LayarHijau.com – Seorang aktris iklan di Beijing bermarga Feng terlibat sengketa dengan produsen sebuah drama AI setelah menduga wajahnya digunakan sebagai model karakter utama tanpa izin. Ia meminta pihak produksi memberikan bukti bahwa wajahnya tidak digunakan dalam proses pembuatan karakter tersebut.
Namun, pihak produksi membantah tudingan itu. Sengketa kemudian berkembang ke ranah hukum setelah perusahaan produksi menggugat Feng atas dugaan pencemaran nama baik.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Feng pertama kali menemukan karakter yang menurutnya sangat mirip dengan dirinya pada malam 24 Juli. Saat itu, ia sedang menonton sebuah drama AI di platform video pendek yang diunggah oleh akun bernama “Siang dan Terong”.

Feng mengaku langsung menyadari kemiripan tersebut karena pekerjaannya sebagai aktris iklan membuatnya cukup peka terhadap bentuk wajah dan proporsi fitur wajah.
“Bentuk sudut mulut, bagian samping hidung, telinga, bentuk wajah dan sebagainya sangat mirip,” ujar Feng kepada Jimu News pada 12 Agustus.
Menurut Feng, ada satu detail lain yang membuatnya semakin curiga. Dalam salah satu adegan, beberapa helai rambut terlihat jatuh di wajah karakter perempuan tersebut. Ia merasa posisi rambut itu sangat mirip dengan rambut dalam foto pribadinya yang pernah ia unggah sekitar dua tahun sebelumnya.
“Ada beberapa helai rambut yang jatuh di wajah tokoh utama dalam salah satu adegan. Menurut saya, sudut rambut itu sama persis dengan yang ada dalam satu set foto yang saya unggah dua tahun lalu,” katanya.
Pada dini hari 25 Juli, Feng mengirim pesan pribadi kepada akun yang mengunggah drama tersebut untuk menanyakan asal-usul wajah karakter itu. Namun, pesan tersebut tidak mendapat balasan.
Beberapa hari kemudian, Feng kembali mengecek akun tersebut dan menemukan bahwa akun itu telah mencantumkan label MCN. Dari informasi tersebut, ia mengetahui bahwa drama AI itu merupakan produksi OST Media.
Feng kemudian mencoba mencari apakah ada kenalannya yang bekerja di perusahaan tersebut. Ia memiliki sejumlah kontak dari industri media di WeChat dan secara kebetulan menemukan seorang karyawan OST Media yang sudah lama menjadi kontaknya karena pernah berhubungan untuk urusan pekerjaan.
Hal tersebut semakin membuat Feng curiga. Ia menyadari bahwa karyawan tersebut sudah memiliki kontak WeChat-nya dan pernah melihat foto-foto pribadi yang ia unggah di WeChat Moments. Pada saat yang sama, perusahaan tempat karyawan itu bekerja memproduksi drama AI dengan karakter utama yang menurut Feng sangat mirip dengan dirinya.
“Bagaimana bisa kebetulan orang ini memiliki WeChat saya, pernah melihat foto-foto saya, sementara perusahaan tempatnya bekerja justru membuat drama AI dengan karakter utama yang wajahnya mirip dengan saya?” pikir Feng.
Ia kemudian menghubungi karyawan tersebut untuk menanyakan dugaan penggunaan wajahnya.
Pihak perusahaan membantahnya. Dalam tangkapan layar percakapan yang diperlihatkan Feng, karyawan tersebut menjelaskan bahwa perusahaan memiliki ratusan artis dan sebagian besar telah memberikan izin penggunaan wajah untuk keperluan AI.
“Perusahaan punya ratusan artis, sebagian besar sudah menandatangani izin penggunaan wajah untuk AI. Tidak mungkin kami menggunakan wajah orang asing,” demikian isi pernyataan yang ditunjukkan Feng.
Karena pembicaraan tidak menghasilkan kesimpulan, karyawan tersebut kemudian membuat grup percakapan yang melibatkan Feng, bagian hukum perusahaan, dan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut.
