LayarHijau.com — Adegan pagi hari setelah malam pertama Lu Zhuo (Yan An) dan Wei Rao (Tian Xiwei) di drama kostum Where the Mask Ends (嫁金钗) dinilai paling manis oleh netizen. Menurut laporan media Taiwan, adegan itu justru lebih membekas daripada malam pengantinnya sendiri, karena Lu Zhuo yang semula dingin berubah menjadi suami yang telaten mengurus istrinya. Netizen pun berkomentar, “Inilah cinta yang seharusnya!”
Wei Rao awalnya menikah menggantikan calon pengantin lain, dalam pernikahan yang dimaksudkan membawa keberuntungan bagi mempelai pria. Di awal pernikahan, ia dan Lu Zhuo hanya suami istri di atas nama. Saat mereka bercerai secara baik-baik, Wei Rao berkata di depan umum, “Kami belum pernah menjadi suami istri seutuhnya, jadi tidak bisa dianggap pasangan sungguhan.” Lu Zhuo menandatangani surat cerai sampai muntah darah, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Setelah beberapa waktu berusaha mengejar cinta Wei Rao tetapi terus dipermainkan, Lu Zhuo akhirnya berhasil mendapatkan kembali wanita itu. Titik balik hubungan mereka terjadi saat hujan salju dan gerhana matahari. Wei Rao menaiki kereta kuda untuk mengunjungi Nenek Wei. Di tengah perjalanan, ia melihat Lu Zhuo menunggang kuda melewatinya. Karena Wei Rao memakai kereta kuda biasa, Lu Zhuo tidak mengenalinya dan berlalu begitu saja. Ketika gerhana matahari terjadi, warga di sekitar panik karena menganggapnya pertanda malapetaka. Wei Rao justru turun dari kereta untuk mencari Lu Zhuo. Ia khawatir, seandainya matahari hilang selamanya dan dunia hancur, ia tidak akan punya kesempatan lagi bertemu pria itu.
Cerita melompat ke prosesi pengantin pria membawa pulang pengantin wanita. Pada malam rujuk, keduanya mengenakan pakaian merah di kamar pengantin. Lu Zhuo mengeluarkan gulungan lukisan yang disimpannya dengan hati-hati. Gulungan itu berisi panduan posisi hubungan suami istri, yang lazimnya diberikan ibu, nenek, atau bibi kepada calon pengantin wanita sebagai bekal pernikahan. Wei Rao yang malu sekaligus kesal berusaha merebutnya. Momen itu akhirnya hadir setelah lama dinantikan penonton. Ucapan Lu Zhuo sebelumnya, “Kita sudah menikah di hadapan altar dan leluhur, kamu istriku yang sah”, kini terbukti bukan sekadar kata-kata.
Netizen semula mengira sikap dingin Lu Zhuo memang bagian dari karakternya. Namun pada pagi harinya, ia membawakan air untuk mencuci muka, membelai telinga Wei Rao, dan mengecup pipinya. Ia berkata, “Pelayan terlalu lambat, biar aku sendiri yang melayani Putri.” Ia lalu menggendong Wei Rao yang belum bangun sepenuhnya, lengkap dengan selimutnya, menuju meja rias. Sepanjang adegan, ia berbicara dengan lembut dan terus berada di sisi istrinya.
Sikap lengket Lu Zhuo itu dinilai tidak terasa keluar dari karakter. Sikap menjaga jarak dan ucapannya yang berlawanan dengan isi hati sudah diperlihatkan sedikit demi sedikit sejak awal, sehingga luapan perasaan setelah lama dipendam terasa wajar. Wei Rao juga tidak lagi menjadikan kalimat “belum pernah menjadi suami istri seutuhnya” sebagai senjata untuk menyakiti satu sama lain, dan menerima kedekatan suaminya dengan lapang dada. Gerak-gerik kecil dan interaksi sehari-hari mereka dinilai lebih menyentuh daripada romansa yang dipaksakan.
Lu Zhuo tidak hanya menempel saat pagi hari. Ia menemani Wei Rao bermain ayunan dan menangani urusan pengasuh Wei Rao. Ia sempat diusir ke ruang baca, tetapi tak lama kemudian kembali menghampiri. Dengan menemani sepanjang pagi, ia menepati janji yang diucapkannya di kamar pengantin: “Mulai sekarang, badai apa pun akan kuhadang untukmu.”
Dari perceraian, momen di tengah salju dan gerhana, hingga rujuk dengan kedudukan setara, manisnya cerita yang dinanti belasan episode “dilunasi” dalam satu hari. Netizen berkomentar, “Penantian ini benar-benar sepadan!”
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


