LayarHijau.com – Kasus seorang influencer wanita asal Provinsi Fujian, China, yang ditemukan terlunta-lunta di jalanan Kamboja terus menyita perhatian publik. Perempuan bernama Wu Mouzhen (吴某桢) itu kini diketahui mengalami kondisi kesehatan serius dan tengah menjalani perawatan di rumah sakit setempat, sementara sang ibu telah bertolak ke Kamboja untuk membawanya pulang.
Rumah sakit yang merawat Wu Mouzhen mengonfirmasi bahwa pasien didiagnosis mengalami infeksi paru-paru, radang selaput dada, penumpukan cairan di rongga dada, retensi urine, hingga kekurangan protein. Hasil pemeriksaan juga menunjukkan adanya penggunaan narkoba. Kondisi tersebut membuat Wu dalam keadaan fisik lemah dan kesulitan bergerak.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Perhatian publik bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Wu Mouzhen duduk di pinggir jalan dalam kondisi sangat memprihatinkan pada awal tahun ini. Ia tampak kurus, wajahnya pucat, dan membawa paspor serta hasil CT scan. Video itu viral di media sosial dan memicu kekhawatiran luas akan keselamatannya.

Pada 6 Januari, paman Wu Mouzhen mengatakan kepada Red Star News bahwa ibu Wu, bermarga Xie, bersama seorang sepupu telah menaiki pesawat menuju Kamboja. Ia menyebut keberangkatan tersebut baru dapat terlaksana setelah adanya pemberitaan media dan keterlibatan pihak perwakilan diplomatik China.
“Kami berterima kasih atas perhatian media dan bantuan dari kedutaan. Tanpa itu, keluarga kami sulit bertindak secepat ini,” ujarnya.
Sang ibu mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui putrinya berada di Kamboja pada pertengahan April 2025, setelah dihubungi oleh pihak kepolisian. Selama ini, keluarga mengira Wu bekerja di dalam negeri. Bahkan ketika ditanya, Wu disebut masih mengatakan bahwa dirinya berada di Zhejiang.
Terkait penggunaan narkoba, Xie mengaku baru mengetahuinya pada Desember lalu dari teman putrinya. Ia juga menjelaskan bahwa Wu Mouzhen sempat tinggal di sebuah apartemen di kawasan Sihanoukville. Pemilik apartemen, yang juga warga China, menghubunginya pada 26 Desember dan meminta keluarga segera datang.
“Pemilik rumah bilang kondisi anak saya sudah sangat buruk. Kalau tidak segera dibawa pulang, dia takut anak saya meninggal di sana,” kata Xie.
Menurut penuturan sang ibu, Wu Mouzhen sudah hampir dua bulan tidak bisa bangun dari tempat tidur akibat dampak penggunaan narkoba. Saat melihat kondisi putrinya melalui panggilan video, Xie sempat mengira Wu menjadi korban kekerasan. Namun karena kondisi mentalnya tidak stabil, Wu tidak mampu menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Xie sempat mengirimkan uang sebesar 2.000 yuan—sekitar Rp4,4 juta dengan kurs ±Rp2.200 per yuan—dan meminta pemilik apartemen membawa Wu ke rumah sakit. Saat itu, ia diberi tahu bahwa kondisi fisik putrinya tidak menunjukkan masalah serius. Sang ibu menduga ketidakmampuan Wu untuk berdiri lebih disebabkan oleh efek narkoba.
Setelah kembali dari rumah sakit, Wu Mouzhen kembali kehilangan kontak. Tak lama kemudian, video tentang dirinya yang terlunta di jalanan Kamboja menyebar luas di media sosial.
Dalam sambungan video dengan media pada 5 Januari, Wu Mouzhen mengatakan bahwa ia berangkat ke Kamboja pada Maret 2025 setelah dikenalkan oleh seorang teman untuk bekerja di sektor jasa. Selama berada di sana, ia sempat menjalin hubungan asmara sebelum akhirnya berpisah. Ia mengaku diusir dari tempat tinggalnya karena kondisi kesehatannya memburuk dan ia tidak lagi mampu bergerak normal.
Saat ini, Wu Mouzhen dirawat di Rumah Sakit Tongji, Sihanoukville. Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Wu diterima sebagai pasien pada 3 Januari melalui koordinasi dengan kantor perwakilan China setempat. Setelah beberapa hari perawatan, kondisinya dilaporkan stabil, nafsu makan mulai membaik, dan ia perlahan kembali dapat berkomunikasi.
Karena belum memiliki tempat tinggal dan kondisi kesehatannya belum sepenuhnya pulih, pihak rumah sakit memastikan Wu Mouzhen akan terus mendapatkan perawatan medis, nutrisi, serta pendampingan harian hingga memungkinkan untuk dipulangkan.
Kasus ini kembali menyoroti risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur yang tidak jelas, bahaya penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya komunikasi antara anak dan keluarga. Di tengah sorotan publik, banyak pihak mengingatkan agar peristiwa ini tidak dijadikan konsumsi sensasional, melainkan peringatan nyata tentang keselamatan dan konsekuensi dari pilihan hidup yang diambil.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


