Posted in

Review Drama Forget You Remember Love

Bagikan

Drama Forget You Remember Love sebenarnya adalah remake dari drama populer The Prince Who Turns Into A Frog yang tayang pada 2005. Kabarnya drama itu begitu populer hingga tayang di berbagai negara. Tentunya membuat remake drama klasik seperti ini menjadi tantangan. Tapi untungnya sebagian besar generasi milenial saat ini mungkin belum pernah menonton drama The Prince Who Turns Into A Frog. Jadi hal ini mungkin menolong mengurangi tekanan yang dialami Xing Fei dan Garvey Jin Ze dan tim produksi drama ini.

Saya sendiri belum menonton drama lawas itu jadi tidak bisa membandingkan dua drama ini. Tapi cerita drama ini sebenarnya merupakan cerita klasik yang kerap dipakai dalam sinetron, FTV dan bahkan mungkin drama-drama Korea. Pria tampan yang kaya tapi sombong, kehilangan ingatan dan jatuh cinta dengan gadis sederhana. Setelah itu hubungan mereka ditentang oleh keluarga kedua belah pihak. Model cerita seperti ini tentunya pernah kita tonton atau baca.

Dukung Layar Hijau

Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.

Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.


Untuk pengguna di Indonesia

Untuk pengguna internasional

Informasi lebih lanjut, klik di sini.

Tapi menurut saya, Forget You Remember Love cukup berhasil dalam mengolah cerita klise ini menjadi sesuatu yang menarik. Ada beberapa hal yang membuat drama ini berbeda dari drama dengan cerita sejenis.

Pertama adalah lokasi atau setting drama ini yang menonjolkan keindahan alam di pinggir pantai. Paruh pertama drama ini bersetting di desa Guanmei, yang mungkin adalah desa fiktif. Para penonton dimanjakan dengan pemandangan alam yang indah. Tim produksi mampu memanfaatkan keindahan alam ini dengan optimal sehingga memberikan nilai tambah pada adegan-adegan romantis dalam drama. Siapa yang hatinya tidak luluh melihat adegan romantis dengan latar belakang indah seperti yang terlihat dari desa Guanmei itu. Ditambah dengan soundtrack drama ini, nuansa romantisnya menguat drastis. Terutama lagu yang menjadi penutup setiap episode yang dinyanyikan Claire Kuo, The Secret Between Us.

Kedua adalah penggambaran karakter dalam drama ini. Awalnya saya mengira keluarga Shan pastilah keluarga kaya yang menyebalkan dan patut dibenci. Ternyata ibu Shan Junhao, Xu Ziqian, Fan Yunxi adalah karakter-karakter yang sama seperti kita. Tidak sempurna, tapi tidaklah jahat. Saat Junhao hilang ingatan, kita bisa melihat kesedihan keluarga Shan dan merasa bersimpati. Kita juga bisa merasa bersimpati dengan Xu Xiqian dan Fan Yunxi. Bahkan karakter yang diperankan Jurat Kutilai dalam drama itu yang awalnya saya kira sebagai sosok penjahat utamanya. Rupanya dia juga tidak begitu jahat dan punya alasan sehingga ingin merebut posisi general manager yang diduduki Shan Junhao. Karakter Ye Qianyu, dan Chen Jinzhi juga bisa dikatakan menarik. Mereka adalah tokoh utama yang tidak sempurna. Sekilas mereka terkesan matre, tapi ternyata mereka adalah orang-orang baik.  Satu-satunya yang terkesan sempurna dalam drama itu adalah Taichu (Wen Zhou). Dia digambarkan sebagai pria yang tampan, pintar, baik hati dan tidak sombong. Singkat kata, kebalikannya Shan Junhao.

Pertama kalinya saya menonton drama di mana saya kadang bingung harus memihak siapa, terutama saat konflik cinta di antara Shan Junhao, Ye Qianyu, Taichu, Xu Xiqian dan Fan Yunxi menguat dalam beberapa adegan. Saat melihat Taichu, saya merasa lebih sedih lagi karena saya sudah menebak jika pria baik ini bakal menderita karena cinta yang bertepuk sebelah tangan. Pengembangan karakter dalam drama ini juga memiliki kecepatan yang baik dan masuk akal. Perubahan Xi Xiqian dari sosok yang baik menjadi sosok yang penuh dendam adalah salah satu contohnya. Juga dilema yang dialami Fan Yunxi dan perubahan sikapnya. 

Menurut saya penggambaran karakter ini termasuk sesuatu yang baru dan memecahkan gambaran klise yang selama ini kita lihat dari drama dengan plot cerita serupa. 

Kaca Pembesar HP

Kaca Pembesar HP
★★★★ 4 Stars

Produk inovatif.

Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.

Kualitas hingga HD, harga murah meriah.

Cek Harga →

Holder Jepit HP

Holder Jepit HP
★★★★½ 4.5 Stars

Aksesoris tonton drama.

Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.

Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.

Cek Harga →

Proyektor HP

Proyektor HP
★★★★½ 4.5 Stars

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.

Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.

Cek Harga →

Bagikan

Tim suka menulis berbagai hal, dan menonton film, serial TV, drama atau sekedar menonton video lainnya di YouTube. Pada waktu senggang, Tim suka belajar membuat ramen.

Your email address will not be published. Required fields are marked *