Sinopsis:
Saat seorang remaja yang kreatif dan sensitif dari keluarga disfungsional bertemu gadis cantik, penuh teka-teki yang lari dari rumah, hidupnya menjadi jungkir balik saat dia memasuki jalan gelap dengan sang gadis dengan pesta pora dan kecanduan obat.
Review:
Adolescence adalah salah satu film yang membahas soal kecanduan obat dan dampaknya pada kehidupan remaja. Film ini tidak sempurna dan kadang-kadang berputar-putar sebelum masuk ke dalam drama inti film ini. Tapi kecepatan alur cerita yang lambat ini sepertinya terbayar saat film itu berbuih dan emosi di dalamnya mulai meledak tiba-tiba. Walau sebagian besar nuansa dalam film gelap, tapi beberapa rekaman kamera dalam film ini ternyata bagus. India Eisley mampu memerankan sosok Alice dengan baik. Lebih baik dibandingkan perannya dalam film I Am The Night awal tahun ini.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Film ini dimulai dengan prolog singkat menggambarkan rumah tangga abusif di mana Adam (Mickey River) tumbuh. Dengan ayah yang kecanduan alkohol dan ibu yang terlalu acuh tak acuh untuk membela anaknya. Kita lalu loncat ke masa di mana Adam sudah remaja. Dia tumbuh menjadi introvert yang tidak bisa berkomunikasi dengan lawan jenis. Walau sahabat baiknya, Keith mencoba untuk menolongnya, Adam tetap bersikap canggung di sekitar para gadis. Hingga dia bertemu dengan Alice, gadis misterius yang lari dari rumahnya. Setelah menikmati waktu bersama saat matahari tenggelam hingga larut malam, Adam akhirnya masuk ke dalam dunia obat-obatan dan pergaulan bebas saat dia jatuh cinta dengan gadis itu, tulis The Review Geek.
Perjalanan remaja itu berlangsung bertahap, mungkin terlalu bertahap. Jadi dalam 40 menit pertama atau lebih, tidak banyak yang terjadi dalam film. Selama waktu ini, kita diperkenalkan dengan para tokoh utama. Adam mulai mengalami perubahan drastis saat sebuah kejadian dramatis dalam kehidupan keluarganya mempercepat perubahan itu. Alice membawanya ke jalan yang lebih gelap dari sebelumnya. Walau penantian kita terbayar, tapi waktu yang diperlukan untuk mencapai puncak ini membuat beberapa penonton tidak sabar.
Dalam satu cara, Adolescence bisa dikatakan adalah versi lambat dan lebih sedih dari Thirteen. Untuk kalian yang tidak tahu, film remaja yang rilis pada 2003 itu menggambarkan kehidupan remaja yang hancur lewat pandangan mata sang ibu.
Adolescence tidak bisa menyamai film ini dalam hal intensitas atau pesannya. Tapi film ini masih cukup baik dalam menggambarkan betapa merusaknya obat terlarang itu. Sayangnya, bagian akhir film terasa begitu cepat. Jadi penonton belum bisa mencerna apa yang terjadi.
Beberapa dialog dalam film ini juga terkesan dilebih-lebihkan. Akting para aktor di dalamnya kadang terasa berlebihan. Tapi sebagian besar bagian film bisa memperlihatkan efek obat terlarang secara realistis. Film ini mungkin bukanlah film yang menyenangkan untuk ditonton, tapi sebagai film drama, film ini cukuplah lumawan. Kita bisa melihat walau merasa tidak nyaman, bagaimana keinginan remaja untuk dicintai dan diterima bisa merusak jika tidak diarahkan dengan baik. Jika kalian sabar, menonton film ini bisa bermanfaat.
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


