LayarHijau.com – Penyanyi kenamaan Taiwan Hebe Tien sampai menangis saat menggarap album terbarunya, 《要去什麼地方》 (The Land of Maybe). Setelah enam tahun tidak merilis album studio baru, Hebe mengaku sempat merasa terpukul dan meragukan kemampuan bernyanyinya sendiri setelah mendengar demo lagu yang dibuat dengan bantuan AI.
Album keenam Hebe tersebut telah dirilis secara digital pada 24 September 2026 melalui berbagai platform musik digital. Berbeda dari pola promosi yang biasanya merilis sejumlah lagu terlebih dahulu sebagai teaser, album ini diluncurkan langsung dengan 10 lagu baru tanpa ada lagu baru yang dirilis sebelumnya. Versi fisiknya dijadwalkan menyusul pada 11 Desember 2026.

Osmanthus Honey Ala Luke The Early Spring
Osmanthus honey terinspirasi dari drama The Early Spring. Minuman yang sering dibuatkan Luke untuk Flora.
Bentuk produknya seperti selai. Penggunaannya tinggal dicampurkan air hangat atau susu.
Kami memperoleh komisi kecil setiap kali kalian melakukan pembelian melalui link yang kami berikan, tanpa ada tambahan biaya untuk kalian.
Saat berbicara kepada media pada 2 Oktober, Hebe menceritakan pengalaman yang dialaminya ketika mengumpulkan dan mendengarkan demo untuk album tersebut. Ia mengaku terkejut ketika mendengar kemampuan AI dalam menyanyikan sebuah demo.
Menurut Hebe, suara AI dalam demo tersebut terdengar sangat mulus. AI tidak perlu mengambil napas, mampu mencapai nada tinggi, dan dapat menghasilkan ketebalan suara serta perpindahan nada yang terdengar sangat kompleks.
Ketika akhirnya masuk studio untuk menyanyikan lagu tersebut, Hebe justru mulai membandingkan kemampuan vokalnya dengan suara AI yang sebelumnya ia dengarkan.
“Aku merasa kenapa aku tidak bisa bernyanyi sebagus AI,” ujar Hebe, menurut laporan MirrorMedia.mg.
Perasaan tersebut membuat Hebe sangat terpukul. Ia bahkan menangis dan menelepon petinggi perusahaan rekamannya untuk mengungkapkan perasaannya.
“Aku seperti sudah tidak bisa bernyanyi lagi,” kata Hebe.
Hebe Tien Sempat Merasa Kalah dari AI
Hebe mengatakan dirinya sebenarnya tidak pernah berpikir untuk bersaing dengan AI. Namun, ketika mendengar hasil demo tersebut, ia tetap tidak bisa menghindari perbandingan dengan kemampuan bernyanyinya sendiri.
Ia mengaku belum pernah mengalami situasi seperti itu sebelumnya.
Hebe bahkan bercanda bahwa sebelumnya ia selalu merasa bisa bernyanyi lebih baik daripada AI. Namun, kali ini teknologi tersebut membuatnya mempertanyakan kemampuan dirinya sendiri.
Pihak perusahaan rekaman kemudian berusaha menenangkan Hebe. Menurut mereka, kemungkinan Hebe hanya belum terbiasa dengan gaya bernyanyi seperti yang terdengar dalam demo tersebut, bukan karena dirinya tidak mampu bernyanyi dengan baik.
Hebe kemudian berusaha mengubah suasana hatinya dan kembali menyesuaikan lagu tersebut. Ia melakukan berbagai perubahan pada lirik dan aransemen hingga menemukan pendekatan yang lebih sesuai dengan dirinya.
“Aku menyesuaikan kembali suasana hatiku, lalu menyesuaikan lirik dan aransemen serta melakukan berbagai perubahan. Menurutku, hasilnya sangat bagus,” kata Hebe.
Ayah Hebe Tien Juga Mengenali Suara AI
Pengalaman Hebe dengan vokal AI ternyata tidak hanya terjadi di studio.
