Posted in

3 Hal Ini Buat Drama Dilraba Dilmurat dan Oliver Chen, Love on the Turquoise Land Populer

Bagikan

LayarHijau.com – Persaingan drama China di slot tayang terbaru berlangsung sengit. Drama petualangan fantasi Love on the Turquoise Land yang dibintangi Dilraba Dilmurat dan Chen Xingxu resmi tayang perdana pada 22 November. Penayangan perdananya sukses besar dengan langsung memuncaki daftar rating dan popularitas (heat index), mengalahkan dua pesaing beratnya yang tayang bersamaan: Love and Crown yang dibintangi Ren Jialun dan Peng Xiaoran, serta Strange Tales of Tang Dynasty: To Chang’an yang dibintangi Yang Xuwen dan Yang Zhigang.

Kesuksesan ini didorong oleh alur cerita yang unik, perpaduan genre fantasi-suspense yang kental, serta chemistry visual yang kuat antara kedua pemeran utama. Penonton memuji bagaimana drama ini tidak sekadar menjual romansa, tetapi juga elemen misteri yang membuat penonton ikut berpikir keras.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Paling tidak tiga hal ini dipuji para penonton di China dan membuat Love on the Turquiose Land menduduki posisi pertama:

(Penjelasan di bawah mengandung spoiler cerita drama)

Plot Menegangkan dengan Nuansa Horor

Love on the Turquoise Land membuka ceritanya dengan latar belakang dunia yang kompleks. Dikisahkan pada zaman kuno, sebuah meteorit jatuh dan menciptakan “Tanah Hijau” (Qing Rang), yang kemudian melahirkan monster haus darah bernama “Di Xiao” (Earth Owl/ Iblis Bumi). Untuk melindungi manusia, terbentuklah kelompok “Nanshan Hunters” atau Pemburu Gunung Nan.

Sejak episode pertama, atmosfer thriller (ketegangan) dibangun dengan sangat rapi. Penonton disuguhi misteri seputar perilaku aneh rekan kerja Yan Tuo (Chen Xingxu) yang menyerupai tabiat monster. Elemen horor saat kemunculan monster ini dinilai sangat efektif dan menakutkan, memberikan nuansa berbeda dibandingkan drama idol pada umumnya. Baik Nie Jiuluo (Dilraba Dilmurat) maupun Yan Tuo muncul dengan membawa rahasia masing-masing, memicu rasa penasaran penonton untuk menyusun kepingan misteri tersebut.

Aliansi dan Chemistry Dua Karakter Kuat

Dinamika antara Nie Jiuluo dan Yan Tuo menjadi daya tarik utama. Hubungan mereka bermula dari kecurigaan yang mendalam. Yan Tuo, seorang pewaris kaya yang sedang menyelidiki kebenaran di balik pembantaian keluarganya, awalnya mencurigai Nie Jiuluo. Mereka bahkan sempat terlibat dalam insiden saling tabrak mobil dan saling sandera.

Namun, karena memiliki musuh yang sama yakni monster Di Xiao, keduanya memutuskan untuk membentuk aliansi, dua karakter yang kuat memutuskan bekerja sama. Yan Tuo bahkan rela menyusup ke dalam kelompok Di Xiao sebagai mata-mata untuk memberikan informasi kepada Nie Jiuluo. Transisi dari saling waspada menjadi partner yang solid ini dinilai sangat natural dan memancarkan chemistry yang meledak-ledak.

Koreografi Laga yang Mematikan

Aspek yang paling banyak menuai pujian dan menjadi sorotan utama adalah adegan aksi serta pengungkapan jati diri karakter wanita utamanya. Dalam poin ini, Love on the Turquoise Land berhasil mematahkan stigma karakter wanita lemah.

Pada episode 5 dan 6, kedok Nie Jiuluo sebagai seniman pematung yang anggun akhirnya terbongkar. Ia sebenarnya adalah “Feng Dao” (Mad Blade/Pisau Gila), seorang pemburu elit dari organisasi Pemburu Gunung Nan yang paling ditakuti oleh para monster. Latar belakangnya tragis; setelah orang tuanya tewas, ia dibesarkan di sekolah yang dikelola Pemburu Gunung Nan dan dilatih untuk menjadi senjata pembunuh. Saat identitasnya terungkap, ia muncul mengenakan pakaian tempur serba hitam dengan rambut kuncir kuda tinggi, mengubah aura “dewi seni” menjadi pembunuh berdarah dingin.

Adegan aksi yang sebelumnya menyita perhatian adalah pertarungan jarak dekat antara dua karakter utama. Adegan ini viral di media sosial. Dalam adegan tersebut, Dilraba mengenakan piyama sutra sementara Chen Xingxu mengenakan setelan jas lengkap. Meskipun berpakaian tidur, gerakan bela diri Dilraba terlihat sangat tajam, penuh tenaga, dan mematikan, menciptakan kontras visual yang estetik namun berbahaya. Sementara itu, Oliver Chen Xingxu dengan postur tubuh 186 cm juga mengimbangi dengan gerakan yang tak kalah lincah.

Adegan lain yang disorot dalam episode terbaru adalah pertempuran melawan monster.

Ketika tim Pemburu Gunung Nan terdesak oleh monster Di Xiao berbentuk manusia, kemunculan Nie Jiuluo dalam mode tempurnya langsung membalikkan keadaan. Setiap serangannya dirancang untuk membunuh, bukan sekadar “tarian” indah, yang membuat penonton merasa puas. Transformasi ekspresi Dilraba dari wanita ketakutan (saat berpura-pura) menjadi tatapan membunuh yang dingin saat menyerang Yan Tuo di dalam mobil juga menjadi bukti kemampuan akting laganya yang mumpuni.

Dengan kombinasi alur cerita yang “membakar otak”, elemen horor yang segar, serta aksi laga kelas atas dari Dilraba dan Chen Xingxu, Love on the Turquoise Land diprediksi akan terus mendominasi perolehan rating dalam beberapa minggu ke depan.

 

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Via0

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *