LayarHijau.com– Drama periode karya Lee Sang-il berjudul Kokuho menjadi fenomena besar di box office Jepang. Film berdurasi hampir tiga jam yang mengeksplorasi dunia kabuki tradisional ini berhasil menembus angka lebih dari 17,37 miliar yen (sekitar 111 juta dolar AS) sejak dirilis pada Juni lalu. Capaian itu menggeser rekor yang telah bertahan 22 tahun milik Bayside Shakedown 2 (2003) dengan pendapatan 17,35 miliar yen.
Film yang diproduksi oleh Aniplex bersama Myriagon Studio dan didistribusikan oleh Toho tersebut sudah menarik lebih dari 12 juta penonton di Jepang—sebuah prestasi yang sebelumnya dianggap mustahil untuk karya dengan pendekatan artistik dan durasi yang menantang.
Kokuho mendapat sambutan hangat saat pemutaran perdananya di ajang Directors’ Fortnight pada Festival Film Cannes bulan Mei. Sejak itu, pujian demi pujian mengalir dan popularitasnya terus meningkat. Pada April lalu, Jepang resmi memilih film ini sebagai wakilnya untuk kategori Best International Feature di Oscar 2026, dan kini menjadi salah satu kandidat kuat.
Judul Kokuho sendiri berarti “harta nasional”. Film ini mengikuti perjalanan 50 tahun kehidupan dua aktor kabuki: seorang yatim piatu yang menjadi orang luar dalam dunia seni tersebut, serta seorang pewaris keluarga panggung ternama. Persahabatan mereka perlahan berubah menjadi obsesi dan rivalitas penuh gejolak. Adaptasi dari novel Shuichi Yoshida ini dirancang Lee sebagai sebuah kisah epik tentang ambisi, seni, dan pengorbanan—menggabungkan drama di balik panggung, intrik suksesi, hingga perjuangan membentuk seorang seniman besar.
Para kritikus memuji puitika visual film ini dan pendalaman budaya kabuki yang otentik. Sinematografi Sofian El Fani serta rancangan produksi mewah Yohei Taneda mendapatkan banyak apresiasi atas detail yang memanjakan mata penonton. Dua pemeran utama, Ryo Yoshizawa dan Ryusei Yokohama, juga disebut menghadirkan permainan “berlapis dan memikat,” mengaburkan batas antara karakter di atas dan di balik panggung.
Kesuksesan Kokuho semakin menonjol karena hadir di tengah dominasi anime dan film waralaba di pasar Jepang saat ini. Analis industri melihat pencapaian ini sebagai bukti bahwa cerita berkualitas tinggi dan bertema khas Jepang tetap memiliki daya tarik kuat di layar lebar.
Menariknya, popularitas film ini juga membawa dampak nyata bagi dunia kabuki di Jepang. Banyak gedung pertunjukan kabuki melaporkan lonjakan penjualan tiket, meningkatnya minat dari penonton muda, serta kehadiran kembali mereka yang dulu pernah mengikuti pertunjukan kabuki.
Setelah membuat gebrakan di Jepang, Kokuho mencatat debut Amerika Utara di Toronto International Film Festival pada September lalu. Film ini juga menjalani penayangan terbatas sebagai syarat Oscar di AS bulan ini melalui distributor GKIDS, anak perusahaan Toho di wilayah Amerika Utara. Perilisan lebih luas di bioskop Amerika dijadwalkan pada awal 2026.










