LayarHijau.com – Drama China Love Beyond the Grave (白日提燈) yang tengah tayang sukses menarik perhatian publik. Namun di balik popularitasnya, sebuah momen lucu dalam siaran langsung justru mengungkap “rahasia kecil” dari pemeran utamanya, Dilraba Dilmurat.
Dalam sebuah sesi live, aktris tersebut dengan santai mengungkap bahwa dirinya memiliki rabun jauh cukup parah, mencapai 600 derajat. Ia bahkan bercanda bahwa tanpa kacamata, dirinya “hampir tidak bisa melihat apa pun”. Selama ini, dalam penampilan publik, ia lebih sering mengandalkan lensa kontak atau tetap bekerja meski dengan penglihatan yang buram.
Momen tersebut semakin mengundang tawa ketika lawan mainnya, Chen Feiyu, langsung menimpali candaan itu. Saat ditanya soal kemungkinan menukar salah satu dari lima indera, Dilraba dengan nada bercanda mengatakan ingin “menghadiahkan” rabun jauhnya dengan konsep “beli satu gratis satu”. Mendengar itu, Chen Feiyu spontan bertanya, “Jadi selama syuting, kamu pernah benar-benar melihatku dengan jelas?”—yang langsung membuat suasana pecah oleh tawa.
Sebelumnya, Dilraba memang pernah mengakui bahwa saat melepas kacamata, ia hampir tidak bisa melihat dengan jelas. Bahkan, kacamata hitam yang ia gunakan pun harus dibuat khusus dengan lensa berderajat. Demi menjaga penampilan di depan kamera dan menghindari bekas tekanan di hidung akibat bingkai kacamata, ia lebih sering memakai lensa kontak saat tampil di depan umum.
Namun di balik itu, kebiasaan tersebut juga membawa konsekuensi. Dalam kehidupan sehari-hari, ia kerap terlihat mengenakan kacamata dengan lensa tebal, serta tanpa sadar membentuk kebiasaan menyipitkan mata. Beberapa penggemar bahkan mengungkap kembali momen-momen lama saat ia tetap profesional bekerja meski mengalami keterbatasan penglihatan.
Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah ketika ia harus mengenakan lensa kontak selama berjam-jam saat syuting, bahkan bisa lebih dari 12 jam tanpa henti, yang sempat menyebabkan iritasi hingga konjungtivitis. Meski begitu, ia tetap menyelesaikan pekerjaannya secara profesional.
Dalam adegan pengambilan gambar jarak jauh atau wide shot, Dilraba bahkan memilih untuk tidak memakai kacamata sama sekali. Ia mengandalkan pengalaman dan insting untuk menentukan posisi serta timing aktingnya. Ketika tidak bisa melihat ekspresi lawan main dengan jelas, ia fokus mendengarkan dialog sebagai panduan.
Menariknya, banyak penonton justru memuji tatapan matanya yang dianggap penuh emosi dan terasa “bercerita”. Tanpa disadari, sebagian efek tersebut ternyata berasal dari penglihatannya yang buram, menciptakan kesan jarak emosional yang unik, sementara sisanya adalah kemampuan akting yang ia bangun dengan kuat.