Dalam komunikasi itu, Feng meminta pihak produksi menunjukkan bukti mengenai proses pembuatan karakter, termasuk instruksi asli yang digunakan untuk menghasilkan gambar AI. Namun, permintaan tersebut ditolak.
Pihak perusahaan kemudian memberikan dua dokumen identifikasi hak cipta digital kepada Feng. Namun, Feng menilai dokumen tersebut hanya membuktikan bahwa karya itu telah didaftarkan sebagai milik perusahaan dan tidak menjawab pertanyaan utamanya: apakah wajah dirinya digunakan dalam proses pembuatan karakter.
Karena kembali tidak menemukan titik temu, Feng mengunggah video untuk menjelaskan persoalan tersebut kepada publik. Ia juga melaporkan drama AI itu kepada platform karena menduga wajahnya digunakan tanpa izin.
Pihak produksi kemudian melaporkan video Feng kepada platform.
Namun, kedua laporan tersebut tidak berhasil. Hingga kini, video yang diunggah kedua pihak masih dapat diputar secara normal.
Produsen Bantah Menggunakan Wajah Feng
Perselisihan tersebut kemudian semakin ramai dibicarakan di internet. Akun “Siang dan Terong” sempat menambahkan keterangan di halaman profilnya yang menyatakan bahwa alur kerja pembuatan karakter telah diserahkan kepada platform untuk diperiksa dan tidak mengandung pelanggaran.
Akun tersebut juga menyebut bahwa karakter dalam drama telah memiliki sertifikasi hak cipta.
Perdebatan kemudian meluas ke kolom komentar. Sebagian warganet menilai karakter perempuan dalam drama tersebut memang mirip dengan Feng, sementara sebagian lainnya mempertanyakan apakah kemiripan wajah dapat menjadi bukti bahwa wajah Feng benar-benar digunakan sebagai bahan dalam proses pembuatan karakter AI.
Feng mengaku sempat merasa tertekan karena perdebatan tersebut.
“Melihat semua orang memperdebatkan apakah mirip atau tidak, saat itu saya agak kacau. Tiba-tiba saya tidak tahu lagi seperti apa wajah saya sendiri,” ujarnya.
Menurut Feng, persoalan tersebut seharusnya tidak dibebankan kepadanya untuk membuktikan apakah wajahnya digunakan atau tidak. Ia berpendapat pihak produksi yang mengetahui proses pembuatan karakter seharusnya dapat memberikan bukti terkait proses tersebut.
Feng juga membantah tudingan bahwa dirinya sengaja mencari popularitas dengan membuat tuduhan terhadap drama tersebut.
Ia mengatakan dirinya sudah menemukan persoalan itu pada malam pertama drama tersebut ditayangkan dan menghubungi akun terkait pada dini hari berikutnya, ketika drama tersebut belum bisa disebut populer.
Feng mengakui kondisi industri periklanan belakangan ini membuat dirinya juga mencoba mencari peluang pekerjaan melalui video pendek. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya hanya seorang pekerja biasa dan tidak ingin mendapatkan pengikut atau popularitas melalui kontroversi tersebut.
Menurutnya, popularitas yang diperoleh dengan cara seperti itu juga tidak akan bertahan lama.
Kreator Drama AI Bantah Pernah Mengenal Feng
Setelah kontroversi semakin berkembang, Jimu News berusaha menghubungi seorang penanggung jawab drama tersebut bermarga Li.
Pada 18 Agustus, orang tersebut mengatakan setelah berkomunikasi dengan perusahaan bahwa pihaknya untuk sementara tidak dapat memberikan tanggapan kepada publik.
Sebelumnya, akun “Siang dan Terong” telah menyatakan bahwa penjelasan lebih lanjut akan disampaikan melalui akun pribadi bernama “Siang”.
Dalam pernyataannya, “Siang” membantah seluruh tuduhan Feng.
Mengenai dugaan bahwa wajah Feng digunakan dalam pembuatan karakter, ia memberikan jawaban tegas.
“Bisa dipastikan, tidak,” katanya.
“Siang” menjelaskan bahwa dirinya merupakan penanggung jawab konten dan ikut mengerjakan drama AI tersebut bersama seorang perempuan lain. Ia bertanggung jawab atas proses pembuatan gambar menggunakan AI, sedangkan rekannya menangani proses penyuntingan.
