Posted in

Dilraba Dilmurat Merasa Main Dua Drama Sekaligus Berkat Perannya di Love on the Turquoise Land

Bagikan

LayarHijau.com – Aktris populer Tiongkok, Dilraba Dilmurat, tengah mencuri perhatian lewat perannya sebagai Nie Jiuluo dalam drama terbarunya, Love on the Turquoise Land (枭起青壤).

Dalam wawancara eksklusif dengan Xinhua News Agency, Dilraba membagikan pandangannya mengenai karakter yang kompleks ini, sekaligus tantangan berakting yang memberinya sensasi berbeda dalam prosesnya.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Satu Karakter, Dua Sisi yang Kontras

Dilraba menjelaskan bahwa Nie Jiuluo bukanlah karakter dengan “dua peran” terpisah, melainkan dua sisi dari satu individu yang penuh kontradiksi—sebuah realita yang juga kerap dialami banyak orang di dunia nyata.

“Ia harus menjadi orang dewasa yang tenang di siang hari, seorang pematung yang penuh seni… tapi saat krisis datang, ia berubah menjadi sosok yang punya bela kasihan tinggi dan berani menegakkan keadilan. Kontradiksi semacam ini sangat menarik untuk saya rasakan,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Untuk saya, karakter seperti ini sangat berbeda dari yang pernah saya perankan sebelumnya. Konflik internalnya membuat saya ingin mendalaminya lewat akting, untuk belajar dari karakternya. Itulah kenapa saya menerima peran ini.”

Kontras kehidupan siang dan malam Nie Jiuluo ini memberikan pengalaman akting yang unik. Sebagai pematung, gerak-geriknya anggun dan suaranya lembut. Sebaliknya, saat menjadi Nie Jiuluo yang gesit dan tangguh, Dilraba merasa seolah memainkan dua drama sekaligus.

Totalitas dalam Adegan Laga Modern

Peran Nie Jiuluo menuntut kemampuan dalam adegan laga yang intens. Dilraba mengakui bahwa bagian ini paling seru, terutama saat bertarung.

“Sutradara aksi sangat menolong kami. Banyak adegan aksi memerlukan kecepatan dan teknik khusus—seperti bagaimana memegang pedang, bagaimana menariknya keluar dari sarung—semuanya punya koreografi sendiri. Karena ini drama modern, memakai baju yang keren, dan bertarung melawan makhluk fantasi rasanya luar biasa,” terang aktris cantik itu.

Hal menarik yang diungkap Dilraba adalah ada banyak teknik pukulan yang diajarkan di tempat saat hendak syuting adegan aksi.

“Saat lampu dan kamera sedang ditata, kami akan berlatih di samping. Jujur saja, tangan saya tidaklah terlalu fleksibel… Tapi yang mengejutkan, saya mengambil senjata seperti pisau dan tombak cukup cepat. Saya berlatih nonstop,” terangnya.

Dilraba tidak asing dengan adegan bela diri, tetapi ia mengungkapkan bahwa gaya bela diri Nie Jiuluo berbeda dari karakter yang pernah ia perankan.

“Saya pikir ada banyak perbedaan. Pertama karena ini adalah drama modern. Saat saya memegang sebuah pedang besar, saya tidak bisa memakainya seolah saya melakukan tarian pedang—hal itu akan terasa aneh,” ujarnya.

Ia mencontohkan, tim koreografi awalnya merancang gerakan meloncat di atap dan tembok seolah terbang. Dilraba merasa kemampuan seperti itu terkesan aneh di dunia modern.

“Jadi kami berkomunikasi dan membuatnya terlihat lebih seperti parkour, sebuah olahraga ekstrem kontemporer. Banyak orang modern bisa melakukan itu secara realistis tanpa kabel. Saya pikir ini terlihat lebih alami dan nyata,” lanjutnya.

Pesan yang Ingin Disampaikan

Saat ditanya pesan apa yang hendak disampaikan dari karakternya di drama modern dengan setting supernatural seperti Love on the Turquoise Land, Dilraba menjawab: “Dua kata yang muncul di pikiran saya adalah kegigihan dan keberanian.”

“Banyak orang melakukan profesi mereka dengan kegigihan—pemadam kebakaran, polisi, perawat, dokter—semua orang tetap berjuang dalam tugas mereka masing-masing. Mereka menunggu waktu di mana seseorang mungkin membutuhkan mereka. Mereka selalu siap untuk menghadapi tantangan dan pertarungan,” terangnya.

“Yang lain adalah keberanian. Banyak karakter yang sebenarnya adalah orang biasa seperti Yan Tuo dan adiknya—mereka melawan balik, mendukung orang-orang yang memiliki kekuatan untuk melawan kegelapan. Kita butuh setiap orang biasa untuk membantu melawan bayangan yang besar ini. Itulah yang saya yakini ingin disampaikan drama ini,” lanjutnya.

Refleksi Seorang Aktor: Sensitivitas dan Tanggung Jawab Sosial

Sekalipun sudah berkarir di dunia hiburan selama lebih dari 12 tahun, Dilraba merasa masih banyak hal yang ingin dia jelajahi sebagai seorang aktris.

“Saya merasa setiap peran berbeda. Saya tidak ingin membatasi jenis peran apa yang bisa saya mainkan. Jadi saya ingin mencoba setiap peran yang menarik untuk saya. Jika sebuah naskah diberikan pada saya dan perannya adalah sesuatu yang belum pernah saya coba sebelumnya—bahkan mungkin profesi yang belum pernah saya dengar—saya ingin mencobanya,” terangnya.

Sebagai figur publik, Dilraba juga menyoroti pentingnya sensitivitas, empati, dan tanggung jawab sosial. Ia berharap karyanya memberi dampak positif. Contohnya, drama Sword Rose yang ia bintangi sebelumnya, mengangkat isu perdagangan manusia, diharapkan bisa meningkatkan kesadaran penonton dan memberi pengetahuan untuk melindungi diri dan keluarga.

Menghadapi Kritik dengan Keterbukaan

Mengenai kritik negatif, Dilraba terbuka. Dulu, ia sulit menerima komentar pedas. Kini, ia memilih fokus pada ketulusan hati dalam berkarya, tanpa membiarkan pikiran negatif menghalangi kreativitas.

Namun, ia tetap menanggapi kritik profesional. Setelah drama Sword Rose tayang, ia mendapat komentar jika suaranya terlalu tipis. Ia pun belajar mengatur posisi suara agar terdengar lebih rendah dan sesuai karakter.

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *