LayarHijau.com – Drama China terbaru The Road to Splendor (花开锦绣) yang dibintangi Ding Yuxi dan Deng Enxi mendapat sambutan positif dari penonton Tiongkok sejak penayangan perdananya. Drama ini bahkan langsung mencuri perhatian lewat performa popularitas dan sejumlah aspek produksi yang dinilai menonjol.
Peringatan Spoiler: Artikel ini membahas sejumlah detail cerita dan adegan dari episode awal The Road to Splendor.
The Road to Splendor menjadi proyek reuni Ding Yuxi dan Deng Enxi setelah keduanya sebelumnya dipasangkan dalam drama Melody of Golden Age (长乐曲). Ding Yuxi sendiri sebelumnya semakin dikenal luas lewat The Romance of Tiger and Rose (传闻中的陈芊芊) bersama Zhao Lusi serta Love Game in Eastern Fantasy (永夜星河) bersama Esther Yu.
Sebelum The Road to Splendor, Ding Yuxi juga membintangi The Southern Archives (南部档案), yang disebut sebagai karya saudari dari Mystic Nine (九门). Sementara itu, The Road to Splendor langsung mencatat performa yang cukup kuat pada hari pertama penayangannya.
Drama tersebut meraih sembilan sponsor merek sejak penayangan perdana dan popularitasnya di platform Tencent Video menembus angka 23.000. The Road to Splendor juga melesat ke posisi kedua dalam daftar popularitas drama China di Maoyan.
Pencapaian tersebut membuat drama Ding Yuxi dan Deng Enxi berada di atas Genius Girlfriend (天才,女友) yang dibintangi Tian Xiwei dalam persaingan pada periode penayangan yang sama. Posisi teratas ditempati Mystic Nine (九门) yang dibintangi William Chan.
Di tengah performa tersebut, respons awal penonton Tiongkok turut menyoroti tiga kekuatan utama The Road to Splendor yang membuat drama ini dinilai berpotensi menjadi salah satu tontonan populer musim panas.
1. Alur Cerita Intens dan Padat
The Road to Splendor diadaptasi dari novel berjudul sama karya Zhi Zhi. Ceritanya berpusat pada Zhao Ling, diperankan Ding Yuxi, seorang pedagang garam ilegal yang berasal dari kalangan bawah tetapi memiliki keberanian dan ambisi besar.
Zhao Ling kemudian bertemu Fu Tingyun, diperankan Deng Enxi, seorang perempuan dari keluarga terpandang yang dituduh melakukan hubungan terlarang.
Tuduhan tersebut membuat Fu Tingyun berada dalam bahaya dan terpaksa melarikan diri bersama Zhao Ling. Keduanya kemudian menghadapi berbagai ancaman yang datang dari keluarga maupun pihak kerajaan sebelum perjalanan mereka berkembang menjadi kisah perjuangan melawan nasib.
Empat episode awal The Road to Splendor terutama berfokus pada situasi genting yang dihadapi Fu Tingyun di kediaman keluarga Fu.
Sejak kecil, Fu Tingyun diperlakukan seperti alat bagi keluarganya. Ia dibesarkan untuk menjadi perempuan yang dapat dimanfaatkan keluarga demi membangun hubungan dengan kalangan berkuasa.
Di balik keluarga yang terlihat menjunjung tinggi kehormatan, berbagai konflik justru terjadi di dalam rumah. Kakak iparnya yang telah menjadi janda membuat jebakan untuk menghancurkan reputasi Fu Tingyun, sedangkan sahabatnya, Fan Yake yang diperankan Fan Shiran, memilih mengkhianatinya demi kepentingan masa depannya sendiri.
Bahkan nenek Fu Tingyun yang terlihat menyayanginya ternyata memiliki kepentingan tersendiri. Upaya mencarikan pasangan dari keluarga terpandang bukan hanya demi masa depan sang cucu, melainkan juga bagian dari usaha menyelamatkan keluarga yang sedang kehilangan pijakan.
Ketika Fu Tingyun dianggap tidak lagi memiliki nilai bagi keluarga, sang nenek bahkan memutuskan untuk membunuhnya dengan racun.
Di tengah situasi tersebut, Zhao Ling menyusup ke kediaman keluarga Fu dengan menyamar sebagai pejabat kerajaan. Ia kemudian menyaksikan Fu Tingyun berada dalam kondisi kritis setelah diracun.
Keduanya akhirnya bekerja sama. Zhao Ling membantu Fu Tingyun melarikan diri dari kediaman keluarga Fu, yang kemudian membawa mereka dalam perjalanan dari Jiangnan menuju wilayah barat laut.