Saat pulang ke kampung halamannya di Hsinchu ketika libur Duanwu (Festival Perahu Naga), ayah Hebe juga sempat menunjukkan kepadanya sebuah lagu yang ia dengarkan di YouTube.
Ayahnya merasa kagum dengan kemampuan vokal penyanyi dalam lagu tersebut. Ia heran bagaimana seseorang bisa menyanyikan nada yang begitu tinggi dan terus melakukan perpindahan nada tanpa berhenti.
Ia kemudian bertanya kepada Hebe apakah dirinya mengenal penyanyi tersebut.
Namun, setelah mendengarnya, Hebe langsung mengetahui bahwa suara tersebut merupakan hasil nyanyian AI.
Pengalaman tersebut membuat Hebe semakin menyadari seberapa jauh kemampuan teknologi AI dalam menghasilkan vokal yang terdengar meyakinkan.
Dua Lagu Baru Hebe Tien Dianggap Sulit Dinyanyikan
Setelah seluruh album dirilis secara digital, para penggemar juga memberikan komentar mengenai tingkat kesulitan sejumlah lagu di dalamnya.
Hebe mengatakan dua lagu, 《值得紀念的垃圾》 (The Hoarder) dan 《乾淨的房間》 (Room to Begin), termasuk lagu yang menurutnya cukup sulit dinyanyikan. Central News Agency juga mencatat bahwa Hebe menyebut kedua lagu tersebut sulit dinyanyikan ketika membahas album barunya.
Sejumlah penggemar bahkan mengatakan bahwa beberapa lagu di album tersebut tidak mudah untuk diikuti atau dinyanyikan bersama.
Hebe ternyata setuju dengan pendapat tersebut.
“Aku juga merasa begitu,” ujarnya.
Meski demikian, Hebe mengatakan bahwa dalam album kali ini ia ingin bekerja dengan musisi-musisi yang memang ia sukai. Ia juga ingin memasukkan lagu-lagu yang sesuai dengan selera pribadinya.
Kebiasaan tersebut bukan sesuatu yang sepenuhnya baru bagi Hebe. Dalam konser-konser sebelumnya, ia juga kerap membawakan lagu karya musisi yang ia sukai.
“Aku tetap ingin menyelipkan lagu-lagu yang kusukai agar para penggemar mengetahui seleraku. Sekarang aku melakukan berbagai hal mengikuti perasaan dan kesukaanku sendiri,” tuturnya.
Album Digital Sudah Dirilis, Versi Fisik Menyusul
《要去什麼地方》 (The Land of Maybe) merupakan album studio keenam Hebe Tien dan menjadi album barunya setelah jeda enam tahun.
Album tersebut resmi tersedia di berbagai platform musik digital pada 24 September 2026. Sebanyak 10 lagu baru dirilis sekaligus tanpa adanya lagu baru yang terlebih dahulu dipasarkan sebagai single pra-rilis.
Sementara itu, versi fisik album dijadwalkan dirilis pada 11 Desember 2026.
Judul Inggris album, The Land of Maybe, merujuk pada nama Inggris Kepulauan Faroe, tempat Hebe melakukan pemotretan untuk visual album. Konsep perjalanan menuju tempat yang belum diketahui tersebut juga menjadi bagian penting dari gambaran yang ingin dibangun Hebe melalui album barunya.
Di tengah semakin berkembangnya teknologi AI dalam produksi musik, pengalaman Hebe menunjukkan sisi lain dari perkembangan tersebut. Bagi seorang penyanyi yang sudah berkarier selama bertahun-tahun, mendengar vokal buatan AI yang tidak memiliki keterbatasan fisik seperti manusia ternyata dapat menjadi pengalaman yang cukup mengguncang.
Namun, setelah sempat menangis dan meragukan kemampuan dirinya sendiri, Hebe akhirnya memilih kembali menyesuaikan lagu dengan karakter dan selera musiknya sendiri.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

