LayarHijau.com – Kasus kematian seekor anjing liar bernama Wang Wang dan tiga anaknya setelah menjadi korban penyiksaan oleh empat anak di bawah umur di Kota Jieyang, Provinsi Guangdong, China, terus memicu kemarahan publik. Tidak hanya kembali memunculkan perdebatan mengenai perlindungan hewan di China, kasus ini juga menjadi sorotan setelah sejumlah figur publik yang ikut bersuara dilaporkan mengalami penghapusan unggahan di media sosial.
Dua nama yang paling banyak diperbincangkan adalah aktris Taiwan Joe Chen dan aktor China Du Jiang. Keduanya sama-sama mengecam kasus tersebut, tetapi unggahan mereka dilaporkan menghilang tak lama setelah dipublikasikan. Peristiwa itu kemudian memicu perdebatan baru di kalangan netizen mengenai pembatasan diskusi terkait kasus Wang Wang di berbagai platform media sosial China.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Joe Chen Pertanyakan Keadilan dan Supremasi Hukum
Joe Chen, aktris Taiwan yang dikenal lewat drama populer seperti The Prince Who Turns into a Frog dan Fated to Love You, selama ini juga dikenal sebagai pencinta sekaligus pendukung perlindungan hewan.

Pada 14 Juli 2026, Joe Chen mengunggah pernyataan di Weibo yang menyoroti alasan para pelaku tidak diproses secara pidana karena masih berusia di bawah 14 tahun.
Dalam unggahannya, ia menulis, “Hanya enam kata: di bawah 14 tahun. Di mana makna kehidupan, keadilan, hati nurani, kewajaran, tanggung jawab, dan supremasi hukum?”
Pernyataan tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet. Namun menurut berbagai laporan media, unggahan Joe Chen dihapus hanya beberapa saat setelah dipublikasikan, atau yang dikenal di China dengan istilah “秒删” (miaoshan), yaitu penghapusan dalam hitungan detik.
Tagar yang membahas penghapusan unggahan Joe Chen bahkan sempat menjadi topik hangat di Weibo sebelum akhirnya juga dilaporkan menghilang.
Du Jiang Sebut Kasus Ini Melampaui Batas Kemanusiaan
Sebelum Joe Chen, aktor China Du Jiang menjadi salah satu figur publik yang paling vokal menyuarakan kasus Wang Wang.

Du Jiang, yang dikenal lewat film-film seperti Operation Red Sea dan The Captain, mengunggah serangkaian video di Douyin yang mengecam tindakan tersebut.
Dalam salah satu pesannya, ia menyebut kasus Wang Wang telah “melampaui batas kemanusiaan dan merupakan tantangan telanjang terhadap sifat manusia.”
Ia juga menyerukan agar masyarakat menghormati setiap kehidupan serta kembali mendesak pembentukan undang-undang perlindungan hewan di China.
Namun, video yang diunggah Du Jiang dilaporkan berulang kali dihapus dari Douyin. Sejumlah laporan menyebut ia telah mengunggah ulang pesannya hingga tiga kali, tetapi setiap unggahan kembali menghilang.
Alih-alih berhenti, Du Jiang terus mengunggah kembali pesannya. Sikapnya bahkan dirangkum oleh banyak netizen dengan ungkapan “删一次发一次”, yang berarti kurang lebih, “setiap kali dihapus, saya unggah lagi.”
Dukungan pun bermunculan dari para penggemarnya. Ketika unggahan Du Jiang terus menghilang, sebagian penggemar mulai menyebarkan kembali video dan pesan mengenai perlindungan hewan melalui akun mereka masing-masing.
Bagaimana Kasus Wang Wang Bermula?
Kasus ini bermula pada akhir Juni 2026 di Kota Jieyang, Distrik Jiedong, Provinsi Guangdong.
Wang Wang merupakan seekor anjing liar yang hidup di kawasan tersebut bersama tiga anaknya. Video yang kemudian beredar luas di media sosial memperlihatkan Wang Wang dan anak-anaknya menjadi korban penyiksaan hingga tewas oleh empat anak laki-laki yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Rekaman tersebut memicu kemarahan luas di China. Banyak masyarakat menilai tindakan yang terekam dalam video menunjukkan tingkat kekerasan yang mengkhawatirkan dan memunculkan pertanyaan mengenai pendidikan karakter anak, kesehatan mental remaja, serta perlindungan terhadap hewan.

Pemerintah: Pelaku Dikirim ke Sekolah Khusus
Pemerintah Kota Xinheng, Distrik Jiedong, kemudian mengeluarkan pernyataan resmi setelah video tersebut viral.
Otoritas mengonfirmasi bahwa keempat pelaku masih berusia di bawah 14 tahun sehingga tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di China.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah memutuskan mengirim para pelaku ke sekolah khusus untuk menjalani pendidikan dan pembinaan perilaku. Otoritas pendidikan juga diminta memperkuat pendidikan karakter di sekolah, sementara orang tua maupun wali diminta meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.
Dalam pernyataannya, pemerintah turut mengimbau masyarakat agar tidak terus menyebarkan video tersebut serta menghindari tindakan doxing atau penyebaran identitas anak-anak yang terlibat.
Kembali Memicu Perdebatan soal Perlindungan Hewan
Kasus Wang Wang kembali memunculkan perdebatan mengenai belum adanya undang-undang khusus yang secara komprehensif mengatur penyiksaan dan kekerasan terhadap hewan di China.
Banyak akademisi, aktivis, hingga figur publik menilai kasus ini memperlihatkan adanya kekosongan regulasi, terutama ketika pelaku merupakan anak di bawah umur. Pernyataan Joe Chen yang mempertanyakan “di mana supremasi hukum” dan seruan Du Jiang agar segera membentuk undang-undang perlindungan hewan menjadi bagian dari diskusi yang lebih luas mengenai perlunya reformasi hukum.
Sorotan Meluas hingga Tingkat Internasional
Kasus Wang Wang tidak lagi menjadi perhatian publik di China saja. Berbagai media internasional ikut melaporkan perkembangannya, sementara organisasi perlindungan hewan internasional menyerukan perlunya reformasi hukum perlindungan hewan di China.
Di media sosial internasional, tagar seperti #JusticeForWangWang dan #JieyangDogAbuse digunakan oleh warganet dari berbagai negara untuk menyebarkan informasi mengenai kasus tersebut. Relawan juga menerjemahkan perkembangan kasus ke lebih dari 10 bahasa agar dapat diakses masyarakat global.
Aksi solidaritas pun bermunculan di sejumlah negara, mulai dari pemasangan iklan digital di ruang publik hingga kampanye daring yang menyerukan keadilan bagi Wang Wang. Kasus ini bahkan telah memiliki halaman Wikipedia dalam bahasa Inggris maupun Mandarin.
Bagi banyak pemerhati kesejahteraan hewan, kasus Wang Wang kini telah berkembang menjadi simbol perdebatan yang lebih luas mengenai perlindungan hewan, pendidikan karakter anak, efektivitas sistem pembinaan remaja, serta ruang bagi masyarakat dan figur publik untuk menyampaikan pandangan mereka terhadap isu yang menjadi perhatian publik.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


