Terakhir diperbarui pada 29/03/2021 oleh Timotius Ari
Film animasi terbaru Disney, Raya and the Last Dragon dipuji banyak orang untuk pesannya, keindahan dan aksinya yang menyenangkan. Raya and the Last Dragon adalah film animasi Disney pertama yang yang dirilis sejak Soul pada Desember 2020. Para penggemar tentunya sangat gembira melihat film itu. Beberapa penggemar mungkin bertanya apakah ada adegan post credit dalam film Raya and the Last Dragon.
Film ini sedang tayang di bioskop Indonesia. Sayangnya, film ini tidak memiliki adegan post credit. Untuk pembuatan film ini, Disney menghabiskan banyak waku untuk meneliti Raya and the Last Dragon. Sebelum pandemi, mereka mengirim tim peneliti ke Laos, Indonesia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia dan Singapura untuk belajar budaya dan tradisi masing-masing negara. Tim peneliti ini dikenal sebagai the Southeast Asian Story Trust. Mirip dengan the Oceanic Story Trust yang meneliti untuk film Moana.
Story Trust adalah kelompok konsultan dengan area keahlian yang berbeda mulai dari musik dan koreografi hingga arsitektur dan seni bela diri. Mereka berusaha membuat detil film ini terasa lebih otentik untuk Asia Tenggara.
Proses membangun dunia fantasi Kumandra juga dibandingkan dengan proyek seperti Game of Thrones. Jadi tidaklah mengherankan jika film itu menghabiskan credit title dengan ucapan terima kasih untuk banyak tenaga kreatif yang terlibat.
Walau ulasan film ini sebagian besar positif, tapi beberapa suara mengkritik Raya karena mencampur budaya Asia Tenggara. Misalnya ulasan dari Vox mengungkap jika proyek lain fokus pada koneksi multi budaya, tapi mudah untuk melihat dari mana inspirasi proyek itu diambil. Misalnya Avatar: The Last Airbender terinspirasi dari budaya China, Jepang, Inuit atau Tibet.
Bahkan film Moana juga dikritik dari caranya menggambarkan Maui, yang biasanya serius dan tidak terkalahkan. Para penonton tentunya harus melihat dan menilai sendiri.