Penonton menilai empat episode pertama mampu melakukan transisi dari konflik keluarga dan intrik di dalam kediaman menuju kisah pelarian dan petualangan tanpa terasa dipaksakan.
Pacing yang cepat dan kepadatan konflik menjadi salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian dalam respons awal. Cerita disebut mampu bergerak dari tahap pengenalan karakter menuju konflik besar dan pelarian hanya dalam beberapa episode.
2. Banyak Adegan Ikonik yang Meninggalkan Kesan Kuat
Selain alurnya yang padat, The Road to Splendor juga langsung menghadirkan sejumlah adegan ikonik sejak episode pertama.
Salah satu yang paling mencuri perhatian muncul di episode pertama melalui adegan pernikahan dan pemakaman yang berlangsung bersamaan. Kontras visual antara suasana pernikahan dan pemakaman menciptakan adegan yang sangat mencolok.
Barulah pada episode keempat terungkap bahwa kedua acara tersebut sebenarnya berkaitan dengan Fu Tingyun. Upacara pemakaman tersebut merupakan pemakaman palsu, sedangkan pernikahan yang digelar bersama Zhao Ling juga merupakan bagian dari rencana mereka. Pernikahan dan pemakaman akhirnya berlangsung pada hari yang sama, menciptakan salah satu adegan paling unik dalam episode awal.
Adegan lain yang sangat kuat memperlihatkan Fu Tingyun berusaha menyelamatkan dirinya setelah diracun oleh neneknya. Dalam kondisi lemah di tengah hujan, ia bahkan terpaksa memakan sisa makanan untuk memicu muntah dan mengeluarkan racun dari tubuhnya.
Pertemuan pertama Zhao Ling dan Fu Tingyun juga mendapat perhatian karena penggunaan blocking dan kamera yang simbolis.
Ketika Zhao Ling masih menggunakan identitas palsu, keduanya berbicara dengan terpisah oleh sebuah sekat. Saat mereka bertemu kembali dan Zhao Ling tampil menggunakan identitas aslinya, ia berjalan melewati sekat tersebut untuk berhadapan langsung dengan Fu Tingyun.
Perubahan posisi tersebut sekaligus menjadi simbol semakin dekatnya hubungan kedua karakter.
Adegan keluarga Fu menaburkan garam di lantai sebagai bentuk pamer kekayaan juga menjadi salah satu visual yang mudah diingat. Rangkaian adegan tersebut membuat empat episode awal The Road to Splendor memiliki cukup banyak momen yang berpotensi menjadi bahan pembicaraan penonton.
3. Visual dan Produksi Dinilai Berkelas
Kekuatan lain yang banyak mendapat pujian adalah kualitas visual The Road to Splendor.
Busana dan tata artistik menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer drama. Produksi drama ini disebut menggunakan sekitar 800 kostum dengan 500 gaya penampilan, seluruhnya dibuat secara khusus dengan pengerjaan tangan.
Desain rambut, aksesori, perhiasan hingga detail busana disusun dengan mengacu pada sistem pakaian pada era Dinasti Ming. Karena itu, penonton dapat melihat berbagai elemen busana khas periode tersebut, termasuk aoqun, yuanlingpao, xiapei, damao dan mamian.
Detail sulaman serta motif pada kostum turut memperkuat kesan mewah yang ditampilkan drama.
Selain kostum, penyutradaraan Deng Ke juga mendapat perhatian. Komposisi gambar dalam The Road to Splendor dikatakan turut berubah mengikuti kondisi karakter dan perkembangan hubungan antartokoh.
Penggunaan lokasi nyata menjadi salah satu faktor yang membuat visual drama ini terasa lebih kuat. Kediaman keluarga dan kantor pemerintahan dalam empat episode awal menggunakan bangunan kompleks bergaya tradisional sebagai lokasi syuting langsung, bukan sekadar dibuat melalui green screen.
Pendekatan tersebut membuat sejumlah penonton menilai kualitas visual The Road to Splendor memiliki tekstur yang sulit diperoleh jika seluruh latarnya dibuat secara digital.
Drama ini juga masih akan menampilkan sejumlah adegan yang mengambil lokasi di kawasan gurun. Karena itu, penonton mulai menantikan bagaimana skala visualnya berkembang ketika cerita memasuki bagian tersebut.
Dengan kombinasi alur yang cepat, berbagai adegan ikonik serta produksi visual yang detail, The Road to Splendor mulai dipandang sebagai salah satu drama China yang berpotensi menjadi tontonan populer selama musim panas tahun ini.
Performa popularitas sejak episode perdana juga menjadi sinyal awal bahwa drama Ding Yuxi dan Deng Enxi mampu menarik perhatian penonton di tengah persaingan ketat dengan sejumlah judul populer lainnya.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