Ia juga mengatakan tidak mengenal Feng, tidak pernah menambahkan Feng sebagai kontak WeChat, dan tidak pernah melihat foto Feng di WeChat Moments.
Menurut “Siang”, orang yang sebelumnya berkomunikasi dengan Feng merupakan agen artis dari bagian manajemen artis perusahaan. Orang tersebut bekerja di departemen berbeda dan hampir tidak memiliki hubungan pekerjaan dengannya.
Ketika ditanya mengapa pihaknya tidak menunjukkan langsung alur kerja pembuatan karakter AI, “Siang” mengatakan informasi tersebut merupakan rahasia perusahaan. Sebagai karyawan, ia tidak memiliki wewenang untuk mempublikasikannya.
Ia mengatakan perusahaan memilih menyerahkan alur kerja tersebut kepada platform resmi untuk diperiksa. Menurutnya, setelah dilakukan pemeriksaan, platform menyatakan tidak menemukan pelanggaran sehingga drama tersebut tetap dapat ditayangkan.
Produsen Gugat Feng atas Dugaan Pencemaran Nama Baik
Dalam tanggapannya, “Siang” juga mengunggah dokumen pendaftaran perkara serta pernyataan dari pengacara perusahaan.
Dokumen tersebut menunjukkan bahwa perusahaan produksi drama AI telah mengajukan perkara terhadap Feng ke Pengadilan Transportasi Kereta Api Pertama Chengdu terkait dugaan pelanggaran yang merugikan perusahaan.
Pernyataan pengacara perusahaan menyebut tindakan Feng dianggap telah merusak reputasi perusahaan.
Pihak produksi juga menyatakan bahwa karakter perempuan yang menjadi pusat kontroversi tidak akan digunakan lagi dalam episode berikutnya. Menurut mereka, karakter tersebut kini telah dikaitkan dengan berbagai kontroversi negatif.
Perubahan karakter itu kemudian benar-benar dilakukan.
Pada 14 Agustus, akun drama AI tersebut kembali memperbarui episode setelah kontroversi mengenai wajah karakter semakin ramai. Karakter perempuan yang menjadi objek sengketa telah diganti dengan model wajah baru.
Hingga laporan tersebut dibuat, drama AI itu telah memasuki episode keenam.
Feng Sudah Menerima Pemberitahuan dari Pengadilan
Perkembangan terbaru datang pada 28 Agustus. Feng mengatakan kepada Jimu News bahwa dirinya telah menerima pemberitahuan dari pengadilan.
Ia membenarkan bahwa pihak produksi telah menggugatnya atas tuduhan pencemaran nama baik. Namun, menurut Feng, hingga saat itu pihak produksi masih belum memberikan data terkait proses pembuatan wajah karakter yang menjadi inti sengketa.
Feng mengatakan persoalan hukum selanjutnya akan ditangani oleh pengacaranya.
“Saya tidak menghina atau memfitnah mereka. Dari awal sampai akhir, saya hanya menjalankan hak saya secara normal. Saya tidak merasa telah melanggar reputasi mereka,” kata Feng.
Ia menjelaskan bahwa dirinya mengunggah video tersebut bukan semata-mata untuk memperdebatkan apakah karakter AI itu mirip dengannya, tetapi juga ingin menarik perhatian terhadap persoalan yang dapat muncul seiring berkembangnya drama AI.
Ia terutama mengkhawatirkan penggunaan wajah orang biasa dalam karya berbasis AI.
“Kalau wajah seperti ini kemudian dibuat ulang dan digunakan untuk sesuatu yang tidak baik, bagaimana orang yang bersangkutan menjelaskan bahwa karakter itu bukan dirinya?” ujarnya.
Feng menegaskan bahwa ia akan terus memperjuangkan persoalan tersebut melalui jalur hukum, terlepas dari hasil akhirnya maupun penilaian publik terhadap dirinya.
“Saya akan berusaha memperjuangkannya. Apa pun hasilnya, baik atau buruk, dan apa pun pendapat orang tentang saya, saya menerimanya,” ujar Feng.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


