Stuber adalah salah satu film yang menjadi perbincangan masyarakat Indonesia. Alasannya karena film komedi Hollywood itu turut dibintangi oleh Iko Uwais. Film ini mengisahkan Stu (Kumail Nanjiani), seorang driver Uber berwatak lembut.
Suatu saat dia memperoleh seorang penumpang yang ternyata detektif LAPD (Los Angeles Police Department), Vic Manning (Dave Bautista). Vic meminta bantuan Stu menjadi sopirnya dalam penyelidikan dan pencarian bandar narkoba. Vic butuh bantuan Stu karena dia baru memulihkan diri dari operasi Lasik. Akankah keduanya bisa bekerja sama dengan baik sekalipun watak keduanya bertolak belakang?
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Selain Iko Uwais, film ini juga turut dibintangi Karen Gillan, Mira Sorvino dan Betty Gilpin. Lantas bagaimana pendapat, ulasan/ review para kritikus film? Di situs Rotten Tomatoes, film ini memperoleh skor 42% dari para kritikus film. Sedangkan para penonton memberinya rating 79%.
Sayangnya sebagian besar para kritikus memberi ulasan/review buruk untuk film ini.
“Berbicara tentang kehabisan bahan bakar. Komedi ini menjebak dua pria berbakat–Kumail Nanjiani dan Dave Bautista–dalam sebuah mobil yang tidak menuju ke manapun begitu cepat sehingga Thelma dan Louise akan masuk ke dalamnya,” tulis Peter Travers dari Rolling Stone.
“Saya tertawa saat menonton Stuber, tapi saya tertawa lebih sedikit dan sediki lagi begitu film itu mengalir, dan saya akhirnya tidak begitu peduli lagi,” tulis Bilge Ebiri dari The New York Times.
“Hanya ada sangat sedikit chemistry antara Bautista dan Nanjiani.dan jika kalian membandingkannya dengan sesuatu seperti komedi Beanie Feldstein/ Kaitlyn Dever, Booksmart, dialog filmnya terdengar sedikit kurang menarik,” ujar Peter Bradshaw dari The Guardian.
Film ini dijadwalkan tayang di Indonesia pada 24 Juli 2019. Jadi bagaimana guys, apakah kalian ingin menonton film ini?
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


