LayarHijau.com – Dari semua anime populer dalam satu dekade terakhir, One-Punch Man selalu menjadi bahan perdebatan bagi penggemar dan kritikus. Season pertamanya dipuji karena kualitas visual dan alur cerita yang memukau, namun penurunan drastis di season 2 dan jeda tayang yang panjang membuat reputasi anime ini mulai goyah. Kini, menurut laporan ComicBook.com, season 3 tampaknya memperburuk keadaan.
Season 3 Jadi Titik Terendah One-Punch Man
Masalah sebenarnya sudah muncul jauh sebelum season 3 tayang. Setelah diumumkan pada 2022, butuh tiga tahun hingga ada informasi baru. Materi promosi yang dirilis pun menimbulkan kekhawatiran: visual yang terlihat malas, animasi kaku, dan trailer yang nyaris tanpa adegan aksi menarik.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Kekhawatiran makin besar ketika sutradaranya baru diumumkan sebulan sebelum penayangan perdana. Shinpei Nagai, yang dikenal lebih banyak menangani anime pendek bertema fanservice, ditunjuk sebagai sutradara, bukan anime aksi. Hal ini membuat banyak penggemar pesimis—dan ternyata benar.
Hasilnya dianggap berantakan. Setiap episode dipenuhi animasi kaku, arah penyutradaraan yang kurang, dan adegan aksi yang sering menjadi bahan meme di media sosial. Adegan yang bisa dibilang “lumayan” pun jarang ditemukan.
Episode 5 Jadi Batas Kesabaran Penonton
Meski musim ketiga menuai kritik, sebagian penggemar masih berharap pada episode 5 karena melibatkan beberapa animator berbakat, termasuk Vann Oba yang sempat membuat hitung mundur penayangan di media sosial. Fans berharap episode ini bisa memperbaiki citra anime.
Sekilas, episode 5 memang sedikit lebih baik. Adegan pertarungan Garou melawan Overgrown Pochi dan Orochi menampilkan beberapa potongan animasi yang solid, terutama bagian garapan Vann Oba. Namun, peningkatan itu hanya sedikit. Sebagian besar episode masih dipenuhi animasi kaku, transisi yang malas, dan kualitas adegan aksi yang buruk. Pertarungan utama Garou vs Orochi justru dianggap paling mengecewakan.
Menurut ComicBook.com, episode ini menjadi “titik akhir kesabaran” bagi banyak penggemar, karena hype yang dibangun sebelumnya lenyap begitu saja.
Apakah One-Punch Man Masih Bisa Diselamatkan?
Sulit membela season 3 One-Punch Man. Meski ada beberapa adegan animasi bagus, secara keseluruhan season ini dianggap gagal total, bahkan lebih buruk dari season 2. Perubahan staf dan studio produksi menjadi faktor utama.
Setelah berpindah dari Madhouse ke J.C. Staff, anime kehilangan para animator berbakat yang membuat season pertama begitu fenomenal. Selain itu, Bandai Namco Filmworks, perusahaan induk J.C. Staff, dikenal sering memberi tenggat waktu ketat dan sumber daya terbatas. Jadi, bahkan tim yang hebat pun bisa kesulitan menghasilkan kualitas yang memadai.
Satu-satunya harapan agar One-Punch Man bisa bangkit adalah jika Bandai memberi waktu lebih banyak, sumber daya lebih baik, dan melibatkan staf berbakat. Sayangnya, kemungkinan itu masih sangat kecil. Bagi penggemar yang pernah menganggap One-Punch Man sebagai anime terbaik, situasi ini jelas sangat mengecewakan.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


