lagu tersebut menempati posisi puncak QQ Music Peak Trend Chart.
Akun resmi Tencent Music You Chart memuji lagu tersebut sebagai “memiliki melodi yang adiktif dan ritme yang bersemangat”, sementara penampilan vokal Zhao Lusi disebut “percaya diri, tajam, dan penuh energi.”
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Menurut pengumuman yang dibagikan oleh fan club resminya pada 29 Oktober, Zhao Lusi akan merilis dua single baru dalam debut musiknya kali ini. Setelah Black Veil Bride diluncurkan pada 31 Oktober, single kedua dijadwalkan tayang pada 2 November, dengan rilis global untuk kedua lagu tersebut pada 6 November di seluruh platform streaming internasional.
Namun di balik kesuksesan cepat tersebut, muncul perbincangan tentang validitas sebagian klaim promosi yang beredar. Beberapa unggahan menyebut lagu ini “langsung menembus tangga lagu Billboard Amerika Serikat”, padahal hingga kini belum ada data resmi yang mendukung. Situs resmi Billboard maupun lembaga pemantau musik internasional tidak mencatat lagu tersebut. Dugaan kuat, kabar itu berasal dari salah tafsir terhadap “Bili_Board术力口周榜” — sebuah daftar musik internal di platform Bilibili yang tidak memiliki hubungan apa pun dengan Billboard.
Meski demikian, pencapaian Black Veil Bride di dalam negeri tetap impresif. Keberhasilannya menempati puncak QQ Music Peak Trend Chart tidak terjadi secara kebetulan. Sistem penilaian tangga lagu tersebut tidak hanya menghitung jumlah pemutaran, tetapi juga memperhitungkan lima aspek: jumlah pendengar unik, interaksi, koleksi, penyebaran, dan potensi komersial. Aktivitas seperti membagikan lagu, memberikan komentar, menyimpan, membeli lagu, hingga berpartisipasi dalam kegiatan AI sing-along semuanya berkontribusi langsung terhadap peringkat.
Tim Zhao Lusi memanfaatkan mekanisme ini dengan cermat. Tagar #赵露思新歌BlackVeilBride# dengan cepat menjadi trending di Weibo, sementara akun penggemar dan sejumlah blogger hiburan serempak membagikan video lirik serta tautan lagu. Strategi ini secara efektif mengarahkan lalu lintas ke jalur interaksi resmi QQ Music, mendorong kenaikan skor lagu dalam waktu singkat.
Secara musikal, Black Veil Bride juga memperlihatkan langkah berani Zhao Lusi dalam mengeksplorasi identitas baru. Lagu beraliran pop elektronik dengan nuansa “dongeng gelap” ini memadukan gaya girl group modern dengan sentuhan misterius yang kuat. Lirik-liriknya menonjolkan tema kemandirian perempuan, di antaranya baris “Baby, it’s just death by design” yang mempertegas citra diri yang tegas dan berani.
Produksi lagu ini digarap oleh Brian Lee, produser kawakan peraih delapan penghargaan Grammy yang pernah bekerja sama dengan Michael Jackson, Britney Spears, Justin Bieber, hingga grup K-pop ternama seperti BTS dan BLACKPINK. Kolaborasi lintas budaya ini menjadi nilai jual utama dan memperkuat citra internasional Zhao Lusi.
Menariknya, langkah ini juga menandai upaya nyata seorang aktris untuk menapaki dunia musik secara profesional. Banyak aktor Tiongkok sebelumnya merilis lagu hanya sebagai soundtrack atau promosi drama, namun Black Veil Bride tampak menjadi proyek yang lebih serius. Zhao Lusi bahkan memilih menggunakan nama panggung berbeda “Rosy Zhao Lusi”, menegaskan keinginan untuk membangun identitas musikal terpisah dari karier aktingnya.
Meski sukses di QQ Music, lagu ini belum terlihat menonjol di platform lain seperti NetEase Cloud Music atau Kugou, dan pembicaraan di komunitas seperti Douban maupun Bilibili masih minim. Hal ini menunjukkan bahwa persebaran lagu masih bergantung pada fanbase dan sistem promosi platform tertentu.
Jika promosi Black Veil Bride berlanjut dengan perilisan single keduanya, disusul penampilan langsung atau partisipasi dalam program musik, Zhao Lusi berpotensi memperkuat posisinya di dunia musik. Namun jika berhenti di satu rilis digital, maka keberhasilannya akan lebih tercatat sebagai studi kasus cermatnya pemanfaatan algoritma dan fan engagement di era digital.
Bagaimanapun, perilisan Black Veil Bride memperlihatkan kenyataan baru dalam industri musik Tiongkok: angka dapat diraih cepat, tren bisa diciptakan dalam semalam, tetapi daya tahan sebuah lagu tetap bergantung pada resonansi yang tulus antara penyanyi dan pendengarnya. Untuk Zhao Lusi, peringkat pertama hanyalah permulaan; tantangan sebenarnya adalah membuat publik benar-benar mengingat suaranya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


