Kalian tentunya tahu tentang drama Korea populer, The Penthouse tentang sekelompok keluarga super kaya dan anak-anak mereka yang masuk sekolah seni. Drama itu begitu populer dan season ketiganya sedang tayang.
Pada awalnya, para penonton terpesona dengan plot ceritanya yang tidak bisa diprediksi. Ada banyak hal yang dibahas dalam drama ini mulai dari pembunuhan, korupsi, pengkhianatan, bullying, perselingkuhan, penculikan dan balas dendam. Banyak sekali balas dendam.
Dukung Layar Hijau
Layar Hijau adalah media independen yang hadir untuk berbagi berita dan informasi seputar drama Asia yang kalian cintai. Jika kalian menikmati konten kami, dukungan kecil dari kalian membantu Layar Hijau terus berjalan dan menghadirkan lebih banyak cerita untuk para penggemar.
Setiap dukungan berarti bagi kami. Terima kasih sudah membaca, mengikuti, dan menjadi bagian dari perjalanan Layar Hijau.
Untuk pengguna di Indonesia
Untuk pengguna internasional
Informasi lebih lanjut, klik di sini.
Season pertama memperoleh ulasan yang positif. Tapi season 2 mulai membuat para penonton mengungkapkan kekecewaannya karena jalan ceritanya mulai tidak masuk akal.
Dalam salah satu cerita, seorang karakter dalam drama itu ditusuk dan didorong dari anak tangga. Dia bahkan dikubur oleh ibunya sendiri. Tapi dia secara ajaib bangkit dari kematian. Rupanya dia diam-diam diselamatkan oleh seseorang dan dirawat hingga sehat.
Penulis naskah The Penthouse Kim Soon Ok baru-baru ini mengungkapkan dalam sebuah wawancara jika dia sadar jika kisah drama itu kadang berlawanan dengan logika. Dia mengakui jika para penonton bisa bingung melihat karakter-karakter yang harusnya mati kembali hidup seolah mereka itu zombie.
“Saya menerima sebuah tawaran dari sebuah perusahaan gaming yang ingin saya mempromosikan game mereka yang beberapa karakternya terus bangkit kembali (…) Mungkin karena itu sesuai dengan para karakter dalam drama ini yang tidak pernah mati dan berhasil selamat dari hal apapun,” ujar Soon Ok sembari tertawa.
Beberapa netizen berkata jika kekonyolan jalan cerita drama itu adalah salah satu alasan kenapa mereka terus menontonnya. “Seluruh drama ini tidak masuk akal jadi saya pikir tidak masalah dengan beberapa karakter kembali hidup.. Tapi, drama ini harusnya digolongkan sebagai makjang komedi dan bukan makjang thriller sekarang,” tulis seorang netizen.
Makjang mengacu pada program TV yang begitu konyol hingga jalan ceritanya tidak mungkin terjadi di dunia nyata. Penggemar lain menulis,” The Penthouse adalah satu-satunya drama di mana saya bisa menjagokan seseorang yang harusnya mati. Saya adalah jenis orang yang menangisi karakter favorit saya jika dia mati, tapi untuk The Penthouse, saya bisa berdoa supaya mereka bisa kembali dengan ajaib karena hal itu mungkin terjadi.”
Sumber: todayonline.com
Kaca Pembesar HP

Produk inovatif.
Tonton drama di ponsel di layar lebih besar.
Kualitas hingga HD, harga murah meriah.
Holder Jepit HP

Aksesoris tonton drama.
Jepitan kuat dan fleksibel, harga murah meriah.
Tangan tidak pegal pegang HP saat tonton drama. Cocok untuk nonton sambil tiduran.
Proyektor HP

Proyektor HP untuk tonton drama di layar besar.
Kualitas HD lengkap dengan speaker. Harga terjangkau.


